Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Puasa Arafah 9 Zulhijah: Hapus Dosa 2 Tahun

Kompas.com, 4 Mei 2026, 10:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Zulhijah selalu menghadirkan momentum spiritual yang kuat bagi umat Islam.

Di antara rangkaian ibadah yang dianjurkan, puasa Arafah menempati posisi istimewa karena keutamaannya yang begitu besar.

Ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap 9 Zulhijah ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri yang dijanjikan mampu menghapus dosa selama dua tahun.

Lalu, bagaimana kedudukan puasa Arafah dalam Islam, kapan pelaksanaannya, serta bagaimana tata cara dan keutamaannya menurut para ulama? Berikut ulasan lengkapnya.

Makna dan Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, bertepatan dengan puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah.

Momentum ini menjadikan puasa Arafah memiliki dimensi spiritual yang sangat dalam, karena umat Islam di seluruh dunia seakan “terhubung” dengan jamaah haji yang sedang bermunajat di Tanah Suci.

Di Indonesia, penetapan tanggal 9 Zulhijah mengacu pada hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.

Oleh karena itu, meskipun kalender Hijriah telah memprediksi tanggalnya, umat Islam tetap dianjurkan menunggu keputusan resmi pemerintah.

Baca juga: Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat & Keutamaannya

Hukum Puasa Arafah Menurut Ulama

Mayoritas ulama (jumhur) sepakat bahwa hukum puasa Arafah adalah sunnah muakkadah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Hal ini dijelaskan dalam berbagai literatur fikih klasik maupun kontemporer.

Dalam kitab Fiqh as-Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa puasa Arafah sangat dianjurkan bagi non-jamaah haji karena memiliki keutamaan yang luar biasa.

Namun, bagi jamaah haji yang sedang wukuf, puasa ini justru dimakruhkan. Alasannya bersifat praktis sekaligus spiritual: agar mereka tetap kuat secara fisik dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang sangat berat.

Pandangan ini juga ditegaskan dalam buku Fiqih Islam karya Hasbiyallah, yang menyebutkan bahwa larangan puasa bagi jamaah haji bertujuan menjaga kekhusyukan dan stamina saat wukuf.

Dalil Keutamaan: Menghapus Dosa Dua Tahun

Keistimewaan puasa Arafah tidak lepas dari sabda Nabi Muhammad yang diriwayatkan dalam hadis sahih:

“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama mengapa puasa Arafah begitu dianjurkan. Dalam perspektif teologis, penghapusan dosa ini dipahami sebagai dosa-dosa kecil (shaghair), sementara dosa besar tetap memerlukan taubat khusus.

Dalam buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari, KH. Muhammad Habibillah menekankan bahwa keutamaan ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT yang luas, di mana satu hari ibadah dapat menjadi sebab diampuninya dosa dalam rentang waktu yang panjang.

Baca juga: Puasa Sunnah Apa Saja di Mei 2026? Ini Jadwal dan Niat Lengkapnya

Keutamaan Lain Puasa Arafah

Selain menghapus dosa dua tahun, puasa Arafah juga memiliki sejumlah keutamaan lain yang jarang disadari secara mendalam.

Pertama, hari Arafah disebut sebagai hari pembebasan dari api neraka. Dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan bahwa tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka selain hari Arafah. Ini menunjukkan bahwa dimensi rahmat Allah mencapai puncaknya pada hari tersebut.

Kedua, hari Arafah merupakan waktu terbaik untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa doa pada hari Arafah adalah doa yang paling utama.

Hal ini memberikan ruang refleksi bahwa puasa Arafah bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga momentum memperbanyak doa, dzikir, dan introspeksi diri.

Ketiga, puasa ini menjadi bagian dari rangkaian amal saleh di sepuluh hari pertama Zulhijah yang sangat dicintai Allah.

Dalam berbagai literatur, termasuk karya Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma’arif, disebutkan bahwa amal pada hari-hari tersebut memiliki nilai yang berlipat ganda.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Arafah

Secara praktik, puasa Arafah tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Namun, terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya optimal.

Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Umat Islam diwajibkan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri.

Selain itu, menjaga lisan, pikiran, dan perilaku juga menjadi bagian penting dari kesempurnaan puasa.

Dalam buku Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin dijelaskan bahwa niat puasa Arafah dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum fajar. Adapun lafaz niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةٌ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu ṣauma 'arafata sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, Sunnah karena Allah ta'ala."

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Dimensi Spiritual: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Jika ditarik lebih dalam, puasa Arafah bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga simbol pembersihan jiwa. Ia mengajarkan pengendalian diri, kesadaran spiritual, serta kedekatan dengan Allah SWT.

Momentum ini juga menjadi refleksi universal umat Islam, di mana jutaan jamaah haji berkumpul di Arafah, sementara umat Islam lainnya berpuasa dan berdoa di tempat masing-masing. Ada kesatuan spiritual yang melampaui batas geografis.

Transformasi Spiritual Nyata

Puasa Arafah pada 9 Zulhijah bukan sekadar amalan sunnah biasa. Ia adalah ibadah dengan dimensi teologis yang dalam, historis yang kuat, dan spiritual yang luas.

Dengan keutamaan yang mampu menghapus dosa dua tahun, membebaskan dari api neraka, serta menjadi waktu terbaik untuk berdoa, puasa ini layak menjadi prioritas bagi setiap Muslim.

Namun, yang terpenting bukan hanya menjalankannya, melainkan memahami maknanya. Sebab, dari situlah puasa Arafah tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga transformasi spiritual yang nyata.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar