Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal, Niat & Keutamaannya

Kompas.com, 30 April 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam tidak hanya disibukkan dengan persiapan kurban, tetapi juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah.

Di antara yang paling utama adalah puasa Tarwiyah dan Arafah, dua ibadah yang sering disebut sebagai “gerbang spiritual” sebelum hari raya.

Meski terlihat sederhana, kedua puasa ini menyimpan keutamaan besar yang kerap membuat umat Islam berlomba-lomba mengamalkannya.

Lalu, kapan tepatnya puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan pada 2026? Apa saja bacaan niat dan keutamaannya?

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Amalan Utamanya

Memahami Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada awal bulan Dzulhijjah, tepat sebelum Idul Adha.

Keduanya memiliki keterkaitan erat dengan rangkaian ibadah haji, khususnya momentum di Arafah yang menjadi puncak pelaksanaan haji.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sementara puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan waktu wukuf bagi jamaah haji.

Dalam tradisi Islam, dua hari ini bukan sekadar tanggal dalam kalender, melainkan fase persiapan spiritual yang sarat makna.

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar dibanding hari-hari lainnya.

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang diproyeksikan pada tahun 1447 H, bulan Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Mei 2026.

Dengan demikian, jadwal puasa sunnah tersebut adalah:

  • Senin, 25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H)
  • Selasa, 26 Mei 2026: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H)

Tanggal ini masih menunggu penetapan resmi melalui sidang isbat, namun secara hisab telah menjadi acuan awal bagi umat Islam.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunnah. Berikut bacaan niat yang umum diamalkan, sebagaimana dikutip dari buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Muhammad Syukron Maksum.

Niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Puasa Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah kerap disebut sebagai pembuka rangkaian ibadah menjelang Idul Adha. Meski tidak sepopuler puasa Arafah, amalan ini memiliki nilai tersendiri.

Dalam sejumlah riwayat dan penjelasan ulama, puasa Tarwiyah diyakini dapat menghapus dosa setahun serta mendatangkan keberkahan hidup.

Selain itu, ia menjadi sarana melatih kesabaran dan kesiapan spiritual sebelum memasuki hari-hari puncak ibadah.

Keutamaan Puasa Arafah

Jika Tarwiyah adalah pembuka, maka puasa Arafah adalah puncaknya. Keutamaan puasa ini sangat masyhur dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah Al-Anshari.

Rasulullah SAW menyebut bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, bagi mereka yang tidak sedang menunaikan haji.

Namun, bagi jamaah yang sedang berada di Arafah, puasa tidak dianjurkan. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki energi yang cukup untuk menjalankan wukuf secara maksimal.

Perspektif Spiritual: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Dalam kajian tasawuf, puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga latihan pengendalian diri secara menyeluruh.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa adalah sarana membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam konteks Tarwiyah dan Arafah, puasa menjadi bentuk kesiapan batin untuk menyambut Idul Adha, hari yang sarat dengan nilai pengorbanan dan keikhlasan.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits

Siapa yang Dianjurkan Berpuasa?

Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi seluruh umat Islam, baik yang berhaji maupun tidak. Bahkan sebagian ulama menganjurkan memperbanyak puasa sejak awal Dzulhijjah.

Sementara itu, puasa Arafah secara khusus dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Bagi jamaah haji, fokus utama adalah menjalankan wukuf di Arafah.

Momentum Menyambut Idul Adha

Pada akhirnya, puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Ia adalah momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan memperdalam hubungan spiritual dengan Allah.

Di tengah kesibukan dunia, dua hari ini menjadi ruang jeda yang menghadirkan ketenangan sekaligus harapan. Sebuah kesempatan untuk “membersihkan diri” sebelum memasuki hari raya.

Maka, ketika Idul Adha tiba, yang dirayakan bukan hanya penyembelihan hewan kurban, tetapi juga keberhasilan menaklukkan diri sendiri melalui ibadah yang tulus dan penuh kesadaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan 1 Muharram Rabu 17 Juni 2026
Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan 1 Muharram Rabu 17 Juni 2026
Aktual
Presiden Jerman Terharu Lihat Istiqlal-Katedral, Menag: Sulit Ditemukan di Belahan Dunia Lain
Presiden Jerman Terharu Lihat Istiqlal-Katedral, Menag: Sulit Ditemukan di Belahan Dunia Lain
Aktual
Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Aktual
Tahun Baru Islam: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Tahun Baru Islam: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Muharam 1448 H Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnahnya
Muharam 1448 H Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnahnya
Aktual
Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan
Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan
Aktual
Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama
Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama
Aktual
Menangis Haru, Penjual Sayur Asal Kebumen: Orang seperti Saya Kok Bisa Berhaji
Menangis Haru, Penjual Sayur Asal Kebumen: Orang seperti Saya Kok Bisa Berhaji
Aktual
Hijrah dan Politik Unta
Hijrah dan Politik Unta
Aktual
Niat Puasa 1 Muharram Lengkap dengan Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya
Niat Puasa 1 Muharram Lengkap dengan Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
30 Prompt AI Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H untuk Dibagikan di Media Sosial
30 Prompt AI Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
Apa Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram? Ini Penjelasan dan Sejarahnya
Apa Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram? Ini Penjelasan dan Sejarahnya
Aktual
Pesantrenku Aman Hadir di Lampung, PBNU Perkuat Ekosistem Perlindungan Santri
Pesantrenku Aman Hadir di Lampung, PBNU Perkuat Ekosistem Perlindungan Santri
Aktual
Kemenag Rilis Posisi Hilal Awal Muharam 1448 H, Ini Hasilnya
Kemenag Rilis Posisi Hilal Awal Muharam 1448 H, Ini Hasilnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com