Editor
KOMPAS.com-Wukuf di Arafah menjadi rukun terpenting dalam rangkaian ibadah haji.
Ibadah ini dilaksanakan pada 9 Zulhijah dan menjadi momen utama bagi jamaah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Oleh karena itu, jamaah haji diimbau memanfaatkan waktu tersebut dengan memperbanyak ibadah dan doa.
Baca juga: Jadwal Haji 2026 Lengkap: Masuk Asrama, Berangkat, Wukuf, hingga Pulang ke Indonesia
Dilansir dari Muhammadiyah, setelah memasuki waktu wukuf, jamaah dianjurkan mendengarkan khutbah Arafah yang disampaikan imam atau pemimpin rombongan.
Khutbah tersebut berisi nasihat, tuntunan ibadah, serta penguatan spiritual agar jamaah menjalani wukuf dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Setelah khutbah, jamaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara jamak takdim.
Kedua salat dikerjakan pada waktu Zuhur, masing-masing dua rakaat bagi jamaah yang memenuhi syarat qasar.
Pelaksanaannya dilakukan dengan satu azan dan dua iqamah.
Ketentuan ini merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW saat menunaikan ibadah haji.
Usai shalat, jamaah dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bertalbiyah, beristigfar, berselawat, serta memanjatkan doa.
Hari Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama Zulhijah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah...” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan doa pada hari Arafah:
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah...” (HR. at-Tirmidzi)
Zikir tersebut dianjurkan dibaca berulang-ulang selama wukuf, disertai doa memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan hidup.
Baca juga: Wukuf di Arafah: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, Dalil, Syarat, dan Doa yang Dibaca
Hari Arafah juga dikenal sebagai hari pembebasan dari api neraka.
Allah SWT membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang wukuf di hadapan para malaikat.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ
“Tidak ada satu hari pun yang Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah...” (HR. Muslim)
Karena itu, jamaah dianjurkan memanfaatkan waktu wukuf dengan taubat yang sungguh-sungguh.
Jamaah diharapkan menyesali dosa yang telah lalu, memperbanyak istigfar, serta memohon ampunan dengan hati yang khusyuk dan ikhlas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang