Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan

Kompas.com, 25 April 2026, 00:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah terus mematangkan persiapan menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah.

Tiga layanan utama yang menjadi fokus saat ini meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

Seluruh persiapan dikebut agar jamaah dapat menjalani ibadah dengan nyaman setibanya di Kota Makkah.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan

Kedatangan gelombang pertama jamaah dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026.

Dilansir dari Antara, Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas sektor untuk segera mengecek kesiapan fasilitas hotel yang akan ditempati jamaah.

"Yang paling pokok layanan akomodasi mulai sekarang sudah kita siapkan. Teman-teman di sektor sudah kita instruksikan untuk segera mengecek seluruh hotel, termasuk fasilitas di dalamnya seperti tempat tidur, kamar mandi, ruang makan, mushala, hingga lobi," kata Ihsan di Kantor Daker Makkah, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa

Hotel Jamaah Haji Dicek Menyeluruh

Pemeriksaan hotel dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi layak dan siap digunakan jamaah.

Fasilitas yang diperiksa meliputi tempat tidur, kamar mandi, ruang makan, mushala, hingga area lobi.

Langkah ini dilakukan agar jamaah dapat beristirahat dengan nyaman setelah menjalani perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Konsumsi Jamaah Jadi Perhatian Utama

Selain akomodasi, layanan konsumsi juga menjadi perhatian penting PPIH Arab Saudi.

Petugas memastikan dapur-dapur penyedia katering di Makkah terus dipantau secara intensif setiap hari.

Menurut Ihsan, peninjauan terhadap dapur katering sudah dilakukan sejak kedatangan tim pendahulu atau advance team.

Hal itu untuk menjamin makanan jamaah terjaga dari sisi kualitas, kebersihan, dan kecukupan gizi.

Bus Shalawat Siap Beroperasi 24 Jam

Untuk mendukung mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram, layanan transportasi Bus Shalawat juga telah dipersiapkan. Bus tersebut akan beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari.

Ihsan menjelaskan, halte Bus Shalawat ditata agar memudahkan akses jamaah. Halte akan ditempatkan di depan hotel berkapasitas besar atau dijadikan titik kumpul bersama bagi beberapa hotel yang lokasinya berdekatan.

"Dari situlah nanti para jamaah akan bergerak dari akomodasinya masing-masing untuk diantarkan ke Masjidil Haram. Begitu juga sebaliknya, dari Masjidil Haram ada beberapa terminal penjemputan seperti Terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka'bah untuk mengantarkan jamaah kembali ke hotelnya masing-masing," ujar Ihsan.

Seluruh persiapan dipercepat karena jamaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan mulai bergerak ke Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah.

"Jamaah haji gelombang pertama Insya Allah kurang lebih tanggal 29 atau 30 April (tiba di Makkah). Karena rombongan yang menjadi pelopor kedatangan pertama di Madinah kemarin, itulah nanti yang juga akan berangkat pertama ke Makkah pada akhir April ini," ujar Ihsan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Aktual
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Aktual
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Aktual
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Aktual
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Doa dan Niat
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Aktual
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com