Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah

Kompas.com, 25 Juli 2026, 15:36 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Shalat merupakan ibadah wajib yang menjadi tiang agama bagi setiap Muslim.

Karena menjadi ibadah yang paling utama, tata cara pelaksanaannya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW agar sah dan bernilai ibadah.

Namun, masih banyak kesalahan saat shalat yang dilakukan tanpa disadari, baik ketika shalat sendiri maupun berjamaah.

Baca juga: Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Quran dan Hadits

Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim memahami berbagai kekeliruan tersebut agar shalat semakin khusyuk, sempurna, dan sesuai syariat.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Shalat

Berikut sejumlah kesalahan yang masih sering dijumpai ketika melaksanakan shalat berdasarkan hadis Nabi SAW dan penjelasan para ulama.

Baca juga: Doa dan Cara Mengatasi Shalat Tidak Khusyuk agar Lebih Fokus Beribadah

1. Memandang ke Langit Saat Shalat

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengangkat pandangan ke arah langit ketika sedang shalat. Padahal, Rasulullah SAW telah melarang perbuatan tersebut dengan peringatan yang tegas.

مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلَاتِهِمْ فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ حَتَّى قَالَ لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ

“Mengapa ada orang yang mengarahkan pandangan mereka ke langit ketika shalat?” Suara beliau semakin meninggi hingga beliau bersabda, “Hendaklah mereka segera menghentikan hal itu, atau Allah benar-benar akan mencabut penglihatan mereka.” (HR. Bukhari)

Karena itu, pandangan ketika shalat dianjurkan tetap tertuju ke tempat sujud agar lebih khusyuk dan mengikuti tuntunan Nabi SAW.

2. Menutup Mata Tanpa Alasan

Sebagian orang memilih memejamkan mata saat shalat dengan alasan agar lebih khusyuk. Namun, para ulama menjelaskan bahwa menutup mata tanpa kebutuhan hukumnya makruh.

Syekh Shalih Al-Fauzan menjelaskan:

ويكره في الصلاة تغميض عينيه لغير حاجة؛ لأن ذلك من فعل اليهود، وإن كان التغميض لحاجة، كأن يكون أمامه ما يهوش عليه صلاته ؛ كالزخارف والتزويق فلا يكره إغماض عينيه عنه

“Dimakruhkan menutup kedua mata dalam shalat tanpa alasan, karena hal tersebut termasuk kebiasaan orang Yahudi. Namun, jika ada kebutuhan misalnya di hadapannya terdapat sesuatu yang bisa mengganggu kekhusyukan shalat-nya, seperti ornamen atau hiasan maka tidak mengapa memejamkan mata.”

Dengan demikian, memejamkan mata hanya dibolehkan apabila terdapat sesuatu yang benar-benar mengganggu konsentrasi selama shalat.

3. Sujud Tidak Dilakukan dengan Sempurna

Kesalahan lain yang masih sering ditemukan adalah sujud yang tidak memenuhi ketentuan syariat. Dalam sujud, terdapat tujuh anggota tubuh yang harus menempel di tempat sujud.

Rasulullah SAW bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ

“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan tujuh anggota: kening (beliau memberi isyarat dengan tangannya menunjuk hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, serta ujung jari-jari kaki. Dan janganlah menahan rambut atau pakaian.” (HR. Bukhari)

Dalam praktiknya, masih ada orang yang hanya menempelkan kening tanpa hidung atau mengangkat telapak kaki sehingga ujung jari tidak menyentuh lantai. Hal tersebut termasuk kekeliruan yang perlu dihindari agar sujud dilakukan secara sempurna.

4. Tidak Meluruskan dan Merapatkan Saf

Saat shalat berjamaah, meluruskan serta merapatkan saf merupakan bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan. Karena itu, imam biasanya mengingatkan jamaah untuk memperbaiki posisi barisan sebelum shalat dimulai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Luruskanlah barisan kalian, sebab lurusnya saf merupakan bagian dari tegaknya shalat.” (HR. Bukhari)

Setiap jamaah dianjurkan memperhatikan posisi kanan dan kiri, lalu merapatkan barisan agar saf menjadi lurus dan rapi sesuai tuntunan Nabi SAW.

5. Berbicara, Tertawa, atau Tidak Khusyuk

Shalat merupakan ibadah ketika seorang hamba sedang bermunajat kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, berbicara, tertawa, atau melakukan hal-hal yang melalaikan dapat merusak bahkan membatalkan shalat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya shalat ini tidak boleh di dalamnya terdapat ucapan manusia. Ia hanyalah dzikir, tasbih, takbir, dan bacaan Al-Quran.” (HR. Muslim)

Menjaga kekhusyukan sejak takbiratul ihram hingga salam menjadi salah satu cara agar shalat dapat dilaksanakan dengan baik.

6. Membaca Bacaan Shalat Terlalu Keras

Kesalahan lain yang juga masih dijumpai adalah membaca doa atau bacaan shalat dengan suara keras hingga mengganggu orang lain.

Padahal, selain pada bacaan yang memang disyariatkan untuk dikeraskan, bacaan shalat dianjurkan dilakukan dengan suara yang lembut dan penuh ketundukan.

Allah SWT berfirman:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, serta dengan suara yang tidak keras, pada waktu pagi dan petang. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A'raf: 205)

Ayat tersebut mengajarkan pentingnya menjaga adab dalam berdzikir dan berdoa, termasuk ketika melafalkan bacaan di dalam shalat.

Sebagai ibadah yang menjadi tiang agama, shalat perlu dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar sah dan sempurna.

Dengan menghindari berbagai kesalahan tersebut, seorang Muslim dapat meningkatkan kualitas shalat sekaligus meraih kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
Aktual
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Aktual
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Aktual
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Aktual
Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Aktual
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Aktual
Menlu RI dan Negara Muslim Kecam Keras Eskalasi Israel di Al-Aqsa
Menlu RI dan Negara Muslim Kecam Keras Eskalasi Israel di Al-Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar