Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiagakan tim kesehatan di area Bandara Madinah untuk melayani kedatangan jamaah haji Indonesia.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar setiap jamaah yang baru tiba dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke pemondokan.
Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dari layanan awal setibanya jamaah di Arab Saudi.
Baca juga: Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Upaya tersebut juga dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional kedatangan jamaah haji.
Dilansir dari Antara, Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir mengatakan, jamaah yang terdeteksi kurang sehat saat tiba di Bandara Madinah akan segera ditangani tim kesehatan PPIH Arab Saudi.
“Untuk jamaah yang tiba di bandara Madinah kalau mereka diketahui dalam keadaan yang tidak sehat, maka nanti akan segera dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan PPIH Arab Saudi ini," ujar Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Baca juga: PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
Bagi jamaah yang dinyatakan sehat, proses kedatangan dilanjutkan dengan tahapan keimigrasian serta penghitungan ulang manifes penumpang.
Setelah seluruh prosedur selesai, jamaah langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan untuk diberangkatkan ke tempat penginapan di Madinah.
Skema ini dilakukan agar alur kedatangan jamaah berjalan tertib, cepat, dan nyaman setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia.
Berdasarkan data PPIH per Jumat pagi waktu Arab Saudi, sebanyak 35 kelompok terbang (kloter) telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.
“Ada 13.686 orang, di antara sekian jamaah tersebut, ada 2.720 orang yang masuk kategori lansia," ujar Basir.
Jumlah jamaah lanjut usia yang cukup besar membuat kesiapan layanan kesehatan dan pendampingan menjadi perhatian utama petugas di lapangan.
Pemerintah juga mengimbau jamaah calon haji Indonesia yang telah tiba di Madinah agar menjaga kondisi tubuh selama menjalani ibadah di Tanah Suci. Jamaah diminta memperbanyak minum dan mewaspadai cuaca panas.
Saat ini, suhu udara di Madinah diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius dengan kelembapan sekitar 25 persen.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan dan dehidrasi apabila jamaah kurang menjaga stamina.
"Kami mengimbau jamaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang