Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menengok Semangat Teman Tuli Banyuwangi Mengeja Ayat Suci Lewat Gerak Tangan

Kompas.com, 8 Juni 2026, 13:06 WIB
Fitri Anggiawati,
Khairina

Tim Redaksi

 

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Jemari Dwi Agustini bergerak perlahan mengikuti arahan pengajar di hadapannya.

Tatapannya fokus, sesekali mengernyit saat berusaha mengingat bentuk isyarat yang baru dipelajari.

Di surau sederhana yang berdampingan dengan Rumah Al-Irsyad di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, perempuan 29 tahun itu sedang belajar membaca Al-Qur'an.

Baca juga: Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun

Tak terdengar lantunan ayat seperti lazimnya pengajian.

Yang tampak justru puluhan pasang tangan bergerak lincah membentuk huruf demi huruf.

Dalam keheningan itulah, ayat-ayat suci dipelajari melalui bahasa isyarat.

Setiap Minggu, surau tersebut menjadi tempat berkumpulnya para Teman Tuli dari berbagai wilayah Banyuwangi.

Mereka mengikuti kegiatan Ngaji Bareng Tuli yang digelar Rumah Quran Sahabat Tuli Irsyadut Tholibien Banyuwangi.

Bagi Dwi, perjalanan menuju tempat mengaji bukanlah perkara mudah.

Ia harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari rumahnya di Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat.

Namun jarak itu tak pernah menjadi alasan untuk absen.

Keinginan mengenal Al-Qur'an telah lama tersimpan dalam dirinya.

Selama bertahun-tahun, ia merasakan betapa terbatasnya akses belajar agama bagi Orang Tuli.

"Kami ingin mengenal Al-Qur'an karena Allah. Selama ini kami Tuli belum pernah belajar ngaji seperti orang umum yang mengaji pakai berbicara, namun kami tidak bisa berbicara dan mendengar. Hari ini kami belajar kegiatan ngaji pakai bahasa isyarat," tulis Dwi.

Baca juga: Arab Saudi Bagikan 1,9 Juta Al Quran Terjemahan 80 Bahasa ke Jamaah Haji Dunia

Sebelum menemukan tempat belajar tersebut, Dwi berusaha belajar sendiri.

Ia menghafalkan isyarat hijaiyah dan bahasa isyarat keislaman secara mandiri.

Ia juga sempat berpindah-pindah tempat belajar.

Namun baru di Rumah Quran Sahabat Tuli, ia merasa menemukan ruang yang benar-benar memahami kebutuhannya.

Tak masalah baginya harus kembali memulai dari Iqro jilid satu.

Yang terpenting, kini ia memiliki kesempatan belajar yang selama ini sulit diperoleh.

"Kami senang bisa mengaji Al-Qur'an pakai bahasa isyarat," ujarnya.

Di sudut lain ruangan, Buhari tampak tak kalah bersemangat.

Pelajar kelas X SLB Bina Insani Bangsring itu datang dari Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo.

Ia menempuh jarak 31 kilometer untuk sampai ke sana.

Dengan tenang, remaja 16 tahun tersebut memperagakan bahasa isyarat Surat Al-Fatihah yang baru dipelajarinya.

Gerakannya mantap.

Sesekali ia tersenyum ketika mendapat apresiasi dari pengajar.

Saat ditanya bagaimana pendapatnya tentang kegiatan itu, jawabannya sederhana.

"Bagus," katanya singkat.

Meski hanya satu kata, jawaban itu seolah mewakili perasaan banyak peserta yang hadir hari itu.

Sebab bagi mereka, belajar mengaji bukan hanya soal mengenal huruf dan ayat.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan kesempatan yang selama ini sulit dijangkau: kesempatan untuk belajar agama dengan cara yang bisa mereka pahami.

Baca juga: Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran

Pembuka Jalan

Di tengah keterbatasan akses pendidikan keagamaan bagi penyandang tuli, surau kecil di Temenggungan itu menjadi ruang yang membuka jalan.

Dalam bahasa yang tak bersuara, mereka menemukan cara untuk mendekat kepada kitab sucinya.

Dan setiap pekan, melalui gerakan tangan yang sederhana, mereka terus mengeja satu demi satu ayat, meniti jalan menuju pemahaman yang selama ini mereka rindukan.

Di balik terselenggaranya Ngaji Bareng Tuli, terdapat perjalanan panjang yang telah dirintis sejak bertahun-tahun lalu.

Direktur Laznas Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi dan sekretaris Pimpinan Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Taufiq Shaleh, mengungkapkan, Banyuwangi pernah memiliki seorang guru SLB bernama Ustadz Zarkasyi yang mengembangkan bahasa isyarat khusus untuk pembelajaran huruf hijaiyah bagi Orang Tuli.

Namun, sebelum metode tersebut berkembang lebih jauh, Ustadz Zarkasyi meninggal dunia.

Kondisi itu membuat upaya pembelajaran Al-Qur'an untuk Teman Tuli sempat kehilangan arah karena sulitnya menemukan guru yang mampu mengajar menggunakan bahasa isyarat.

Baca juga: Keutamaan Puasa Ramadhan Menurut Alquran dan Hadis

Titik terang muncul ketika Kementerian Agama merilis bahasa isyarat hijaiyah.

Sejumlah anggota komunitas Tuli kemudian mempelajari metode tersebut dan mendapatkan pelatihan hingga mampu menjadi pengajar.

Di saat yang sama, komunitas Tuli juga menginginkan tempat belajar yang tetap karena selama ini harus berpindah-pindah lokasi.

"Kami akhirnya sepakat. Kami siapkan tempat dan fasilitas, mereka belajar mengaji di sini," ujarnya.

Program yang baru berjalan sekitar sebulan itu kini diikuti 20 hingga 25 peserta dari berbagai wilayah Banyuwangi.

Untuk mendukung pembelajaran, Al-Irsyad menyediakan tempat, buku mengaji, serta metode yang terus disesuaikan dengan kebutuhan penyandang tuli.

"Harapan kami semoga kegiatan ini bisa istikamah, kontinyu, dan konsisten. Yang terpenting teman-teman Tuli bisa mengaji dan kami memfasilitasi agar prosesnya berjalan lancar," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Aktual
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Aktual
Menlu RI dan Negara Muslim Kecam Keras Eskalasi Israel di Al-Aqsa
Menlu RI dan Negara Muslim Kecam Keras Eskalasi Israel di Al-Aqsa
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Memuliakan Anak dalam Islam
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Memuliakan Anak dalam Islam
Aktual
Danantara Syariah dan Pentingnya Ekonomi Berjamaah
Danantara Syariah dan Pentingnya Ekonomi Berjamaah
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Jangan Percaya Bulan Safar Membawa Sial, Gantungkan Takdir Hanya kepada Allah SWT
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Jangan Percaya Bulan Safar Membawa Sial, Gantungkan Takdir Hanya kepada Allah SWT
Aktual
Hukum Membelakangi Mimbar Saat Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah?
Hukum Membelakangi Mimbar Saat Khutbah Jumat, Apakah Shalat Tetap Sah?
Aktual
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Hukum Tajwid Lengkap: Jenis, Pengertian, dan Contoh Bacaan
Aktual
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Azan dan Iqamah Dilakukan Orang yang Berbeda? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Amalan Rutin untuk Lebih Dekat dengan Rasulullah SAW
Aktual
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar