Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran

Kompas.com, 24 April 2026, 17:55 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Suasana ibadah di sekitar Masjidil Haram kini disertai pengawasan ketat dari otoritas Arab Saudi.

Sejak Kamis (23/4/2026), petugas keamanan mulai melakukan pemeriksaan acak kepada jamaah haji di sejumlah titik strategis di Kota Makkah.

Kebijakan ini perlu menjadi perhatian jamaah haji Indonesia agar aktivitas ibadah tetap berjalan lancar.

Baca juga: Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah

Jamaah diimbau selalu membawa dokumen resmi setiap kali keluar hotel maupun menuju tempat ibadah.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemeriksaan dilakukan di jalur utama menuju Masjidil Haram, termasuk kawasan terminal Jabal Ka’bah dan akses pejalan kaki.

Jamaah yang melintas diminta menunjukkan dokumen resmi seperti Kartu Nusuk dan visa haji.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi menertibkan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus membedakan jamaah resmi dan non-prosedural.

Baca juga: Kartu Nusuk untuk Haji 2026: Fungsi, Cara Pakai, dan Aturan Jika Kartu Hilang

Kartu Nusuk Wajib Dibawa Setiap Saat

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menegaskan pentingnya kedisiplinan jamaah Indonesia untuk selalu membawa identitas resmi selama berada di Tanah Suci.

“Kartu Nusuk harus selalu dibawa, terutama saat beraktivitas di luar hotel atau saat menuju tempat ibadah. Itu menjadi syarat utama akses,” tegasnya, Jumat (24/6/2026) pagi waktu Arab Saudi.

Dengan meningkatnya pengawasan, jamaah diminta tidak meninggalkan kartu identitas di hotel.

Kartu Nusuk kini menjadi dokumen penting untuk menunjang kelancaran mobilitas jamaah selama musim haji.

Fungsi Kartu Nusuk bagi Jamaah Haji

Lebih dari sekadar kartu identitas, Kartu Nusuk berfungsi sebagai kunci akses jamaah selama berada di Arab Saudi.

Di dalam kartu tersebut tersimpan data penting jamaah, seperti nama, foto, tanggal lahir, hingga lokasi penginapan. Seluruh informasi itu terintegrasi dengan sistem layanan haji Arab Saudi.

Keberadaan kartu ini memudahkan proses verifikasi identitas, pengaturan akses, hingga pelayanan jamaah di lapangan.

Distribusi Kartu Nusuk Dilakukan Sejak di Indonesia

Untuk musim haji 2026, distribusi Kartu Nusuk dilakukan lebih awal. Jamaah bahkan telah menerima dan mengaktifkan kartu tersebut sejak berada di embarkasi di Indonesia melalui kerja sama dengan pihak syarikah.

Ihsan menyebut langkah tersebut dilakukan agar seluruh jamaah tiba di Arab Saudi dalam kondisi siap, baik dari sisi administrasi maupun teknis.

“Komitmennya, sebelum berangkat jamaah sudah memegang Kartu Nusuk yang aktif. Jadi tidak ada lagi kendala saat di lapangan,” ujarnya.

Dengan sistem pengawasan yang semakin tertib dan terintegrasi, jamaah diimbau tidak lengah selama beraktivitas di Makkah.

Membawa Kartu Nusuk kini bukan lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi penentu kelancaran ibadah, akses layanan, dan mobilitas jamaah di sekitar Masjidil Haram.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Waspada di Tanah Suci: Pemeriksaan Acak, Kartu Nusuk Jadi 'Tiket Hidup' Jamaah Haji".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
Aktual
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Aktual
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Doa dan Niat
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Aktual
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Aktual
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Aktual
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Aktual
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Aktual
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna 'Khairun Minhum'
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna "Khairun Minhum"
Aktual
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Aktual
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Aktual
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Aktual
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Aktual
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com