KOMPAS.com - Aplikasi gaya hidup Muslim, Muslim Pro, menggandeng Maybank Syariah Indonesia untuk menghadirkan ekosistem haji digital yang terintegrasi melalui layanan Amanah Pro.
Kolaborasi ini disebut sebagai model Islamic Banking as a Service (iBaaS), yang menghubungkan layanan perbankan syariah dengan komunitas digital Muslim dalam satu platform.
Kerja sama tersebut diperkenalkan dalam acara media gathering bertajuk “Dari Niat ke Nyata — Perjalanan Menuju Baitullah Dimulai Hari Ini”.
Hal ini bertujuan memudahkan masyarakat Muslim, khususnya generasi muda, dalam mempersiapkan perjalanan haji dan umrah melalui akses layanan keuangan syariah yang dapat dilakukan secara digital.
Group Managing Director & CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, mengatakan inisiatif tersebut lahir dari masukan para pengguna yang selama ini menyampaikan kebutuhan akan solusi yang dapat membantu mereka mewujudkan rencana berhaji sejak dini.
Menurut dia, hasil survei yang dilakukan Muslim Pro menunjukkan bahwa banyak pengguna memiliki keinginan kuat untuk berangkat ke Tanah Suci, tetapi masih menghadapi kendala terkait kesiapan finansial dan literasi keuangan.
Baca juga: Selamat Jalan Jemaah Haji Indonesia, Rinduku Membersamai Mabrurmu..
“Jadi, sangat jelas bagi kami bahwa terkadang kita melupakan beberapa hal mendasar yang bisa kita lakukan. Anda tidak harus melakukannya besok, Anda bisa mulai dari hal kecil. Tidak pernah ada kata terlalu terlambat atau terlalu dini untuk memulai,” kata Nafees di Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, Muslim Pro melihat adanya kesenjangan antara aspirasi masyarakat Muslim untuk berhaji dan langkah nyata yang dilakukan untuk mempersiapkannya.
Karena itu, platform tersebut berupaya menghadirkan fitur yang dapat membantu pengguna memulai perjalanan menuju Baitullah dengan lebih mudah.
“Masalahnya adalah orang-orang menjadi takut ketika memikirkan bahwa ini adalah tugas yang sangat besar. Semua orang ingin pergi ke sana, tetapi untuk pergi ke sana membutuhkan persiapan finansial dan nonfinansial. Bagi anak muda, itu menjadi tugas yang bahkan lebih besar lagi untuk dipikirkan,” ujarnya.
Nafees menambahkan, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar Muslim Pro dengan jutaan pengguna aktif.
Sebagian besar pengguna berasal dari kelompok usia 18 hingga 35 tahun dan aktif memanfaatkan aplikasi untuk membaca Al-Qur’an, melihat jadwal salat, hingga mencari arah kiblat.
Menurutnya, keberadaan layanan perencanaan haji dalam aplikasi yang telah digunakan sehari-hari diharapkan dapat membuat perjalanan menuju Baitullah semakin dekat dengan kehidupan pengguna.
“Ketika mereka terus melihat ini setiap kali masuk untuk membaca Al-Qur’an atau untuk salat, perjalanan mereka ke Makkah akan lebih membekas dalam pikiran mereka. Kami berharap perjalanan menuju Baitullah menjadi sesuatu yang hadir setiap hari,” tuturnya.
Sementara itu, Sharia Business Unit Director Maybank Syariah Indonesia, Romy H. Buchari, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah baru dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Menurut dia, kerja sama antara perbankan syariah dan komunitas digital Muslim dalam model iBaaS masih relatif baru di Indonesia.
“Ini uniknya kolaborasi yang kita lakukan. Kita menyebutnya Islamic Banking as a Service, di mana infrastruktur yang ada di Maybank kita leverage untuk membantu teman-teman di komunitas Muslim Pro,” ujar Romy.
Baca juga: Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Ia menilai kolaborasi tersebut dapat mempertemukan kekuatan masing-masing pihak. Muslim Pro memiliki komunitas pengguna yang luas, sementara Maybank menyediakan layanan dan infrastruktur keuangan yang telah memenuhi regulasi.
“Muslim Pro tentu bukan bank dan kami bukan Muslim Pro. Tetapi komunitas Muslim Pro mempunyai kebutuhan yang bisa kami bantu dari sisi layanan perbankan dan keuangan,” katanya.
Romy menjelaskan, pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Meski pangsa pasar perbankan syariah secara nasional masih berada di kisaran 7,5 persen, pertumbuhannya tercatat mencapai dua digit dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perbankan konvensional.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.
“Kami melihat ada awareness yang semakin tinggi dan banyak masyarakat yang ingin kembali kepada nilai-nilai keyakinannya. Itu salah satu indikasi yang kami lihat dari pertumbuhan tersebut,” ungkap Romy.
Dalam kesempatan yang sama, Head Sharia Product Management Maybank Indonesia, Baginda Saumar, mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah masih banyak masyarakat yang menganggap persiapan haji sebagai sesuatu yang bisa dilakukan nanti ketika usia sudah lebih tua.
Padahal, antrean keberangkatan haji di sejumlah daerah di Indonesia dapat mencapai puluhan tahun sehingga persiapan perlu dilakukan lebih awal.
“Masih banyak masyarakat Muslim yang menganggap haji itu urusan nanti-nanti saja. Padahal pemahaman keagamaan sekarang sudah semakin muda. Karena itu, bagaimana caranya kita bisa menjangkau generasi muda agar mulai mempersiapkan perjalanan tersebut dari sekarang,” kata Baginda.
Baca juga: Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Ia menjelaskan, Amanah Pro dirancang untuk memudahkan pengguna Muslim Pro membuka rekening dan mulai menabung secara digital tanpa harus datang ke kantor cabang. P
roses pembukaan rekening dilakukan secara daring dengan verifikasi identitas, autentikasi berlapis, serta pemeriksaan data melalui sistem yang terhubung dengan Dukcapil.
Menurut Baginda, layanan tersebut diharapkan dapat mengubah niat menjadi tindakan nyata melalui proses yang sederhana dan mudah diakses.
“Kami ingin membangun mindset bahwa kapabilitas untuk memulai perjalanan haji itu sudah ada di depan mata. Sudah bisa dilakukan dan sudah bisa diaksikan. Jadi ketika seseorang memiliki niat, dia bisa langsung mulai menabung dari sekarang,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, Muslim Pro dan Maybank Syariah berharap dapat memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat Muslim Indonesia mempersiapkan perjalanan haji dan umrah sejak dini melalui ekosistem digital yang terintegrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang