Editor
KOMPAS.com - Setelah melaksanakan sholat Tarawih, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sebagai bentuk ikhtiar memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang paling sering dibaca setelah Tarawih adalah Doa Kamilin, yakni doa yang berisi permohonan agar Allah menjadikan hamba-Nya sebagai orang-orang yang sempurna imannya.
Berikut adalah ulasan singkat dan lengkap tentang Doa Kamilin, seperti dirangkum dari laman MUI dan Gramedia.
Nama Doa Kamilin berasal dari kalimat pembukanya yang memuat permohonan agar menjadi golongan kamilin atau orang-orang yang sempurna dalam keimanan dan ketakwaan.
Karena itulah, doa ini tidak hanya dikenal sebagai doa penutup Tarawih, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai harapan untuk menjadi pribadi Muslim yang lebih baik.
Baca juga: Doa dan Cara Mengatasi Shalat Tidak Khusyuk agar Lebih Fokus Beribadah
Arab:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin: Allahumma ij‘alnaa bil-iimaan kaamiliin, walil-faraa’idh mu-addiin, walish-shalaati haafidziin, waliz-zakaati faa‘iliin, walimaa ‘indaka thaalibiin, wali ‘afwika raajiin, wabil-hudaa mutamassikiin, wa ‘anil-laghwi mu‘ridhiin, wa fid-dunyaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin, wabil-qadhaa’i raadhiin, walin-na‘maa’i syaakiriin, wa ‘alal-balaa’i shaabiriin, wa tahta liwaa’i Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam yaumal qiyaamati saairiin, wa ‘alal haudhi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minan naari naajiin, wa ‘alaa sariiril karaamati qaa‘idiin, wa bihuurin ‘iin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin, wa min tha‘aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaaribiin, bi akwaabin wa abaariqa wa ka’sin mim ma‘iinin ma‘al ladziina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyin wash-shiddiqiin wash-syuhadaa’i wash-shaalihiin, wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaah, wa kafaa billaahi ‘aliimaa. Allahumma ij‘alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifatil mubaarakah minas su‘adaa’il maqbuuliin, wa laa taj‘alnaa minal asyqiyaail marduudiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma‘iin, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, menunaikan kewajiban-kewajiban, menjaga shalat, menunaikan zakat, mencari sesuatu yang ada di sisi-Mu, mengharapkan ampunan-Mu, berpegang teguh pada petunjuk-Mu, berpaling dari perkara yang sia-sia, zuhud terhadap dunia, senang terhadap akhirat, ridho dengan ketetapan-Mu, bersyukur atas nikmat-Mu, bersabar menghadapi cobaan, berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari Kiamat, mengunjungi telaga (Kautsar), masuk ke dalam surga, selamat dari neraka, duduk di atas ranjang kemuliaan, menikahi bidadari, mengenakan sutera tebal dan tipis yang indah, menikmati makanan surga, minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cerek, dan piala yang berasal dari mata air surga, bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Mereka itulah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang berbahagia dan diterima amalnya. Janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang sengsara dan ditolak amalnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Seperti yang telah dijelaskan, Doa Kamilin dianjurkan dibaca karena arti dan kandungannya.
Dengan kandungan yang begitu lengkap, Doa Kamilin menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dibaca selama bulan Ramadhan, terutama setelah sholat Tarawih.
Doa ini sekaligus menjadi penutup rangkaian ibadah malam dengan memohon kesempurnaan iman, keberkahan hidup, dan kebahagiaan di dunia serta akhirat.
Doa Kamilin diawali dengan permohonan agar Allah menjadikan hamba-Nya memiliki iman yang sempurna.
Kesempurnaan iman menjadi landasan bagi seorang Muslim dalam menjalankan seluruh perintah agama dengan penuh keikhlasan.
Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih mudah berpegang teguh pada petunjuk Allah, menjauhi perkara yang sia-sia, serta lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kenikmatan dunia.
Dalam doa ini juga terdapat harapan agar Allah memberikan kemampuan untuk menjaga berbagai bentuk ibadah.
Ibadah yang disebutkan antara lain menunaikan shalat, membayar zakat, serta senantiasa mencari segala sesuatu yang diridhai Allah.
Doa tersebut mengajarkan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ampunan-Nya.
Doa Kamilin memuat permohonan agar seorang Muslim memperoleh ridha Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Hal itu tergambar melalui harapan untuk diterima amal ibadah, diberi kebahagiaan, selamat dari siksa neraka, serta dimasukkan ke dalam surga bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Doa ini juga mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat, bersabar menghadapi ujian, dan menerima setiap ketetapan Allah dengan lapang hati.
Selain memohon keberkahan di akhirat, Doa Kamilin juga berisi permintaan agar Allah memberikan kekuatan untuk menunaikan seluruh kewajiban sebagai seorang Muslim.
Kewajiban tersebut mencakup menjalankan ibadah wajib, memegang teguh ajaran Islam, dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui doa ini, seorang Muslim berharap dapat istiqamah dalam menjalankan perintah Allah hingga akhir hayat dan memperoleh balasan terbaik di sisi-Nya.
Anjuran untuk membaca Doa Kamilin bukan tanpa alasan, namun ada keutamaan yang bisa diraih setiap muslim yang membacanya.
Doa Kamilin lazim dibaca setelah pelaksanaan sholat Tarawih sebagai penutup rangkaian ibadah malam di bulan Ramadhan.
Isi doanya yang mencakup berbagai permohonan kebaikan, mulai dari kesempurnaan iman hingga keselamatan di akhirat bisa menjadi pelengkap yang menyempurnakan rangkaian ibadah Tarawih.
Doa Kamilin berisi ungkapan harapan agar seorang Muslim semakin dekat dengan Allah melalui iman, ibadah, dan amal saleh.
Di dalamnya juga terdapat permohonan ampunan, petunjuk, serta keridhaan Allah dalam setiap langkah kehidupan, serta menjadi ikhtiar untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Kandungan Doa Kamilin mengajarkan sikap sabar, syukur, dan tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Permohonan agar diterima amal ibadah dan diberikan kebahagiaan di dunia maupun akhirat dapat menumbuhkan rasa optimistis dan ketenangan batin.
Dengan demikian, doa ini menjadi pengingat untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT.
Dalam mengamalkannya, ada waktu tertentu untuk membaca Doa Kamilin.
Doa Kamilin umumnya dibaca setelah selesai sholat Tarawih dan sebelum atau sesudah sholat Witir, sesuai kebiasaan di masing-masing masjid atau musala. Waktu tersebut dipilih karena menjadi momen berkumpulnya jamaah untuk menutup rangkaian ibadah malam di bulan Ramadhan.
Di banyak masjid, Doa Kamilin dibaca secara berjamaah dengan dipimpin imam atau seorang pembaca doa, kemudian diaminkan oleh seluruh jamaah.
Tradisi ini menjadi bagian dari amalan Ramadhan yang telah lama dipraktikkan di berbagai daerah, terutama di kalangan masyarakat Indonesia.
Doa Kamilin identik dengan bulan Ramadhan karena menjadi bagian dari tradisi setelah sholat Tarawih.
Meski demikian, kandungan doanya berisi permohonan yang bersifat umum sehingga tetap baik diamalkan kapan saja. Namun, pembacaannya paling sering dijumpai sepanjang malam-malam Ramadhan sebagai pelengkap ibadah.
Doa Kamilin tidak termasuk doa yang diajarkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bacaan khusus setelah sholat Tarawih.
Oleh karena itu, membacanya tidak memiliki ketentuan hukum wajib maupun sunnah yang bersifat khusus.
Meski demikian, membaca Doa Kamilin setelah sholat Tarawih diperbolehkan dan termasuk amalan yang baik karena isi doanya dipenuhi pujian kepada Allah serta berbagai permohonan kebaikan, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Setelah menunaikan sholat Tarawih, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengisi malam Ramadhan dengan berbagai amal saleh.
Setelah selesai sholat Tarawih, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir sebagai bentuk mengingat Allah SWT. Bacaan seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar dapat menjadi amalan untuk menenangkan hati sekaligus menambah pahala.
Dzikir juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan menjaga hati agar senantiasa dekat dengan Allah.
Waktu setelah sholat Tarawih merupakan salah satu kesempatan yang baik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Umat Islam dapat memohon ampunan, keberkahan, kemudahan dalam urusan, kesehatan, serta kebaikan di dunia dan akhirat.
Salah satu doa yang banyak diamalkan pada waktu ini adalah Doa Kamilin karena berisi berbagai permohonan yang lengkap.
Membaca Al-Qur'an setelah sholat Tarawih juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama selama bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an.
Banyak umat Islam memanfaatkan waktu setelah Tarawih untuk melanjutkan tadarus, baik secara individu maupun berjamaah.
Dengan memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an, seorang Muslim dapat meningkatkan keimanan sekaligus meraih pahala yang berlipat ganda selama Ramadhan.
Kandungan Doa Kamilin memuat berbagai permohonan kebaikan yang mencakup urusan dunia dan akhirat.
Di dalamnya terdapat harapan agar Allah memudahkan hamba-Nya dalam beribadah, melimpahkan ampunan dan ridha, memberikan kesabaran saat menghadapi ujian, menerima seluruh amal, serta menganugerahkan surga dan menyelamatkan dari siksa neraka.
Di Indonesia, Doa Kamilin telah lama menjadi amalan yang hampir selalu dibaca setelah sholat Tarawih selama bulan Ramadhan.
Popularitasnya juga tercermin dari keberadaan doa ini dalam sejumlah kitab doa yang disusun oleh para ulama Nusantara.
Salah satu kitab yang memuat Doa Kamilin adalah Silah al-Mujarrab, karya Almaghfurlah KH Maftuh Basthul Birri, pendiri Pondok Pesantren Murottilil Qur'an Lirboyo, Kediri.
Kitab tersebut dikenal sebagai kumpulan doa dan amalan yang banyak diamalkan oleh masyarakat Muslim di Indonesia.
Selain itu, Doa Kamilin juga tercantum dalam kitab Majmu'ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu'iyyah, yaitu kompilasi doa yang disusun oleh Almaghfurlah KH Abdullah Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Tuban.
Dalam pengantar kitabnya, KH Abdullah Faqih menjelaskan bahwa doa-doa yang dihimpun merupakan ijazah dari sejumlah ulama, yaitu Kiai Abdul Hadi (Langitan), Kiai Ma'shum (Lasem), Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, dan Syekh Yasin bin Isa Al-Fadani.
Beliau juga menegaskan memberikan ijazah atau restu (ijazah munawalah) kepada siapa pun yang mengamalkan doa-doa tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang