Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat

Kompas.com, 23 Juli 2026, 16:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang bulan safar yang disusun KH A Muzaini Aziz, Lc., M.A, Sekretaris 2 MUI Kota Tangerang seperti dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?

Khutbah I

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي شَرَعَ لَنَا دِيْنًا قَوِيْمًا، وَهَدَانَا إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَوَعَدَ مَنْ لَزِمَ الصِّرَاطَ أَجْرًا جَزِيلاً وَتَوَابًا عَظِيمًا، وَتَوَعْدَ مَنْ حَادَ عَنْهُ بِأَنَّ لَهُ عَذَابًا أَلِيمًا. أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَصَفِيهُ مِنْ خَلْقِهِ وَخَلِيْلَهُ اللَّهُمَّ صَلَّ وَزِدْ وَبَارِكْ عَلَى النَّبِيِّ الْمُخْتَارِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأطهار الأخيار، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى دَارِ القَرَارِ، وَسَلِّمْ عَلَيهِمْ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا.

أما بعد، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أَوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى العزيز الغفار.

فَقَدْ قَالَ تَعَالَى (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ).

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Di hari yang mulia ini, mari kita basahi lisan kita dengan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, Dzat yang telah menghamparkan bumi sebagai tempat berlabuh dan menghiasi jiwa kita dengan iman sebagai kompas kehidupan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada sang pembawa lentera kebenaran, Baginda Nabi Muhammad SAW, pribadi yang tidak hanya membangun rumah ibadah, namun juga membangun fondasi kemanusiaan yang abadi.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Saat ini kita tengah berada di bulan Safar, bulan kedua dari 12 bulan Kalender Hijriyah.

Di antara keunikan bulan Safar adalah adanya kepercayaan sebagian kalangan bahwa bulan Shafar ini adalah bulan yang penuh kesialan dan kenahasan, khususnya di hari Rabu terakhir di bulan Safar, yang di sebagian daerah biasa disebut dengan istilah "Rabu Wekasan".

Akibat dari keyakinan tersebut, di bulan Safar sebagian orang merasa khawatir untuk menikah, mengambil keputusan penting, mengeksekusi rencana bisnis, melakukan perjalanan jauh dan sebagainya, karena takut tertimpa kesialan saat melakukan hal itu semua.

Lalu bagaimana pandangan Islam terkait kepercayaan bahwa Safar adalah bulan sial atau nahas ini?

Jamaah Jumat yang Berlimpah Rahmat dari Allah SWT,

Mari sejenak kita perhatikan hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَة وَلَا صَفَرَ

"Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, dari Nabi SAW, beliau bersabda: 'Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya (tanpa izin Allah), tidak boleh meramal dengan burung, tidak boleh berprasangka buruk akan datangnya bencana dan tidak ada keburukan (kenahasan atau kesialan) di bulan Shafar.'" (HR Al-Bukhari)

Zumratal Mukminin Rahimakumullah,

Penting untuk kita ketahui bahwa keyakinan tentang kesialan atau kenahasan di bulan Safar bukan hanya ada di kalangan sebagian umat Islam Indonesia saja, ternyata kepercayaan jenis ini adalah warisan zaman Jahiliyah.

Di dalam kitab Sunan Abi Daud, terdapat hadis yang menyinggung hal itu. Disebutkan bahwa ada seorang sahabat menyampaikan kabar kepada Nabi mengenai kepercayaan orang jahiliyah terkait kesialan di bulan Safar.

سَمِعْتُ أَنْ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ يَسْتَشْنِمُونَ بِصَفر، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا صَفَرَ

"Aku mendengar bahwa orang-orang Jahiliyah meyakini kesialan pada bulan Shafar, maka Nabi SAW pun bersabda: 'Tidak ada (kesialan) pada bulan Shafar.'"

Lebih jauh lagi, di dalam kitab Al-Fatawa al-Haditsiyyah, pada halaman 20 termaktub bahwa ketika Imam Ibnu Hajar al-Haitami (seorang ulama besar dari mazhab Syafi'i) ditanya tentang kesialan dan kebahagiaan (keberuntungan) serta tentang hari-hari dan malam-malam yang tepat untuk mengadakan perjalanan atau perpindahan, maka jawaban beliau adalah sebagai berikut:

مَنْ يَسْأَلُ عَنِ النَّحَسِ وَمَا بَعْدَهُ لا يُجَابُ إِلا بِالإِعْرَاضِ عَنْهُ وَتَسْفِيْهِ مَا فَعَلَهُ وَيُبَيِّنُ لَهُ قَبْحَهُ، وَأَنْ ذلِكَ مِنْ سُنَّةِ الْيَهُودِ لَا مِنْ هَدْيِ الْمُسْلِمِينَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَى خَالِقِهِمْ وَبَارِئِهِمُ الَّذِينَ لَا يَحْسَبُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ، وَمَا يُنْقَلُ مِنَ الْأَيَّامِ الْمَنْقُوطَةِ وَنَحْوهَا عَنْ عَلِيّ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ بَاطِلٌ كَذَبٌ لَا أَصْلَ لَهُ فَلْيَحْذَرْ مِنْ ذَلِكَ وَاللَّهُ أَعْلَمُ.

"Barang siapa bertanya tentang (hari) sial dan sebagainya maka tidak perlu dijawab pertanyaannya tersebut, kecuali dengan sikap memalingkan diri darinya (sebagai tanda kebencian terhadap apa yang ditanyakan) dan membodohkan apa yang ia lakukan itu dan menerangkan keburukan hal tersebut kepadanya, sesungguhnya semua itu merupakan tradisi orang Yahudi dan bukan termasuk ajaran kaum muslimin yang berserah diri kepada Sang Maha Penciptanya, yang tidak main hitung-hitungan (ramalan keberuntungan dan kesialan) dan terhadap Tuhannya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip dari sahabat Ali karramallahu wajhah tentang hari-hari nahas, hal tersebut adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali. Maka berhati-hatilah dari semua itu. Wallahu A'lam."

Ma'asyiral Mukminin Rahimakumullah,

Sebagai hamba Allah yang beriman, tentu kita harus kritis dan meluruskan kepercayaan batil seperti ini. Keyakinan bahwa bulan Safar penuh dengan kesialan dan membawa kenahasan adalah warisan dari tradisi Yahudi, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafi'i, dan juga residu dari tradisi jahiliyah, sebagaimana yang diungkap di dalam Sunan Abi Daud di atas.

Keyakinan seperti ini setidaknya memiliki efek buruk sebagaimana berikut:

Pertama, dapat menodai akidah dan tauhid kita. Akibat dari keyakinan tersebut kita menjadi percaya bahwa makhluk, waktu atau hal lainnya memiliki kekuatan untuk mencelakakan manusia.

Kedua, dapat merusak mental kita. Jika kita percaya pada kesialan dan kenahasan suatu waktu tertentu, kita akan hidup dalam pesimisme dan dihantui keragu-raguan, bahkan juga ketakutan untuk melangkah.

Dalam akidah Islam, segala kebaikan dan keburukan, manfaat dan mudharat, semua hanya dapat terjadi atas izin Allah SWT, bukan karena kalender atau waktu tertentu. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam surat At-Taghabun ayat 11:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Kaffatal Muwahhidin Rahimakumullah,

Secara prinsipil, semestinya kita sadari bahwa seluruh detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun yang kita lalui hanya berisi kesialan dan kenahasan serta kerugian bagi kita semua, kecuali jika kita menjalani semua waktu tersebut dalam bingkai keimanan kepada Allah SWT danbmemanfaatkannya untuk beramal saleh, serta saling mengingatkan satu sama lain tentang kebaikan.

Bukankah kita sudah hapal dan mengerti firman Allah SWT dalam surat Al-'Ashr berikut:

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصلحاتِ وَتَوَاصَوْا بِالحَقِّ ، وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa (waktu). Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."

Shadaqallahul 'Adhim. Mahabenar Allah atas segala firman-Nya.

Demikianlah yang bisa khatib sampaikan. Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari berbagai kepercayaan dan keyakinan yang dapat menggerus keimanan kita.

Semoga Allah SWT mengokohkan keyakinan kita, bahwa hanya kepada-Nya kita berlindung dan hanya kepada-Nya kita berserah diri. Dan semoga Allah mudahkan kita untuk dapat mengisi setiap waktu yang berjalan dalam hidup kita dengan amal saleh yang diridhai-Nya. Amin ya Rabbal 'alamin.

بارك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآن الكريم وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم

أقولُ قَوْلِي هذا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar