Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih

Kompas.com, 17 September 2026, 20:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kebahagiaan dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan harta atau pencapaian, tetapi juga kondisi yang membuat kehidupan terasa nyaman dan tenang.

Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Rahmadi Wibowo menjelaskan empat tanda kebahagiaan dalam kehidupan dunia berdasarkan hadits Nabi SAW.

Baca juga: Bolehkah Menolak Ajakan Silaturahmi? Ini Penjelasan Islam

Hal itu disampaikan Rahmadi dalam kajian di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Ahad (13/9/2026).

Menurutnya, kebahagiaan dalam Islam berkaitan dengan ketenangan yang dirasakan dalam diri dan dapat tercermin melalui berbagai keadaan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Psikologi di Balik Kebiasaan Membiarkan Kopi Jadi Dingin, Tanda Suka Menunda Kebahagiaan?

4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam

Rahmadi mengutip hadits Nabi SAW yang menyebut sejumlah keadaan sebagai tanda kebahagiaan seseorang:

مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ الْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ

“Di antara kebahagiaan seseorang adalah memiliki tetangga yang saleh, kendaraan yang nyaman, dan tempat tinggal yang lapang.”

hadits tersebut menyebut tiga tanda kebahagiaan, yakni tetangga yang baik, kendaraan yang nyaman, dan tempat tinggal yang lapang. Dalam riwayat lain, lanjut Rahmadi, disebutkan pula pasangan yang saleh.

1. Memiliki Tetangga yang Baik

Tanda kebahagiaan yang pertama adalah memiliki tetangga yang baik. Menurut Rahmadi, kehidupan bertetangga menjadi bagian penting dari kenyamanan seseorang karena lingkungan sosial yang baik memungkinkan warga saling membantu dan menjaga.

Ia mengibaratkan hubungan sosial semacam ini dengan istilah “pagar mangkok”, yakni keamanan yang lahir dari kepedulian dan hubungan baik antarwarga.

Menurutnya, pagar fisik dapat membatasi sebuah rumah, tetapi hubungan baik dengan tetangga memberikan bentuk perlindungan sosial yang lebih luas. Ketika hubungan antartetangga terbangun dengan baik, kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman.

2. Memiliki Kendaraan yang Nyaman

Tanda kebahagiaan berikutnya adalah memiliki kendaraan yang nyaman. Rahmadi menjelaskan bahwa kendaraan berkaitan dengan kemudahan seseorang menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari mencari nafkah, beribadah, hingga menjalin silaturahmi.

Kendaraan yang dimaksud tidak harus berupa kendaraan pribadi. Sarana transportasi umum maupun layanan transportasi yang tersedia juga dapat menjadi bagian dari kemudahan mobilitas seseorang.

“Al-markabul hani, kendaraan yang nyaman,” terangnya.

Kendaraan yang memberikan kemudahan mobilitas dapat membantu seseorang menjalankan berbagai keperluan dengan lebih baik.

3. Memiliki Rumah yang Lapang

Rumah yang lapang menjadi tanda kebahagiaan ketiga. Rahmadi menjelaskan, al-maskanu al-wasi’ tidak semata-mata berkaitan dengan luas bangunan, tetapi juga suasana yang tercipta di dalam rumah.

Rumah idealnya menjadi tempat yang hidup dengan Al-Qur’an, pembelajaran agama, dan ibadah. Rahmadi mengingatkan hadits Nabi Saw agar rumah tidak dijadikan seperti kuburan.

Ia menjelaskan bahwa salat wajib memiliki tempat utama di masjid bagi laki-laki, sedangkan salat-salat sunah dapat dikerjakan di rumah. Kehadiran ibadah di rumah membuat tempat tinggal memiliki suasana yang hidup dan memberikan ketenangan bagi penghuninya.

4. Memiliki Pasangan yang Salih

Tanda kebahagiaan yang keempat adalah memiliki pasangan yang salih. Rahmadi menjelaskan bahwa kata salih memiliki makna sesuatu yang memberikan manfaat dan kebaikan.

Dalam kehidupan keluarga, pasangan yang saleh dapat menghadirkan kebaikan bagi pasangannya.

Prinsip yang sama juga terlihat pada anak yang salih, yang dapat memberikan manfaat kepada orang tua melalui perhatian dan perawatan ketika masih hidup serta doa setelah orang tua meninggal.

Rahmadi mengingatkan doa untuk kedua orang tua:

“Rabbighfir li wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira.”

Menurutnya, kebiasaan beribadah dan berdoa membuat seseorang lebih mudah mengingat kedua orang tuanya. Kehadiran pasangan dan keluarga yang saleh menjadi bagian dari kebahagiaan karena menghadirkan hubungan yang saling memberi kebaikan.

Kebahagiaan Berkaitan dengan Ketenangan Hati

Empat tanda tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan dunia dapat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.

Tetangga yang baik memberikan kenyamanan sosial, kendaraan yang nyaman memudahkan mobilitas, rumah yang lapang menghadirkan ruang kehidupan yang sehat, dan pasangan yang saleh membawa kebaikan dalam keluarga.

Namun, Rahmadi mengingatkan bahwa kebahagiaan pada akhirnya berakar pada kondisi batin seseorang.

“Kesimpulan hadits tentang kebahagiaan itu tempatnya di dalam dada, hati atau jiwa. Cirinya bahagia itu tenang, tentram, luas,” pungkasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Aktual
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Aktual
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Aktual
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Aktual
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Aktual
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Aktual
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Aktual
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Harian
5 Tanda Keluarga Sakinah Menurut Al-Qur'an dan Sunnah
5 Tanda Keluarga Sakinah Menurut Al-Qur'an dan Sunnah
Aktual
Darah Haid Berhenti lalu Keluar Lagi, Bolehkah Berhubungan Suami Istri?
Darah Haid Berhenti lalu Keluar Lagi, Bolehkah Berhubungan Suami Istri?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar