Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya

Kompas.com, 17 September 2026, 18:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Shalat fardhu atau shalat 5 waktu merupakan ibadah wajib yang dikerjakan umat Islam dalam waktu yang telah ditentukan.

Setiap shalat memiliki ketentuan waktu dan jumlah rakaat berbeda, serta diawali dengan niat sesuai shalat yang dikerjakan.

Baca juga: Ini Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu, Lengkap dari Istighfar hingga Tahlil

Apa Saja Shalat Fardhu 5 Waktu?

Shalat fardhu 5 waktu terdiri dari Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Kelima shalat tersebut wajib dikerjakan umat Islam yang telah memenuhi syarat.

Jumlah rakaatnya yaitu Subuh 2 rakaat, Dzuhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat, Maghrib 3 rakaat, dan Isya 4 rakaat.

Baca juga: Niat Shalat Subuh Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Niat Shalat Fardhu 5 Waktu

Setiap muslim harus tahu lafal niat shalat 5 waktu. Dalam melafalkan niat shalat mengucapkannya dengan mulut dibarengi didalam hati.

Bacaan niat shalat fardhu terdiri dari niat shalat Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Berikut bacaan niat shalat wajib 5 waktu beserta artinya untuk pelaksanaan sendiri dan berjamaah.

Niat Shalat Subuh

Shalat Subuh ditunaikan dalam dua rakaat dengan waktu mulai sejak terbitnya fajar shadiq sampai terbitnya matahari.

Niat Shalat Subuh Sendiri

اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'aalaa.

Niat Shalat Subuh Berjamaah

اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا/ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol subhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an Imaaman (sebagai imam)/Ma'muuman (menjadi ma'mum) Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat shalat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/sebagai Imam atau sebagai Ma'mum karena Allah Ta'ala.

Niat Shalat Dzuhur

Shalat Dzuhur waktu dikerjakanya di tengah siang atau di waktu terang mulai sejak tergelincir matahari sampai bayangan setiap benda menyamai panjang bendanya. Shalat Dzuhur dikerjakan empat rakaat.

Niat Shalat Dzuhur Sendiri

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol dzuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'aalaa.

Niat Shalat Dzuhur Berjamaah

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا / مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol dzuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an /Imaaman (sebagai imam)/Ma'muuman (menjadi ma'mum) Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat shalat fardu dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/sebagai Imam atau sebagai Ma'mum karena Allah Ta'ala.

Niat Shalat Ashar

Shalat Ashar dilaksanakan dengan jumlah empat rakaat. Adapun waktu dikerjakannya mulai sejak bayangan benda sedikit melebihi bendanya, sampai matahari terbenam.

Niat Shalat Ashar Sendiri

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol ashri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'ala.

Niat Shalat Ashar Berjamaah

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا / مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol ashri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Imaaman (sebagai imam)/Ma'muuman (menjadi ma'mum) Lillaahi Ta'ala.

Artinya: Saya berniat shalat fardu ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/sebagai Imam atau sebagai Ma'mum karena Allah Ta'ala.

Niat Shalat Maghrib

Shalat Maghrib berjumlah tiga rakaat dilakukan sejak matahari terbenam, hingga mega merah di langit sudah tak tampak lagi.

Niat Shalat Maghrib Sendiri

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol magribi tsalasa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'ala.

Niat Shalat Maghrib Berjamaah

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا / مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol magribi tsalasa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Imaaman (sebagai imam)/Ma'muuman (menjadi ma'mum) Lillaahi Ta'ala.

Artinya: Saya berniat shalat fardu maghrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/sebagai Imam atau sebagai Ma'mum karena Allah Ta'ala.

Niat Shalat Isya

Shalat Isya berjumlah empat rakaat dengan waktu pelaksanaannya dimulai sejak hilangnya mega merah, sampai terbit fajar shadiq (fajar yang pancaran cahayanya membentang atau secara horizontal) atau di malam hari.

Niat Shalat Isya Sendiri

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol 'Isya-i arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Lillaahi Ta'aalaa.

Niat Shalat Isya Berjamaah

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا / مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal niatnya: Usholli fardhol 'Isya-i arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an Imaaman (sebagai imam)/Ma'muuman (menjadi ma'mum) Lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat sholat fardu isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/sebagai Imam atau sebagai Ma'mum karena Allah Ta'ala.

Kapan Waktu Shalat 5 Waktu?

Waktu shalat 5 waktu berbeda-beda sesuai dengan posisi matahari dan perubahan cahaya di langit. Secara umum, waktu pelaksanaan masing-masing shalat adalah sebagai berikut:

  • Shalat Subuh: dimulai sejak terbit fajar hingga sebelum matahari terbit.
  • Shalat Dzuhur: dimulai setelah matahari tergelincir dan berlangsung hingga masuk waktu Ashar.
  • Shalat Ashar: dimulai setelah berakhirnya waktu Dzuhur dan berlangsung hingga sebelum matahari terbenam.
  • Shalat Maghrib: dimulai setelah matahari terbenam hingga hilangnya syafaq atau mega merah.
  • Shalat Isya: dimulai setelah hilangnya syafaq atau mega merah hingga pertengahan malam.

Ketentuan waktu tersebut dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadis. Dalam Al-Quran, Allah berfirman:

“Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” [al-Isra’ (17): 78].

Pada ayat lain, Allah berfirman:

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang” [Taha (20): 130].

Hadis merinci waktu salat. “Dari ‘Abdullah Ibn ‘Amr (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw bersabda: Waktu Zuhur adalah ketika matahari tergelincir dan (berlangsung hingga) bayangan orang sama dengan badannya selama belum masuk waktu Asar. Waktu Asar berlangsung sampai matahari belum menguning. Waktu salat Magrib berlangsung sampai hilangnya safak. Waktu salat Isya berlangsung hingga pertengahan malam. Dan waktu salat Subuh adalah dari terbit fajar sampai sebelum matahari terbit …” [HR Muslim].

Menurut Ketua Divisi Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Zulbaidah, penjelasan al Quran dan Hadis tentang waktu-waktu salat selalu dikaitkan dengan fenomena alam.

Shalat fardhu diawali dengan matahari tergelincir (zuhur), kemudian bayang-bayang suatu benda sama dengan bendanya (ashar), setelah itu matahari terbenam (maghrib), dilanjutkan dengan hilangnya mega merah (isya), dan sampai pada fajar yang menyingsing (subuh).

“Pergerakan bumi mengitari matahari dan perputaran bumi pada orbitnya mengakibatkan terjadinya pergantian siang dan malam. Waktu siang dan malam tersebut sebagai pergantian waktu, termasuk di dalamnya diatur waktu pelaksanaan salat fardu,” ucap Zulbaidah dalam Gerakan Subuh Mengaji pada Sabtu (24/02).

Menurut Zulbaidah, Zuhur hingga Ashar merupakan pergantian sing ke waktu sore. Maghrib di kala matahari telah terbenam. Salat isya dilakukan pada saat langit gelap. Subuh dilaksanakan saat langit ada cahaya putih di ufuk.

Shalat fardhu 5 waktu memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda berdasarkan tanda-tanda alam.

Ketentuan tersebut mencakup Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya dengan jumlah rakaat masing-masing.

Selain memperhatikan waktu shalat, umat Islam juga perlu mengetahui bacaan niat untuk setiap shalat, baik ketika dikerjakan sendiri maupun berjamaah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar