Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Kompas.com, 13 Mei 2026, 16:18 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kebahagiaan dirasakan Muhammad Daffa Alyusri setelah sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.

Peternak asal Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara itu mengaku tidak menyangka sapi miliknya dipilih sebagai ternak kurban Presiden.

Sapi jenis Brahman Cross miliknya dibeli dengan harga Rp82 juta dan akan disembelih di Masjid Jamik Babussalam.

Alyusri kini bertugas merawat sapi tersebut hingga waktu pengiriman menjelang Hari Raya Idul Adha.

Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh

Alyusri Mengaku Tak Menyangka Sapinya Dipilih

Muhammad Daffa Alyusri mengaku sangat bahagia karena sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.

"Sangat senang sekali. Ngak terduga," kata Alyusri pada Tribunpekanbaru.com, Rabu (13/5/2026) dengan nada gembira.

Menurut Alyusri, ini menjadi kali pertama sapi miliknya dipilih sebagai hewan kurban Presiden. Pada tahun-tahun sebelumnya, sapi peliharaannya belum pernah terpilih.

Baca juga: Mengintip Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Grobogan, Bobot Capai 1,1 Ton, Seharga Rp 112 Juta

Ia mengatakan sapi tersebut dibeli dengan harga Rp 82 juta. Alyusri menyebut harga itu sesuai dengan nilai pasar saat ini.

"Sudah untung harga segitu bang. Makanya senang juga," katanya sembari tertawa.

Sapi Jenis Brahman Cross Berbobot 830 Kilogram

Sapi milik Alyusri merupakan jenis Brahman Cross, yakni peranakan sapi Australia. Bobot sapi tersebut mencapai 830 kilogram.

Ia menjelaskan proses penimbangan sapi dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri lalu. Saat itu, kondisi pemberian pakan disebut belum maksimal sehingga bobot sapi diperkirakan masih terus bertambah.

"Kalau sekarang dah tambah gemuk lah. Kan dikasih makanan terus. Tambah beratnya tapi harganya tetap," katanya.

Awalnya Tidak Laku-laku, Lalu Dibeli Presiden

Alyusri juga menceritakan awal mula dirinya membeli sapi Brahman Cross tersebut. Dua tahun lalu, warga desa tetangga menawarkan dua ekor sapi yang saat itu dalam kondisi sakit.

Meski demikian, ia tetap membeli kedua sapi tersebut dan melakukan perawatan secara rutin hingga akhirnya pulih dan tumbuh sehat. Saat dibeli, usia sapi sudah mencapai empat tahun.

Menurut Alyusri, satu ekor sapi lainnya sempat dipotong tahun lalu karena tidak kunjung laku dijual.

"Tahun lalu itu dipotong satu ekor. Karena mikir kok ngak laku-laku. Jadilah balik modal," terangnya.

Sementara sapi yang kini dipilih menjadi hewan kurban Presiden disebut memberinya keuntungan lebih besar dibanding sebelumnya.

"Kalau yang sekarang ini, dah untung. Makanya senang," ujarnya.

Sapi Kurban Akan Diantar ke Lokasi Penyembelihan

Alyusri mengatakan dirinya kini bertugas merawat sapi tersebut hingga Hari Raya Idul Adha tiba.

Ia juga bertanggung jawab mengantarkan sapi kurban Presiden itu ke Masjid Jamik Babussalam sebagai lokasi penyembelihan.

Terpilihnya sapi milik Alyusri menjadi hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal di Rokan Hulu.

Selain memberi keuntungan ekonomi, momen tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap peternak daerah yang berhasil merawat ternak berkualitas.

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul "Sapinya Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo, Warga Rohul Ini Sangat Senang".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar