Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik Jelang Idul Adha

Kompas.com, 5 Mei 2026, 17:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan hewan ternak di Kabupaten Sleman mulai meningkat.

Permintaan masyarakat terhadap hewan kurban tetap tinggi meski harga sapi di tingkat peternak mengalami kenaikan.

Kondisi ini terlihat di sejumlah kandang ternak yang mulai ramai pembeli. Kenaikan harga pun dinilai masih dalam batas wajar.

Baca juga: Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Ketentuan Pembagian Termasuk untuk Sahibul Kurban

Harga Sapi Kurban Naik di Tingkat Peternak

Di Kelompok Ternak Karya Tunggal, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, harga sapi tercatat naik sekitar Rp1 juta per ekor. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.

Sekretaris Kelompok Ternak, Trisno Dul Rahman menyebut rata-rata harga sapi saat ini berada di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 28 juta per ekor.

Baca juga: Kurban Sapi untuk 7 Orang atau 7 Keluarga? Ini Penjelasan Syariat dan Pendapat Ulama

"Harganya mundak (naik) sedikit, kurang lebih Rp1 juta per ekor," katanya, Selasa (5/5/2026).

Harga tertinggi, yakni Rp 28 juta, berlaku untuk sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dan Limousin.

Penjualan Lebih Mudah, Pesanan Sudah Masuk Sejak Awal

Trisno menilai penjualan ternak tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total populasi 40 hingga 60 ekor sapi di kelompok tersebut, sebanyak 18 ekor telah terjual.

Permintaan bahkan sudah muncul sejak dua bulan lalu, ditandai dengan adanya pemesanan dan pembayaran uang muka (DP) oleh konsumen.

Di kandang ternak Pedukuhan Nyamplung Kidul, tersedia berbagai jenis sapi seperti Limousin, Metal, hingga Peranakan Ongole.

"Kalau yang banyak dicari jenis Limousin karena dagingnya lebih padat. Pembelinya dari warga lokal saja sekitar Balecatur. Ada juga dari Sidoarum, Godean," imbuhnya.

Stok Sapi dan Domba untuk Kurban Masih Kurang

Kenaikan harga sapi kurban juga dipengaruhi oleh keterbatasan ketersediaan ternak di Sleman.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto menyampaikan bahwa kebutuhan sapi dan domba masih belum terpenuhi.

Kebutuhan sapi kurban di Sleman mencapai 9.235 ekor, sementara ketersediaan saat ini baru 3.854 ekor. Artinya, masih terdapat kekurangan sebanyak 5.381 ekor.

Untuk domba, kebutuhan mencapai 15.750 ekor, sedangkan ketersediaan baru 7.811 ekor, sehingga masih kurang 7.939 ekor. Sementara itu, komoditas kambing justru dalam kondisi surplus.

"Untuk menutupi kekurangan sapi dan domba, kami membuka keran bagi pedagang untuk mendatangkan ternak dari luar Sleman. Kami juga akan memonitor pasar tiban yang diprediksi muncul 300 titik. Nanti dua minggu menjelang Idul Adha, kami mulai muter untuk memonitoring pasar tiban. Kami muter untuk memastikan kesehatan hewannya," kata dia.

Pemantauan Harga dan Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman dan TPID DIY telah melakukan pemantauan langsung ke kandang ternak hingga Pasar Hewan Ambarketawang.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengakui adanya tren kenaikan harga hewan ternak menjelang Idul Adha. Meski demikian, ia berharap kenaikan tersebut tidak membebani masyarakat.

"Fokus kami memantau terkait kesehatan hewan. Kalau harga, mudah-mudahan meskipun ada kenaikan, tapi tidak memberatkan masyrakat untuk melaksanakan kurban dan tetap terjangkau. Stok ketersediaannya juga diharapkan bisa tercukupi," kata dia.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com denga judul “Jelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar