Editor
KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan hewan ternak di Kabupaten Sleman mulai meningkat.
Permintaan masyarakat terhadap hewan kurban tetap tinggi meski harga sapi di tingkat peternak mengalami kenaikan.
Kondisi ini terlihat di sejumlah kandang ternak yang mulai ramai pembeli. Kenaikan harga pun dinilai masih dalam batas wajar.
Baca juga: Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Ketentuan Pembagian Termasuk untuk Sahibul Kurban
Di Kelompok Ternak Karya Tunggal, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, harga sapi tercatat naik sekitar Rp1 juta per ekor. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.
Sekretaris Kelompok Ternak, Trisno Dul Rahman menyebut rata-rata harga sapi saat ini berada di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 28 juta per ekor.
Baca juga: Kurban Sapi untuk 7 Orang atau 7 Keluarga? Ini Penjelasan Syariat dan Pendapat Ulama
"Harganya mundak (naik) sedikit, kurang lebih Rp1 juta per ekor," katanya, Selasa (5/5/2026).
Harga tertinggi, yakni Rp 28 juta, berlaku untuk sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dan Limousin.
Trisno menilai penjualan ternak tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total populasi 40 hingga 60 ekor sapi di kelompok tersebut, sebanyak 18 ekor telah terjual.
Permintaan bahkan sudah muncul sejak dua bulan lalu, ditandai dengan adanya pemesanan dan pembayaran uang muka (DP) oleh konsumen.
Di kandang ternak Pedukuhan Nyamplung Kidul, tersedia berbagai jenis sapi seperti Limousin, Metal, hingga Peranakan Ongole.
"Kalau yang banyak dicari jenis Limousin karena dagingnya lebih padat. Pembelinya dari warga lokal saja sekitar Balecatur. Ada juga dari Sidoarum, Godean," imbuhnya.
Kenaikan harga sapi kurban juga dipengaruhi oleh keterbatasan ketersediaan ternak di Sleman.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto menyampaikan bahwa kebutuhan sapi dan domba masih belum terpenuhi.
Kebutuhan sapi kurban di Sleman mencapai 9.235 ekor, sementara ketersediaan saat ini baru 3.854 ekor. Artinya, masih terdapat kekurangan sebanyak 5.381 ekor.
Untuk domba, kebutuhan mencapai 15.750 ekor, sedangkan ketersediaan baru 7.811 ekor, sehingga masih kurang 7.939 ekor. Sementara itu, komoditas kambing justru dalam kondisi surplus.
"Untuk menutupi kekurangan sapi dan domba, kami membuka keran bagi pedagang untuk mendatangkan ternak dari luar Sleman. Kami juga akan memonitor pasar tiban yang diprediksi muncul 300 titik. Nanti dua minggu menjelang Idul Adha, kami mulai muter untuk memonitoring pasar tiban. Kami muter untuk memastikan kesehatan hewannya," kata dia.
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman dan TPID DIY telah melakukan pemantauan langsung ke kandang ternak hingga Pasar Hewan Ambarketawang.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengakui adanya tren kenaikan harga hewan ternak menjelang Idul Adha. Meski demikian, ia berharap kenaikan tersebut tidak membebani masyarakat.
"Fokus kami memantau terkait kesehatan hewan. Kalau harga, mudah-mudahan meskipun ada kenaikan, tapi tidak memberatkan masyrakat untuk melaksanakan kurban dan tetap terjangkau. Stok ketersediaannya juga diharapkan bisa tercukupi," kata dia.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com denga judul “Jelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang