Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Sapi Kurban di Bantul Naik Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Akui Pasokan Terbatas

Kompas.com, 5 Mei 2026, 17:50 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, harga hewan kurban di Kabupaten Bantul mulai mengalami kenaikan.

Kenaikan ini dipicu keterbatasan stok di tengah tingginya permintaan masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah kurban tahun ini.

Pemerintah daerah pun melakukan pemantauan terhadap peternak dan distribusi hewan kurban. Meski demikian, harga dinilai masih dalam kondisi terkendali.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik Jelang Idul Adha

Dilansir dari TribunJogja.com, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat adanya kenaikan harga hewan kurban pada tahun ini.

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyebut kondisi tersebut dipengaruhi hukum ekonomi akibat terbatasnya ketersediaan ternak dan meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.

Baca juga: Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Ketentuan Pembagian Termasuk untuk Sahibul Kurban

Peternak: Harga Sapi Tembus Rp25 Juta-Rp26 Juta

Kenaikan harga juga dirasakan oleh peternak. Ahmad Suwardi, peternak sapi di Kapanewon Kasihan, menyebut harga sapi saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Barang memang tidak begitu mudah didapat karena kelangkaan ketersediaan. Para petani di wilayah Kabupaten Gunungkidul itu cenderung ada rasa takut karena dulu ada gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lato-lato, sehingga barang agak langka," kata Ahmad saat ditemui wartawan di Kapanewon Kasihan, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, harga sapi yang sebelumnya sekitar Rp24 juta per ekor kini naik menjadi Rp25 juta hingga Rp26 juta per ekor.

Keterbatasan pasokan juga membuat permintaan belum sepenuhnya terpenuhi. Dari 51 ekor sapi yang tersedia di kandangnya, permintaan yang masuk telah mencapai lebih dari 60 ekor.

"Di kandang saya sementara ada 51 ekor sapi, tetapi permintaan total yang sudah tembus ke saya ada 60-an ekor sapi. Jadi nanti suplainya dari Kabupaten Gunungkidul agak pinggiran Segoro Sadeng, daerah Rongkop itu," ungkapnya.

Pasokan Banyak Didatangkan dari Luar Daerah

Joko Waluyo menjelaskan, peternak di Bantul mengalami kesulitan memperoleh sapi jantan.

Hal ini disebabkan tingginya kebutuhan pemotongan harian, sementara pola peternakan di Bantul lebih berfokus pada pembibitan sapi betina.

"Banyak para pedagang itu mengambil sapi dari luar Kabupaten Bantul. Terbanyak itu dari Bali, Madura. Karena memang di Bantul, pola pemeliharaannya perbibitan. Jadi yang dipelihara sapi betina. Jadi, untuk Idul Adha ini, kita ketersediaannya banyak dari luar Kabupaten Bantul," ucapnya, kepada wartawan, saat meninjau salah satu peternak sapi di Kapanewon Kasihan, Selasa (5/5/2026).

DKPP Bantul Lakukan Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban

DKPP Bantul juga melakukan pengawasan kesehatan hewan sejak April 2026 melalui seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Pemeriksaan dilakukan di berbagai tempat penampungan ternak, baik kambing, domba, maupun sapi.

Hingga saat ini, tidak ditemukan hewan yang tidak layak kurban. Seluruh ternak dinyatakan sehat dan memenuhi syarat usia, sehingga Bantul dinilai aman dari penyakit hewan ternak.

"Monggo, shohibul-shohibul yang masih membutuhkan (hewan untuk kurban), silakan ke tempat-tempat penampungan ternak. Karena itu semuanya sudah diawasi oleh teman-teman dokter hewan yang ada di Kabupaten Bantul," ujar Joko.

DKPP Bantul Antisipasi Penyakit dari Ternak Luar Daerah

Seiring banyaknya pasokan dari luar daerah, DKPP Bantul memberikan perlakuan tambahan berupa obat cacing dan disinfektan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyakit pada hewan yang pola pemeliharaannya tidak diketahui secara pasti.

"Karena ini ternak sapi yang dipelihara dari luar, kita kan enggak tahu pola pemeliharannnya. Maka, kami memberikan bantuan obat cacing maupun disinfektan. Disinfektan sebagai pembersih dan antisipasi penyakit atau bakteri," jelasnya.

Pemberian obat cacing juga menjadi langkah antisipasi, mengingat pada Idul Adha sebelumnya ditemukan kasus cacing hati pada hewan kurban.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Jelang "Idul Adha 2026, Stok Sapi di Bantul Terbatas dan Harga Jual Cenderung Naik"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Penjualan Kambing di Pasar Gondanglegi Malang Naik Jelang Idul Adha 2026, Harga Ikut Terkerek
Penjualan Kambing di Pasar Gondanglegi Malang Naik Jelang Idul Adha 2026, Harga Ikut Terkerek
Aktual
Kisah Ummu Aiman, “Ibu Kedua” Nabi Muhammad yang Melintasi 3 Zaman
Kisah Ummu Aiman, “Ibu Kedua” Nabi Muhammad yang Melintasi 3 Zaman
Aktual
74 Eskalator Dipasang di Mina, Mudahkan Mobilitas Jemaah Haji 2026
74 Eskalator Dipasang di Mina, Mudahkan Mobilitas Jemaah Haji 2026
Aktual
Harga Sapi Kurban di Bantul Naik Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Akui Pasokan Terbatas
Harga Sapi Kurban di Bantul Naik Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Akui Pasokan Terbatas
Aktual
Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik Jelang Idul Adha
Harga Sapi Kurban di Sleman Mulai Merangkak Naik Jelang Idul Adha
Aktual
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Ketentuan Pembagian Termasuk untuk Sahibul Kurban
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Ketentuan Pembagian Termasuk untuk Sahibul Kurban
Aktual
Situasi Global Menekan, Muhammadiyah Serukan Efisiensi dan Hidup Hemat
Situasi Global Menekan, Muhammadiyah Serukan Efisiensi dan Hidup Hemat
Aktual
Sering Diamalkan, Benarkah Surah Maryam Punya Dalil Khusus untuk Ibu Hamil?
Sering Diamalkan, Benarkah Surah Maryam Punya Dalil Khusus untuk Ibu Hamil?
Doa dan Niat
Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya
Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya
Doa dan Niat
Hanya 3 Tas yang Boleh Dibawa Jemaah Haji Gelombang II, Ini Rinciannya
Hanya 3 Tas yang Boleh Dibawa Jemaah Haji Gelombang II, Ini Rinciannya
Aktual
Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Pakai Kain Ihram sejak di Embarkasi
Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Pakai Kain Ihram sejak di Embarkasi
Aktual
Hukum Menjual Daging Kurban, Haram atau Boleh? Ini Kata Ulama
Hukum Menjual Daging Kurban, Haram atau Boleh? Ini Kata Ulama
Aktual
Tata Cara Kurban Sesuai Sunnah Lengkap, dari Niat hingga Pembagiannya
Tata Cara Kurban Sesuai Sunnah Lengkap, dari Niat hingga Pembagiannya
Aktual
PBNU Minta Pesantren Perkuat Perlindungan Santri usai Kasus Kekerasan Seksual di Pati
PBNU Minta Pesantren Perkuat Perlindungan Santri usai Kasus Kekerasan Seksual di Pati
Aktual
“Seperti Mimpi”, Jufriadi Pelatih SSB Berkaki Satu Pergi Haji Gantikan Ayah
“Seperti Mimpi”, Jufriadi Pelatih SSB Berkaki Satu Pergi Haji Gantikan Ayah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com