KOMPAS.com – Upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji terus dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk melalui pembangunan infrastruktur modern di kawasan suci.
Salah satu langkah terbaru adalah pemasangan puluhan eskalator di Mina, lokasi vital dalam rangkaian ibadah haji.
Proyek ini digarap oleh Kidana Development Company, anak usaha dari Royal Commission for Makkah City and Holy Sites, sebagai bagian dari persiapan menyambut Haji 2026.
Sebanyak 74 eskalator kini telah terpasang di berbagai titik strategis di Mina, menandai transformasi besar dalam pengelolaan mobilitas jemaah.
Baca juga: Cegah Cuaca Ekstrem Saat Haji 2026, Saudi Perluas Pendingin di Arafah hingga 272 Ribu m²
Kawasan Mina dikenal sebagai salah satu titik paling padat selama pelaksanaan ibadah haji, khususnya saat prosesi lempar jumrah.
Ribuan hingga jutaan jemaah bergerak dalam waktu yang relatif bersamaan, sehingga pengaturan arus menjadi sangat krusial.
Pemasangan eskalator menjadi solusi konkret untuk mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan.
Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas, tetapi juga sebagai bagian dari sistem manajemen kerumunan yang lebih modern dan terintegrasi.
Dalam tahap pengerjaannya, proyek ini dilakukan secara bertahap sejak 2024. Sebanyak 32 eskalator dipasang pada fase awal, disusul 32 unit tambahan pada 2025, dan 10 unit terakhir pada 2026 yang tersebar di delapan lokasi baru.
Dengan total 74 eskalator, kawasan Mina kini memiliki fasilitas pendukung yang jauh lebih siap menghadapi lonjakan jemaah.
Salah satu fokus utama dari proyek ini adalah membantu kelompok jemaah yang rentan secara fisik, seperti lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Perjalanan di Mina yang sebelumnya mengandalkan jalur pejalan kaki dan tangga konvensional kini menjadi lebih ringan berkat kehadiran eskalator.
Selain mengurangi kelelahan, fasilitas ini juga meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan atau kepadatan.
Dengan akses yang lebih mudah, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk tanpa terbebani oleh faktor fisik yang berlebihan.
Dalam perspektif manajemen ibadah, kenyamanan dan keselamatan merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa (hifz an-nafs). Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang menekankan kemudahan dalam beribadah.
Baca juga: Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta
Selain aspek kenyamanan, pemasangan eskalator juga berdampak signifikan terhadap efisiensi waktu.
Jalur yang sebelumnya memakan waktu lebih lama kini dapat dilalui dengan lebih cepat, sehingga arus pergerakan jemaah menjadi lebih lancar.
Pengurangan kepadatan di tangga tradisional dan jalur sempit menjadi salah satu hasil nyata dari proyek ini.
Dalam skala besar seperti ibadah haji, efisiensi pergerakan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga faktor penting dalam menjaga keselamatan jutaan jemaah.
Konsep ini sejalan dengan teori manajemen kerumunan yang dibahas dalam buku Crowd Management: Risk, Security and Safety karya John J. Fruin, yang menekankan pentingnya desain infrastruktur dalam mengurangi risiko kepadatan ekstrem.
Langkah pembangunan eskalator ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi terus melakukan modernisasi fasilitas haji, mulai dari transportasi, tenda berpendingin, hingga sistem digital untuk pengaturan jemaah.
Transformasi ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari sekadar penyelenggaraan ibadah massal menjadi pengelolaan berbasis teknologi dan efisiensi.
Dalam buku Hajj and the Muslim World karya Eric Tagliacozzo, disebutkan bahwa penyelenggaraan haji modern menuntut integrasi antara nilai spiritual dan pendekatan manajerial yang canggih.
Dengan kata lain, ibadah haji kini tidak hanya mengandalkan kesiapan individu, tetapi juga dukungan sistem yang kompleks dan terencana.
Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian
Meski teknologi terus berkembang, esensi ibadah haji tetap terletak pada nilai spiritualnya. Infrastruktur seperti eskalator hanyalah sarana untuk memudahkan, bukan mengubah substansi ibadah itu sendiri.
Dalam Islam, kemudahan (taysir) merupakan prinsip penting yang selalu dijunjung tinggi. Kehadiran fasilitas modern justru menjadi bentuk implementasi dari prinsip tersebut, agar jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan fokus.
Pemasangan 74 eskalator di Mina bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas pengalaman ibadah haji secara menyeluruh.
Dari kemudahan mobilitas hingga peningkatan keselamatan, semua diarahkan untuk memastikan bahwa setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Di tengah jutaan langkah yang berkumpul dalam satu tujuan, inovasi seperti ini menjadi pengingat bahwa pelayanan terhadap tamu Allah terus berkembang, mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang