Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

74 Eskalator Dipasang di Mina, Mudahkan Mobilitas Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 5 Mei 2026, 17:50 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji terus dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk melalui pembangunan infrastruktur modern di kawasan suci.

Salah satu langkah terbaru adalah pemasangan puluhan eskalator di Mina, lokasi vital dalam rangkaian ibadah haji.

Proyek ini digarap oleh Kidana Development Company, anak usaha dari Royal Commission for Makkah City and Holy Sites, sebagai bagian dari persiapan menyambut Haji 2026.

Sebanyak 74 eskalator kini telah terpasang di berbagai titik strategis di Mina, menandai transformasi besar dalam pengelolaan mobilitas jemaah.

Baca juga: Cegah Cuaca Ekstrem Saat Haji 2026, Saudi Perluas Pendingin di Arafah hingga 272 Ribu m²

Infrastruktur Baru untuk Ibadah yang Lebih Nyaman

Kawasan Mina dikenal sebagai salah satu titik paling padat selama pelaksanaan ibadah haji, khususnya saat prosesi lempar jumrah.

Ribuan hingga jutaan jemaah bergerak dalam waktu yang relatif bersamaan, sehingga pengaturan arus menjadi sangat krusial.

Pemasangan eskalator menjadi solusi konkret untuk mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas, tetapi juga sebagai bagian dari sistem manajemen kerumunan yang lebih modern dan terintegrasi.

Dalam tahap pengerjaannya, proyek ini dilakukan secara bertahap sejak 2024. Sebanyak 32 eskalator dipasang pada fase awal, disusul 32 unit tambahan pada 2025, dan 10 unit terakhir pada 2026 yang tersebar di delapan lokasi baru.

Dengan total 74 eskalator, kawasan Mina kini memiliki fasilitas pendukung yang jauh lebih siap menghadapi lonjakan jemaah.

Mempermudah Mobilitas, Terutama bagi Jemaah Rentan

Salah satu fokus utama dari proyek ini adalah membantu kelompok jemaah yang rentan secara fisik, seperti lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Perjalanan di Mina yang sebelumnya mengandalkan jalur pejalan kaki dan tangga konvensional kini menjadi lebih ringan berkat kehadiran eskalator.

Selain mengurangi kelelahan, fasilitas ini juga meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan atau kepadatan.

Dengan akses yang lebih mudah, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk tanpa terbebani oleh faktor fisik yang berlebihan.

Dalam perspektif manajemen ibadah, kenyamanan dan keselamatan merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa (hifz an-nafs). Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang menekankan kemudahan dalam beribadah.

Baca juga: Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta

Efisiensi Waktu dan Pengurangan Kepadatan

Selain aspek kenyamanan, pemasangan eskalator juga berdampak signifikan terhadap efisiensi waktu.

Jalur yang sebelumnya memakan waktu lebih lama kini dapat dilalui dengan lebih cepat, sehingga arus pergerakan jemaah menjadi lebih lancar.

Pengurangan kepadatan di tangga tradisional dan jalur sempit menjadi salah satu hasil nyata dari proyek ini.

Dalam skala besar seperti ibadah haji, efisiensi pergerakan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga faktor penting dalam menjaga keselamatan jutaan jemaah.

Konsep ini sejalan dengan teori manajemen kerumunan yang dibahas dalam buku Crowd Management: Risk, Security and Safety karya John J. Fruin, yang menekankan pentingnya desain infrastruktur dalam mengurangi risiko kepadatan ekstrem.

Transformasi Infrastruktur Haji di Era Modern

Langkah pembangunan eskalator ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi terus melakukan modernisasi fasilitas haji, mulai dari transportasi, tenda berpendingin, hingga sistem digital untuk pengaturan jemaah.

Transformasi ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari sekadar penyelenggaraan ibadah massal menjadi pengelolaan berbasis teknologi dan efisiensi.

Dalam buku Hajj and the Muslim World karya Eric Tagliacozzo, disebutkan bahwa penyelenggaraan haji modern menuntut integrasi antara nilai spiritual dan pendekatan manajerial yang canggih.

Dengan kata lain, ibadah haji kini tidak hanya mengandalkan kesiapan individu, tetapi juga dukungan sistem yang kompleks dan terencana.

Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Spiritualitas

Meski teknologi terus berkembang, esensi ibadah haji tetap terletak pada nilai spiritualnya. Infrastruktur seperti eskalator hanyalah sarana untuk memudahkan, bukan mengubah substansi ibadah itu sendiri.

Dalam Islam, kemudahan (taysir) merupakan prinsip penting yang selalu dijunjung tinggi. Kehadiran fasilitas modern justru menjadi bentuk implementasi dari prinsip tersebut, agar jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan fokus.

Lebih dari Sekadar Proyek Fisik

Pemasangan 74 eskalator di Mina bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan bagian dari upaya besar untuk meningkatkan kualitas pengalaman ibadah haji secara menyeluruh.

Dari kemudahan mobilitas hingga peningkatan keselamatan, semua diarahkan untuk memastikan bahwa setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal.

Di tengah jutaan langkah yang berkumpul dalam satu tujuan, inovasi seperti ini menjadi pengingat bahwa pelayanan terhadap tamu Allah terus berkembang, mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apakah Korban Penculikan dan Perdagangan Orang Berhak Menerima Zakat Riqab? Ini Penjelasannya
Apakah Korban Penculikan dan Perdagangan Orang Berhak Menerima Zakat Riqab? Ini Penjelasannya
Aktual
Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia
Apresiasi 100 Tahun Gontor, Wamenag Sebut Kiprah Pesantren Ini Sudah Mendunia
Aktual
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Aktual
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Aktual
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Aktual
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Aktual
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Aktual
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
Aktual
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Aktual
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Doa dan Niat
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Aktual
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
Aktual
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com