Editor
KOMPAS.com - Selain doa keluar rumah, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam mengucapkan doa dan salam ketika memasuki rumah.
Amalan ini menjadi bagian dari adab masuk rumah yang dapat dibiasakan setiap hari, baik ketika pulang dari aktivitas maupun saat kembali setelah bepergian.
Baca juga: Bacaan Doa Masuk Rumah agar Keluarga Menjadi Berkah
Membaca doa masuk rumah juga menjadi bentuk mengingat Allah SWT sebelum beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga.
Dilansir dari laman NU Online, Muhammadiyah, dan sumber lainnya, berikut ulasan terkait doa keluar rumah dan doa masuk rumah.
Bacaan doa masuk rumah dapat menjadi panduan bagi umat Islam ketika memasuki tempat tinggal. Berikut lafal doa dalam tulisan Arab yang dapat dilanjutkan dengan membaca versi Latin dan memahami artinya.
Baca juga: Doa Keluar Rumah, Bacaan yang Kerap Terlupakan Sebelum Beraktivitas
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ
Allahumma inni as'aluka khairal-maulaji wa khairal-makhraji, bismillahi walajna, wa bismillahi kharajna, wa 'ala rabbina tawakkalna, tsumma liyusallim 'ala ahlihi.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Tuhan kami, kami bertawakal.” Kemudian hendaklah ia mengucapkan salam kepada keluarganya.” (HR. Abu Dawud).
Doa masuk rumah tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Bacaan itu juga mengandung pengakuan bahwa seorang Muslim memasuki dan keluar rumah dengan menyebut nama Allah serta menyerahkan urusannya kepada-Nya.
Pada bagian akhir, umat Islam dianjurkan mengucapkan salam kepada keluarga yang berada di dalam rumah. Dengan demikian, doa masuk rumah tidak hanya berkaitan dengan permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga diikuti adab menjaga hubungan baik dengan penghuni rumah.
Selain bacaan doa ketika memasuki rumah, terdapat pula doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika pulang dari bepergian. Bacaan berikut dapat menjadi salah satu doa yang dikenali dalam konteks kembali kepada keluarga dan mengingat Allah SWT.
Rasulullah SAW pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya, beliau membaca doa:
تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حَوْبًا
Arab-latin: Tauban, tauban, li rabbinâ, lâ yughâdiru hauban.
Artinya : "Aku bertaubat kepada Tuhan kami, dan kepada-Nya aku kembali."
Terkait dalilnya, salah satunya diriwayatkan Jabir bin ‘Abdillah, di mana ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim no. 2018).
Doa masuk rumah dapat disertai dengan salam sebagai bagian dari adab ketika bertemu atau memasuki rumah. Berikut beberapa bacaan yang berkaitan dengan salam dan kondisi ketika seseorang memasuki rumah yang tidak berpenghuni.
Ketika memasuki rumah yang terdapat anggota keluarga atau penghuni di dalamnya, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan salam. Salam menjadi bentuk sapaan sekaligus doa keselamatan bagi orang-orang yang berada di rumah.
Ucapan salam yang umum digunakan adalah:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam tersebut dapat diucapkan ketika memasuki rumah sebagai bagian dari adab yang dianjurkan dalam Islam.
Ketika memasuki rumah yang kosong atau tidak terdapat orang lain di dalamnya, terdapat bacaan salam yang dapat diucapkan. Doa Rasulullah memasuki rumah kosong adalah sebagai berikut.
السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillahis shâlihîn
Artinya: “Semoga keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh.”
Makna doa masuk rumah berkaitan dengan permohonan kebaikan, keberkahan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Membacanya juga menjadi pengingat agar setiap aktivitas yang dilakukan di dalam rumah tetap diawali dengan mengingat Allah.
Selain itu, doa dan salam ketika masuk rumah menunjukkan bahwa rumah tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga tempat membangun kebiasaan baik bersama keluarga. Karena itu, membaca doa dapat dibiasakan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Rasulullah SAW pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya, beliau membaca doa:
تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حَوْبًا آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَاحَامِدُوْنَ
Arab-latin: Tauban, tauban, li rabbinâ, lâ yughâdiru hauban. Aaibuuna taaibuuna 'aabiduuna lirobbina haamiduun.
Artinya : "Aku bertaubat kepada Tuhan kami, dan kepada-Nya aku kembali. Kami kembali, bertaubat, dan beribadah kepada Rabb kami serta selalu memuji-Nya."
Setelah mengetahui doa masuk rumah, umat Islam juga dapat membiasakan diri membaca doa ketika hendak meninggalkan rumah. Bacaan berikut dapat digunakan sebagai panduan sebelum memulai aktivitas di luar rumah.
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Bismillahi tawakkaltu 'alallah, la haula wa la quwwata illa billah.
Artinya: “Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.”
Doa keluar rumah mengandung pernyataan untuk memulai aktivitas dengan menyebut nama Allah SWT dan menyerahkan diri kepada-Nya. Bacaan tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim diingatkan untuk mengandalkan pertolongan Allah SWT ketika menjalani berbagai aktivitas di luar rumah. Tawakal tersebut dilakukan bersamaan dengan usaha dan tujuan yang baik.
Bacaan doa keluar rumah.Doa masuk dan keluar rumah memiliki waktu pembacaan serta konteks yang berbeda. Untuk membedakannya, perhatikan makna masing-masing bacaan dan kapan doa tersebut dibaca dalam aktivitas sehari-hari.
Doa ketika masuk rumah berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan sebaik-baik tempat masuk dan tempat keluar. Bacaan tersebut juga mengajarkan sikap bertawakal kepada Allah serta dilanjutkan dengan salam kepada keluarga.
Doa keluar rumah berisi permohonan agar aktivitas yang dilakukan dimulai dengan menyebut nama Allah SWT. Di dalamnya terdapat pernyataan tawakal dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Doa masuk rumah dibaca ketika seseorang memasuki rumah, sedangkan doa keluar rumah dibaca sebelum meninggalkan rumah untuk melakukan aktivitas di luar. Keduanya dapat dibiasakan sebagai bagian dari rutinitas harian agar mengingat Allah SWT menjadi kebiasaan dalam setiap perpindahan aktivitas.
Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang dapat diperhatikan ketika seorang Muslim memasuki rumah. Berikut hal-hal yang dapat dibiasakan agar aktivitas masuk rumah dilakukan dengan sikap yang baik dan sesuai tuntunan Islam.
Dalam ayat Al Qur’an disebutkan anjuran untuk memberi salam ketika masuk rumah,
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61).
Ayat tersebut menjadi dasar pentingnya mengucapkan salam ketika memasuki rumah. Salam dapat menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap kali masuk rumah, termasuk ketika bertemu anggota keluarga.
Membaca doa masuk rumah menjadi salah satu cara untuk mengawali keberadaan di dalam rumah dengan mengingat Allah SWT. Bacaan tersebut dapat dilakukan setelah memasuki rumah dan dibiasakan sebagai rutinitas sehari-hari.
Dalam adab masuk rumah, kaki kanan dapat didahulukan ketika melangkah masuk. Kebiasaan ini dapat diterapkan bersamaan dengan membaca doa dan mengucapkan salam sehingga aktivitas memasuki rumah dilakukan dengan tertib.
Memasuki rumah sebaiknya dilakukan dengan sikap yang baik dan tidak tergesa-gesa. Sikap tersebut dapat membantu menjaga suasana rumah tetap nyaman, terutama ketika anggota keluarga sedang beristirahat atau melakukan aktivitas lainnya.
Adab keluar rumah tidak hanya berkaitan dengan persiapan sebelum bepergian, tetapi juga dengan niat dan sikap ketika menjalani aktivitas di luar. Beberapa kebiasaan berikut dapat dilakukan sebelum meninggalkan rumah.
Seorang Muslim dapat membaca doa keluar rumah sebelum melangkahkan kaki meninggalkan tempat tinggal. Bacaan tersebut menjadi pengingat untuk menyebut nama Allah SWT dan bertawakal sebelum memulai aktivitas.
Ketika keluar rumah, seorang Muslim dianjurkan untuk menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Doa yang dibaca menjadi bentuk permohonan agar memperoleh pertolongan dan menjalani aktivitas dengan baik.
Keluar rumah sebaiknya dilakukan untuk tujuan yang baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dengan tujuan yang baik, aktivitas di luar rumah dapat dijalani dengan penuh tanggung jawab sekaligus tetap mengingat Allah SWT.
Membaca doa masuk rumah dapat menjadi kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi alasan untuk membiasakan doa tersebut dalam kehidupan bersama keluarga.
Membaca doa ketika memasuki rumah membantu membiasakan seorang Muslim untuk mengingat Allah SWT dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara rutin setiap kali masuk rumah.
Doa masuk rumah menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT atas kebaikan ketika seseorang memasuki tempat tinggalnya. Membaca doa juga dapat menjadi kebiasaan bersama untuk mengawali waktu di rumah dengan mengingat Allah.
Mengingat Allah ketika memasuki rumah memiliki dasar dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa ketika seseorang menyebut nama Allah saat masuk rumah dan ketika makan, setan mengatakan tidak memiliki tempat bermalam dan jatah makan.
Membaca doa masuk rumah juga dapat menjadi pengingat atas nikmat tempat tinggal dan kesempatan untuk kembali kepada keluarga. Dengan membiasakan doa, seseorang dapat menumbuhkan kesadaran untuk bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
Kebiasaan membaca doa masuk rumah dapat dikenalkan kepada anggota keluarga sejak dini. Dengan memberi contoh secara rutin, orang tua dapat membantu anak mengenali doa dan adab yang dilakukan ketika masuk rumah.
Doa keluar rumah menjadi bacaan yang dapat diamalkan sebelum seseorang memulai aktivitas di luar. Makna di dalamnya dapat menjadi pengingat agar setiap kegiatan dilakukan dengan mengandalkan pertolongan Allah SWT.
Membaca doa sebelum keluar rumah merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT sebelum menjalani berbagai kegiatan. Seorang Muslim dapat menyerahkan urusan dan keselamatannya kepada Allah sambil tetap melakukan usaha yang diperlukan.
Doa keluar rumah mengingatkan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam menjalani aktivitas. Bacaan tersebut menjadi bentuk permohonan agar setiap kegiatan dapat dilakukan dengan baik.
Tawakal menjadi bagian penting dalam doa keluar rumah. Dengan membaca doa tersebut, seorang Muslim membiasakan diri menyerahkan hasil kepada Allah SWT setelah melakukan usaha dan menjalankan aktivitas yang diperlukan.
Dalam aktivitas sehari-hari, seseorang dapat saja lupa membaca doa ketika memasuki rumah. Karena itu, kebiasaan mengingat Allah dapat terus dilatih agar doa masuk rumah semakin mudah diingat dan diamalkan.
Jika lupa membaca doa sebelum atau ketika memasuki rumah, seseorang dapat kembali mengingat Allah setelah menyadarinya. Hal yang penting adalah terus membiasakan diri membaca doa agar pada kesempatan berikutnya tidak mudah terlupa.
Doa masuk rumah dapat ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas yang dilakukan setiap hari. Pengulangan yang konsisten akan membantu bacaan tersebut menjadi kebiasaan, terutama ketika dilakukan setiap kali keluar dan kembali ke rumah.
Doa masuk rumah dapat diajarkan kepada anak melalui contoh yang dilakukan secara langsung oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya. Dengan pembiasaan tersebut, anak dapat mengenal doa sekaligus memahami bahwa masuk rumah merupakan salah satu aktivitas yang dapat diawali dengan mengingat Allah SWT.
Pertanyaan tentang doa masuk rumah umumnya berkaitan dengan bacaan, arti, waktu membaca, dan adab yang menyertainya. Berikut jawaban singkat untuk beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai doa masuk rumah.
Bacaan doa masuk rumah adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ
Doa tersebut diikuti dengan anjuran mengucapkan salam kepada keluarga yang berada di dalam rumah.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Tuhan kami, kami bertawakal.” Kemudian hendaklah ia mengucapkan salam kepada keluarganya.” (HR. Abu Dawud).
Dalam adab masuk rumah, kaki kanan didahulukan ketika melangkah masuk. Kebiasaan ini dapat dilakukan bersamaan dengan membaca doa dan mengucapkan salam.
Ya, mengucapkan salam merupakan bagian dari adab ketika memasuki rumah. Al-Qur’an dalam QS. An Nur: 61 memuat anjuran untuk memberi salam ketika memasuki rumah.
Ketika memasuki rumah yang kosong, bacaan yang dapat diucapkan adalah:
السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillahis shâlihîn.
Doa keluar rumah adalah:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Artinya: “Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah.”
Membaca doa masuk rumah menjadi kebiasaan untuk mengingat Allah SWT ketika kembali ke tempat tinggal. Berdasarkan hadis dari Jabir bin ‘Abdillah, menyebut nama Allah ketika memasuki rumah dan ketika makan berkaitan dengan tidak adanya tempat bermalam dan jatah makan bagi setan.
Membaca doa dan mengucapkan salam juga dapat menjadi kebiasaan baik yang diterapkan dalam keluarga. Dengan pembiasaan tersebut, aktivitas masuk dan keluar rumah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengingat Allah SWT.
Doa masuk rumah dapat diamalkan setiap kali kembali ke rumah, sedangkan doa keluar rumah dibaca sebelum memulai aktivitas di luar. Keduanya dapat dibiasakan bersama keluarga agar adab mengingat Allah SWT menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.