Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 21:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Intensitas hujan yang meningkat dapat memicu kekhawatiran, terutama ketika curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir.

Dalam kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Baca juga: Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Bacaan Arab, Doa Memohon Hujan

Salah satu doa tersebut dibaca Rasulullah ketika hujan turun sangat deras dan dikhawatirkan menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Doa agar hujan berhenti atau reda ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, (Kairo: Darud Diyan lit Turats, 1987 M/1408 H), halaman 176.

Rasulullah membaca doa ini ketika khutbah Jumat berlangsung setelah seorang sahabat melaporkan bahwa hujan deras yang berlangsung selama sekira enam hari membuat masyarakat kehilangan harta benda dan merusak fasilitas.

Dilansir dari laman Kemenag, NU Online, Baznas, dan sumber lainnya, berikut ulasan terkait doa agar hujan reda.

Baca juga: Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa

Bacaan Doa agar Hujan Berhenti Arab, Latin, dan Artinya

Bagi umat Islam yang ingin membaca doa ketika hujan turun terlalu deras, bacaan berikut dapat dijadikan panduan. Berikut bacaan doa dalam bahasa Arab, tulisan Latin, dan artinya sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis.

Doa agar hujan reda dalam tulisan Arab

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Doa agar hujan reda dalam tulisan Latin

Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

Arti doa agar hujan berhenti atau reda

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

Doa tersebut berisi permohonan agar hujan tidak turun di tempat yang dapat menimbulkan mudarat. Hujan tetap dimohonkan turun, tetapi dialihkan ke wilayah yang lebih aman dan dapat memberikan manfaat.

Doa agar Hujan Reda dan Langit Cerah

Selain doa ketika hujan turun sangat deras, terdapat pula bacaan yang berisi permohonan perlindungan dari keburukan awan. Bacaan berikut dapat dilihat bersama arti dan maknanya agar penggunaannya sesuai dengan konteks doa.

Bacaan doa memohon hujan dialihkan ke tempat yang bermanfaat

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan awan ini.

Arti dan makna doa memohon cuaca lebih baik

Doa tersebut merupakan permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan yang mungkin dibawa oleh awan. Bacaan ini menegaskan bahwa seorang Muslim memohon agar kondisi cuaca yang terjadi tidak membawa dampak buruk.

Doa Saat Hujan Terlalu Deras dan Berbahaya

Ketika hujan turun sangat deras dan kondisi di sekitar mulai menimbulkan kekhawatiran, umat Islam dapat memanjatkan doa perlindungan. Bacaan berikut dapat digunakan sebagai salah satu doa untuk memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Doa memohon perlindungan dari dampak hujan deras

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syaiun fil ardhi wala fissamai wahuwassami'ul 'alim

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang bisa membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Tirmidzi)

Doa ketika khawatir terjadi banjir atau bencana

Ketika hujan deras menimbulkan kekhawatiran akan banjir atau bencana lainnya, doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Permohonan tersebut ditujukan agar masyarakat terhindar dari dampak buruk yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca.

Makna memohon keselamatan kepada Allah SWT

Doa perlindungan mengandung permohonan agar Allah SWT menjaga manusia dari berbagai bahaya. Karena itu, membaca doa ketika hujan deras dapat disertai dengan upaya menjaga diri dan menghindari kondisi yang berisiko.

Doa Ketika Mendengar Petir

Suara petir yang muncul ketika hujan turun dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Bacaan berikut dapat digunakan ketika mendengar petir, kemudian dilanjutkan dengan memahami arti doa yang dipanjatkan.

Bacaan doa ketika mendengar petir dalam bahasa Arab

اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Doa ketika petir dalam tulisan Latin

Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-’adhabika, wa-’afina qabla dhalik.

Arti doa ketika mendengar petir

Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi)

Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar manusia dijauhkan dari murka dan hukuman-Nya. Bacaan ini dapat diamalkan ketika mendengar petir sebagai bentuk permohonan perlindungan.

Doa Ketika Hujan Disertai Angin Kencang

Hujan yang disertai angin kencang juga dapat menimbulkan kondisi yang perlu diwaspadai. Untuk kondisi tersebut, berikut bacaan doa yang dapat dipanjatkan ketika angin kencang terjadi.

Bacaan doa saat angin kencang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Latin: Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa fihaa wa khaira maa ursilat bihi, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan tujuan ia dikirim. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada di dalamnya, dan keburukan tujuan ia dikirim.” (HR. Muslim)

Arti doa ketika terjadi angin kencang

Doa tersebut berisi permohonan agar angin yang datang membawa kebaikan dan manfaat. Pada saat yang sama, seorang Muslim memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan yang mungkin menyertai angin tersebut.

Memohon kebaikan dan perlindungan dari keburukan angin

Bacaan ketika angin kencang menunjukkan sikap seorang Muslim dalam menghadapi kondisi alam dengan memohon kebaikan sekaligus perlindungan. Doa ini dapat dibaca ketika hujan turun bersamaan dengan angin kencang atau ketika kondisi angin menimbulkan kekhawatiran.

Doa Setelah Hujan Reda

Setelah hujan berhenti, umat Islam dianjurkan untuk mengingat nikmat dan rahmat Allah SWT yang telah menurunkan hujan. Bacaan berikut dapat digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur setelah hujan turun.

Bacaan doa setelah turun hujan

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللـهِ ورَحْمَتِهِ

"Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi."

Artinya: Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya. (HR Bukhari)

Arti doa setelah hujan

Doa setelah hujan tersebut mengingatkan bahwa hujan merupakan anugerah dan rahmat Allah SWT. Bacaan ini menjadi ungkapan syukur atas turunnya hujan setelah sebelumnya memohon agar hujan yang turun tidak membawa mudarat.

Bersyukur atas hujan yang membawa manfaat

Hujan dapat menjadi sumber manfaat bagi kehidupan ketika turun dalam kondisi yang sesuai. Karena itu, setelah hujan reda, umat Islam dapat mengingat Allah SWT dan mensyukuri hujan yang telah membawa manfaat.

Dalil Doa agar Hujan Reda

Doa agar hujan reda memiliki dasar dari peristiwa yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Kisah tersebut dapat menjadi rujukan untuk memahami konteks ketika Rasulullah memanjatkan doa agar hujan dialihkan dari wilayah yang mengalami dampak buruk.

Kisah Rasulullah SAW ketika hujan turun sangat deras

Pada masa Rasulullah SAW, pernah terjadi hujan deras yang berlangsung hingga menyebabkan bangunan rusak dan harta benda tenggelam. Kisah ini diriwayatkan dari Anas bin Malik dan terdapat dalam Sahih Bukhari.

Saat Rasulullah SAW sedang berkhutbah Jumat, seorang Arab pedalaman meminta beliau berdoa karena harta masyarakat telah hancur dan keluarga mereka kelaparan. Rasulullah SAW kemudian berdoa agar hujan turun, hingga awan berkumpul dan hujan turun selama beberapa hari.

Pada Jumat berikutnya, orang tersebut kembali meminta Rasulullah SAW berdoa karena hujan yang terus turun menyebabkan bangunan hancur dan harta benda tenggelam. Rasulullah SAW kemudian berdoa, “Ya Allah, turunkan hujan di sekeliling kami dan jangan jadikan petaka bagi kami.” Setelah itu, awan di sekitar wilayah tersebut terpisah sehingga hujan tidak lagi menjadi petaka. (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa peristiwa tersebut menjadi salah satu bentuk karomah Nabi dan menunjukkan terkabulnya doa beliau.

Doa Rasulullah agar hujan dialihkan dari pemukiman

Kisah tersebut menunjukkan bahwa ketika hujan yang semula dibutuhkan justru berlangsung terlalu deras dan menimbulkan kerusakan, Rasulullah memohon agar hujan dialihkan dari wilayah yang terdampak. Doa yang dipanjatkan bukan untuk menolak hujan secara keseluruhan, melainkan agar hujan turun di sekitar wilayah tersebut dan tidak menjadi petaka.

Makna doa memohon hujan yang membawa manfaat

Doa agar hujan dialihkan mengandung permohonan supaya hujan tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan kerusakan. Hal ini menunjukkan pentingnya memohon kepada Allah SWT agar kondisi alam membawa kebaikan dan keselamatan bagi manusia.

Kapan Doa agar Hujan Berhenti Dibaca?

Doa agar hujan berhenti atau reda dapat dipanjatkan ketika kondisi hujan mulai menimbulkan kekhawatiran. Beberapa keadaan berikut dapat menjadi konteks untuk membaca doa tersebut.

Saat hujan turun sangat deras

Doa dapat dibaca ketika intensitas hujan meningkat dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Terutama ketika hujan deras mulai mengganggu aktivitas atau menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi sekitar.

Ketika hujan berpotensi menimbulkan bahaya

Ketika hujan deras berpotensi menyebabkan banjir, genangan, longsor, atau gangguan lainnya, umat Islam dapat memohon perlindungan kepada Allah SWT. Doa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin, sementara keselamatan tetap perlu dijaga melalui langkah yang diperlukan.

Ketika disertai petir dan angin kencang

Hujan yang disertai petir dan angin kencang membutuhkan kewaspadaan lebih karena dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat. Dalam kondisi tersebut, doa perlindungan dapat dipanjatkan sambil menghindari tempat atau kondisi yang membahayakan.

Saat memohon cuaca yang lebih aman

Doa juga dapat dibaca ketika seseorang memohon agar kondisi cuaca kembali lebih aman. Permohonan tersebut diarahkan agar hujan tetap membawa manfaat dan tidak menimbulkan mudarat.

Adab Ketika Turun Hujan

Turunnya hujan juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT. Beberapa adab berikut dapat diperhatikan ketika hujan turun, terutama saat kondisi cuaca berubah menjadi buruk.

Berdoa ketika hujan turun

Terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

Salah satu doa yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِع

Allahumma shoyyiban nafi'an.

Artinya: "Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat."

Meyakini hujan sebagai ketetapan Allah SWT

Umat Islam dapat memandang hujan sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Karena itu, ketika hujan turun, sikap yang dapat dilakukan adalah tetap mengingat Allah dan memohon agar hujan memberikan manfaat.

Tidak mencela hujan

Hujan tidak sepatutnya menjadi alasan untuk mencela ketetapan Allah SWT. Ketika hujan menimbulkan kesulitan, umat Islam dapat memohon agar hujan reda atau dialihkan ke tempat yang tidak menimbulkan bahaya.

Tetap menjaga keselamatan saat cuaca buruk

Selain berdoa, keselamatan tetap perlu menjadi perhatian ketika cuaca buruk terjadi. Saat hujan deras, petir, angin kencang, atau banjir mengancam, masyarakat perlu menghindari lokasi yang berisiko dan mengambil langkah keselamatan yang diperlukan.

Apakah Boleh Berdoa agar Hujan Berhenti?

Berdoa agar hujan berhenti atau reda diperbolehkan ketika hujan menimbulkan kesulitan atau dikhawatirkan membawa bahaya.

Untuk memahami konteks doa tersebut, berikut penjelasan mengenai permohonan agar hujan tetap membawa manfaat serta ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang awan.

Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mendung terdapat dalam Surat An-Nur ayat 43:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

Artinya: “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

Memohon hujan reda ketika menimbulkan kesulitan atau bahaya

Memohon hujan reda dapat dilakukan ketika hujan yang turun justru menimbulkan kesulitan atau berpotensi membahayakan. Permohonan tersebut bukan berarti menolak hujan, tetapi meminta agar Allah SWT menghindarkan manusia dari dampak buruknya.

Bukan menolak hujan, tetapi memohon agar hujan membawa manfaat

Doa agar hujan berhenti atau reda sebaiknya dipahami sebagai permohonan agar hujan turun dalam keadaan yang membawa kebaikan. Hujan tetap merupakan nikmat, tetapi ketika intensitasnya menimbulkan bahaya, umat Islam dapat memohon agar hujan dialihkan atau dikurangi dampaknya.

Mengiringi doa dengan ikhtiar menjaga keselamatan

Membaca doa perlu disertai ikhtiar untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain. Ketika hujan deras berpotensi menyebabkan banjir, petir, angin kencang, atau bencana lain, masyarakat perlu mengikuti langkah keselamatan dan menghindari wilayah yang berisiko.

FAQ Seputar Doa agar Hujan Berhenti

Pertanyaan mengenai doa agar hujan berhenti atau reda sering muncul ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Berikut beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan doa saat hujan deras, petir, angin kencang, hingga setelah hujan berhenti.

Apa doa agar hujan cepat reda?

Doa agar hujan reda yang dapat dibaca adalah:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

Bagaimana doa agar hujan berhenti dalam bahasa Arab?

Bacaan doa agar hujan berhenti atau reda dalam bahasa Arab adalah:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Doa tersebut memohon agar hujan turun di sekitar wilayah yang tidak menimbulkan mudarat, seperti dataran tinggi, gunung, bukit, lembah, dan tempat tumbuh pohon.

Apakah boleh berdoa supaya hujan berhenti?

Boleh berdoa agar hujan berhenti atau reda ketika hujan menimbulkan kesulitan atau berpotensi membahayakan. Doa tersebut merupakan permohonan agar hujan tetap membawa manfaat dan tidak menjadi petaka.

Apa doa ketika hujan turun sangat deras?

Ketika hujan turun sangat deras, dapat dibaca doa:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Doa tersebut memohon agar hujan dialihkan dari wilayah yang dapat mengalami dampak buruk.

Apa doa ketika mendengar petir?

Doa ketika mendengar petir adalah:

اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-’adhabika, wa-’afina qabla dhalik.

Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi).

Apa doa ketika hujan disertai angin kencang?

Ketika hujan disertai angin kencang, dapat dibaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar angin membawa kebaikan sekaligus perlindungan dari keburukannya.

Apa yang dibaca setelah hujan berhenti?

Setelah hujan berhenti, dapat dibaca:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللـهِ ورَحْمَتِهِ

"Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi."

Artinya: Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya. (HR Bukhari)

Doa tersebut menjadi bentuk syukur atas hujan yang turun sebagai anugerah dan rahmat Allah SWT.

Ketika hujan turun terlalu deras, umat Islam dapat memanjatkan doa agar hujan membawa manfaat dan tidak menimbulkan bahaya.

Doa tersebut dapat disertai dengan ikhtiar untuk menjaga keselamatan, terutama ketika muncul risiko banjir, petir, atau angin kencang.

Setelah hujan reda, umat Islam dianjurkan tetap bersyukur atas hujan yang telah memberikan manfaat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar