Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu

Kompas.com, 11 Mei 2026, 17:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sapi jenis Berangus milik Agus Siswanto, warga Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, itu terpilih menjadi hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Palu.

Pantauan di kandang milik Agus pada Senin (11/5/2026), “Si Gerandong” tampak memiliki tubuh besar, kokoh, dan berwarna hitam legam.

Sapi berbobot lebih dari 840 kilogram tersebut ditebus dengan harga Rp 115 juta dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Agus yang telah lebih dari satu dekade menekuni usaha peternakan.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026

Alasan Pemberian Nama “Si Gerandong”

Agus mengatakan nama “Si Gerandong” dipilih karena tampilan sapinya terlihat sangar.

“Karena warnanya hitam terus tampilannya seram, makanya saya kasih nama Gerandong,” ujar Agus sambil tersenyum.

Baca juga: Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba

Ia mengaku mulai memelihara sapi tersebut sejak berusia sekitar delapan bulan, kurang lebih mulai dari empat tahun lalu.

Menurut Agus, tidak ada perawatan khusus yang dilakukan untuk membesarkan sapi tersebut. Ia hanya menjaga pola pemberian pakan secara rutin setiap hari.

“Yang penting makan rumput rutin, dikasih ampas tahu, rumput sama jerami,” katanya.

Si Gerandong Lolos Seleksi Hewan Kurban Bantuan Presiden

Agus menjelaskan proses terpilihnya “Si Gerandong” sebagai sapi kurban presiden bermula saat petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu melakukan pengecekan langsung ke kandangnya.

Saat dilakukan penimbangan, bobot sapi dinilai memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan presiden.

“Begitu ditimbang ternyata bobotnya masuk. Mungkin karena posturnya juga bagus,” ujarnya.

Ia mengatakan bobot terakhir “Si Gerandong” saat ditimbang pada 10 April 2026 mencapai sekitar 840 kilogram dan masih berpotensi bertambah menjelang Idul Adha.

Agus Siswanto, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pemilik sapi kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Prabowo Subianto untuk Kota PaluTribunPalu/Zulfadli/Zulfadli Agus Siswanto, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pemilik sapi kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Palu

DPKP Palu Sebut Penuhi Syarat Bobot dan Kesehatan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Palu, Nur Aida, mengatakan pemilik “Si Gerandong” merupakan salah satu peternak binaan pemerintah.

Menurutnya, hal tersebut memudahkan petugas dalam melakukan pemetaan calon sapi kurban bantuan presiden.

“Peternak ini memang sudah masuk wilayah binaan DPKP Palu, jadi kami sudah mengetahui peternak-peternak potensial,” jelasnya.

Nur Aida menjelaskan proses seleksi sapi kurban dilakukan berdasarkan ketentuan Sekretariat Kepresidenan yang menetapkan bobot minimal sapi antara 800 kilogram hingga satu ton.

Dari hasil peninjauan ke sejumlah peternakan, “Si Gerandong” dinilai paling memenuhi syarat baik dari sisi bobot maupun kesehatan.

“Berat terakhir saat ditimbang tanggal 10 April 2026 mencapai 840 kilogram dan dari sisi kesehatan juga memenuhi syarat,” katanya.

Si Gerandong Akan Disembelih di Huntap Tondo 1

Nur Aida menambahkan sapi tersebut akan tetap dipelihara di kandang peternak hingga mendekati hari penyembelihan.

Rencananya, sapi Banmas Presiden untuk Kota Palu itu akan didistribusikan ke Masjid Al Rasyid, Huntap Tondo 1, untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 2026.

Lokasi tersebut merupakan permukiman bagi masyarakat terdampak tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah pada 2018 lalu.

Selama masa pemeliharaan, DPKP Kota Palu juga akan terus melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap sapi tersebut.

“Untuk harganya dari hasil negosiasi disepakati Rp 115 juta,” ungkapnya.

Bagi Agus, terpilihnya “Si Gerandong” sebagai sapi kurban presiden menjadi kebanggaan besar setelah lebih dari 11 tahun menjalani usaha peternakan.

“Ini kebanggaan bagi peternak, karena bisa dipilih oleh orang nomor satu di Indonesia sebagai sapi kurban,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul "Cerita Agus, Pemilik “Si Gerandong” Sapi Banmas Presiden Berbobot 841Kg untuk Kota Palu".   

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar