Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026

Kompas.com, 11 Mei 2026, 15:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Harga sapi kurban di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026.

Kenaikan harga sapi kurban tahun ini mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ekor dibandingkan tahun sebelumnya.

Meningkatnya kebutuhan hewan kurban di masyarakat disebut menjadi pemicu utama kenaikan harga tersebut.

Baca juga: Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba

Meski demikian, Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kabupaten Sukoharjo memastikan stok hewan kurban tetap aman dan mencukupi hingga Idul Adha.

Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Tembus Rp 25 Juta

Kepala Bidang Peternakan DPP Kabupaten Sukoharjo, Susilo, mengatakan kebutuhan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan 2025.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Bantul Naik Jelang Idul Adha 2026, Pedagang Akui Pasokan Terbatas

“Kalau kebutuhan hewan kurban dibanding tahun 2025 ada kenaikan sekitar 5 persen,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Menurut Susilo, rata-rata harga sapi kurban saat ini berada di kisaran Rp 22 juta hingga Rp 25 juta per ekor.

Sementara itu, sapi betina yang memiliki surat keterangan tidak produktif masih dijual di bawah Rp 20 juta.

“Untuk sapi memang signifikan naik sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 jutaan. Rata-rata sekarang di angka Rp 22 juta sampai Rp 25 juta,” jelasnya.

Ia menyebut kenaikan harga sapi kurban masih berpotensi terjadi menjelang puncak pembelian hewan kurban sebelum Idul Adha.

DPP Pastikan Stok Hewan Kurban Masih Aman

Meski permintaan hewan kurban meningkat, DPP Sukoharjo memastikan ketersediaan hewan kurban masih sangat mencukupi.

“Untuk kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Sukoharjo sangat cukup. Dari segi usia dan syarat-syarat juga memenuhi,” katanya.

Selain sapi, stok kambing dan domba untuk kebutuhan kurban juga disebut dalam kondisi aman hingga Idul Adha mendatang.

DPP Sukoharjo Masih Mewaspadai Potensi PMK

Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban, DPP Sukoharjo tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Namun demikian, kondisi PMK di Kabupaten Sukoharjo hingga saat ini dinilai masih terkendali.

“Yang diwaspadai memang masih PMK. Tapi di Sukoharjo tahun ini terkendali. Dari Januari sampai April ada tujuh kasus temuan, tetapi semuanya bisa dikendalikan,” ungkap Susilo.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, pengawasan terhadap hewan kurban dari luar daerah diperketat.

Pedagang dan pengepul juga diminta menerapkan prosedur kesehatan ternak secara ketat.

“Kami sudah komunikasi dan edukasi kepada pengepul maupun pasar hewan. Kalau ada sapi dari luar harus dilakukan disinfektan dan karantina atau dipisah minimal tiga hari,” terangnya.

Pemeriksaan Hewan Kurban Dilakukan Sebelum dan Sesudah Penyembelihan

DPP Sukoharjo juga menyiapkan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.

Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan kondisi hewan sehat dan daging aman dikonsumsi masyarakat.

“Dari awal kami sudah melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing. Kemudian H-2 dan H-1 nanti dilakukan pemeriksaan ante mortem sebelum dipotong,” jelasnya.

Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, tim juga akan melakukan pemeriksaan post mortem setelah proses pemotongan hewan kurban selesai dilakukan.

“Tim sudah kami bentuk untuk pemeriksaan kesehatan fisik dan unsur syariatnya. Setelah pemotongan juga ada pemeriksaan lagi,” tandas Susilo.

Artikel ini telaht ayang di TribunSolo.com dengan judul “Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, Harga Sapi di Sukoharjo Mulai Naik, Melonjak hingga Rp 2 Juta”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar