Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026

Kompas.com, 11 Mei 2026, 11:50 WIB
Pythag Kurniati,
Puspasari Setyaningrum

Tim Redaksi

MEKKAH, KOMPAS.com- Menjelang fase puncak ibadah haji, persiapan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) semakin dimatangkan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Satgas Operasi Armuzna pun menggelar inspeksi menyeluruh untuk memastikan seluruh fasilitas nyaman digunakan.

Pengecekan maraton pada akhir pekan ini dipimpin langsung oleh Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan.

Baca juga: Hari Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi dan Keutamaannya

"Kami ingin memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat," ujar Ian, Sabtu (9/5/2026).

Persiapan Sambut Jemaah Indonesia pada Puncak Haji 2026 di Arafah

Berikut wajah baru Arafah yang bersiap menyambut jemaah haji:

Baca juga: Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni

1. Pemasangan CCTV 24 Jam di Area Maktab

Salah satu titik krusial yang dibedah kesiapannya adalah area tenda yang dikelola oleh Syarikah Al Bait Guest. Begitu melangkahkan kaki ke dalam kompleks maktab, jemaah akan langsung dinaungi sistem keamanan ketat melalui deretan kamera pengawas (CCTV) 24 jam.

Dalam peninjauan ini, Ian sengaja mengajak para kepala sektor (kasektor) agar memahami betul peta penempatan jemaah.

"Peran kasektor agar mereka tahu betul tenda mana jemaahnya akan ditempatkan. Nanti mereka didampingi koordinator markaz, pengawas katering, dan pengawas transportasi, serta bekerja sama dengan Kementerian Haji Saudi dan pihak syarikah," ujarnya.

2. Lantai Penahan Panas dan Kasur Busa Baru

Transformasi paling terlihat ada di dalam tenda-tenda wukuf itu. Suhu ekstrem gurun pasir Arafah tak lagi menjadi momok.

Permukaan tanah kini telah dilapisi struktur lantai tambahan yang tebal. Desain ini efektif meratakan permukaan sekaligus memblokir hawa panas dari dalam tanah.

Di dalam tenda yang ukurannya bervariasi, jajaran kasur busa baru telah menanti di atas karpet empuk.

Setiap jemaah akan mendapatkan jatah kasur seukuran 50x170 sentimeter, lengkap dengan satu seprai, bantal, dan dua helai selimut. Disiapkan pula dua hingga tiga unit AC per tenda.

 Persiapan di kawasan Arafah menjelang fase puncak ibadah haji 2026.
DOK MCH 2026 Persiapan di kawasan Arafah menjelang fase puncak ibadah haji 2026.

3. Label Keterangan Kapasitas dan Daftar Kloter Tenda

Untuk memastikan hak jemaah tidak tertukar, penyelenggara telah menyiapkan sistem penandaan yang jelas.

"Diharapkan nanti di tiap-tiap tenda itu ada keterangan kapasitas jemaah, dan akan kita tempel daftar kloter serta daftar jemaah," kata Ian.

Ia juga menjamin bahwa mekanisme pembagian ini akan sangat memperhatikan kondisi jemaah. "Misal ada pemisahan kloter tidak akan berjauhan, terlebih jemaah sepuh yang tidak bisa jauh dari keluarga," katanya.

4. Tambah Fasilitas Urinoir Pria dan Toilet Disabilitas

Inovasi yang tak kalah krusial menyentuh fasilitas sanitasi. Setiap maktab kini dibekali dua kompleks MCK.

Isinya ada belasan bilik dengan opsi kloset jongkok dan duduk, toilet ramah disabilitas, serta terobosan baru berupa instalasi urinoir pria di luar bilik toilet untuk memangkas waktu antre buang air kecil.

Selain itu, maktab juga diperkuat dengan fasilitas musala, ruang layanan pelanggan, hingga klinik kesehatan siaga.

Persiapan di kawasan Arafah menjelang fase puncak ibadah haji 2026.DOK MCH 2026 Persiapan di kawasan Arafah menjelang fase puncak ibadah haji 2026.

5. Target Rampung H-5 Puncak Haji

Ian memberikan beberapa catatan tegas kepada pihak syarikah, terutama terkait kebersihan lingkungan dan penyempurnaan sekat antar tenda. Ia memastikan evaluasi ini akan terus dikawal.

"Kami akan cek ulang nanti dalam lima hari ke depan, yaitu hari Kamis," kata Ian.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono.

Saat memeriksa tumpukan kasur di kawasan Mina, ia menyoroti penyelesaian infrastruktur yang cepat dalam sepekan terakhir.

"Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ungkapnya.

Melihat dedikasi para pekerja di lapangan, ia amat yakin persiapan ini akan rampung pada waktunya. "Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," tegas Muftiono.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar