Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!

Kompas.com, 23 Juli 2026, 16:39 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Sebanyak 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil masuk dalam daftar Top 100 Universitas Indonesia versi Webometrics edisi Juli 2026.

Capaian ini menjadi indikator meningkatnya daya saing perguruan tinggi Islam di tingkat nasional.

Pemeringkatan Webometrics dilakukan berdasarkan empat indikator utama, yaitu Visibility, Openness, Excellence, dan Impact.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKIN Terfavorit di SPAN-PTKIN 2026, Pendaftar Tembus 26.886

Daftar 11 PTKIN yang Masuk Top 100 Universitas di Indonesia

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi PTKIN dengan peringkat tertinggi pada pemeringkatan Webometrics Juli 2026.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Kini Buka Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter

Posisi tersebut diikuti oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menempati peringkat kedua dan ketiga di antara seluruh PTKIN.

Berdasarkan rilis Webometrics, berikut daftar 11 PTKIN yang berhasil menembus Top 100 perguruan tinggi di Indonesia:

  1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta – Peringkat 22 nasional, peringkat 1.115 dunia.
  2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung – Peringkat 24 nasional, peringkat 1.166 dunia.
  3. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – Peringkat 41 nasional, peringkat 1.399 dunia.
  4. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang – Peringkat 48 nasional, peringkat 1.471 dunia.
  5. UIN Raden Intan Lampung – Peringkat 49 nasional, peringkat 1.487 dunia.
  6. UIN Sumatera Utara – Peringkat 54 nasional, peringkat 1.618 dunia.
  7. UIN Sunan Ampel Surabaya – Peringkat 64 nasional, peringkat 1.823 dunia.
  8. UIN Sultan Syarif Kasim Riau – Peringkat 74 nasional, peringkat 1.958 dunia.
  9. UIN Raden Fatah Palembang – Peringkat 75 nasional, peringkat 1.981 dunia.
  10. UIN Ar-Raniry Banda Aceh – Peringkat 79 nasional, peringkat 2.053 dunia.
  11. UIN Walisongo Semarang – Peringkat 90 nasional, peringkat 2.278 dunia.

Kemenag Apresiasi Capaian 11 PTKIN

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, mengapresiasi keberhasilan 11 PTKIN yang masuk dalam jajaran 100 besar perguruan tinggi Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil transformasi pendidikan tinggi Islam yang terus dilakukan Kementerian Agama melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, internasionalisasi, digitalisasi, serta pengembangan budaya riset.

“Prestasi ini patut kita syukuri. Kehadiran sebelas PTKIN dalam Top 100 Universitas Indonesia membuktikan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam semakin kompetitif dan mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para mitra yang terus berkolaborasi membangun mutu pendidikan tinggi Islam,” ujar Prof. Sahiron di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Prof. Sahiron menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan dalam pemeringkatan, melainkan menjadi indikator meningkatnya kontribusi PTKIN terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penyebarluasan hasil akademik kepada masyarakat.

Menurutnya, indikator yang digunakan Webometrics mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat publikasi ilmiah, keterbukaan akses pengetahuan, optimalisasi platform digital, dan meningkatkan visibilitas karya akademik di tingkat internasional.

PTKIN Diminta Terus Perkuat Transformasi

Prof. Sahiron mengajak seluruh PTKIN menjadikan hasil pemeringkatan ini sebagai motivasi untuk mempercepat transformasi kelembagaan dan meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks. Karena itu, PTKIN harus terus meningkatkan kualitas riset, publikasi internasional bereputasi, inovasi, kolaborasi global, penguatan tata kelola digital, serta layanan akademik yang unggul agar mampu bersaing pada level dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak.

PTKIN diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang memiliki keunggulan akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui penguatan tridarma perguruan tinggi.

“Ke depan, PTKIN harus menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang mampu menghadirkan pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, saya optimistis semakin banyak PTKIN yang akan masuk jajaran perguruan tinggi terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Prof. Sahiron.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar