BANYUWANGI, KOMPAS.com - Silaturahmi bukan sekadar menjaga hubungan antarsesama, tetapi juga menjadi amalan yang membawa banyak keutamaan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Seperti yang diurai pendakwah asal Banyuwangi, Jawa Timur, Ustadz Nurul Anwar El Fakisy yang mengatakan bahwa menjaga silaturahmi memiliki manfaat besar bagi kehidupan seorang Muslim.
Selain mempererat persaudaraan, silaturahmi juga menjadi jalan datangnya keberkahan.
“Silaturahmi memiliki banyak keutamaan dan manfaat baik di dunia maupun di akhirat,” kata Ustadz Nurul Anwar El Fakisy, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Memaafkan Sesama
Ia menjelaskan, salah satu keutamaan menjaga silaturahmi adalah dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.
Ustafz Nurul Anwar pun mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” tuturnya.
Menurutnya, silaturahmi bukan hanya berdampak pada urusan materi, tetapi juga membentuk akhlak yang baik.
Dengan terus menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, maupun sesama, seseorang akan belajar menumbuhkan sikap rendah hati.
Ia menambahkan, manfaat menyambung tali silaturahmi juga dapat menghilangkan sifat sombong dan angkuh.
Sebab, orang yang terbiasa menjaga hubungan dengan sesama akan terbentuk menjadi pribadi yang lebih terbuka, santun, dan menghargai orang lain.
“Orang yang menjaga silaturahmi akan bersifat rendah hati di manapun berada dan kepada siapa pun lawan bicaranya,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, silaturahmi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah, merawat kebersamaan, serta menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Baca juga: Mengintip Tradisi Idul Fitri di Arab Saudi: Dari “Early Hour” hingga Silaturahmi Usai Shalat Ied
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, menjaga hubungan dengan sesama dinilai menjadi amalan sederhana yang kerap terlupakan, padahal memiliki nilai besar di sisi Allah.
Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus merawat tali silaturahmi, tidak hanya saat momen tertentu seperti Idulfitri, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Silaturahmi bukan hanya mendatangkan keberkahan rezeki dan umur, tetapi juga menjadikan hati lebih lembut, jauh dari kesombongan, dan dekat dengan persaudaraan,” tandasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.