Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Silaturahmi Jadi Tradisi Lebaran? Ini Maknanya dalam Islam

Kompas.com, 11 Maret 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap datangnya Idul Fitri, suasana kebersamaan terasa begitu kuat di tengah masyarakat.

Setelah sebulan menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan, umat Islam biasanya memanfaatkan hari raya untuk berkumpul bersama keluarga, mengunjungi kerabat, dan saling memaafkan.

Di Indonesia, tradisi ini dikenal sebagai silaturahmi Lebaran. Orang-orang saling berkunjung dari rumah ke rumah, menjalin kembali hubungan yang mungkin sempat renggang, serta mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin.

Namun dalam ajaran Islam, silaturahmi sebenarnya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kunjungan saat hari raya. Ia merupakan bagian dari nilai penting dalam kehidupan sosial umat Muslim.

Baca juga: MUI Tegaskan 7 Komitmen Persatuan dalam Silaturahmi Lintas Agama di Istana Negara

Makna Silaturahmi dalam Islam

Istilah silaturahmi berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, yaitu silah yang berarti hubungan dan rahim yang bermakna kasih sayang atau kekerabatan.

Secara sederhana, silaturahmi dapat diartikan sebagai upaya menjalin hubungan yang dilandasi oleh kasih sayang.

Dalam buku Bereskan Ibadahmu maka Allah akan Membereskan Pekerjaanmu, penulis M. Al Farabi menjelaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar interaksi sosial, tetapi bentuk kepedulian dan upaya menjaga hubungan antarmanusia agar tetap harmonis.

Karena itu, silaturahmi menjadi bagian dari nilai moral yang sangat ditekankan dalam Islam. Hubungan baik antar sesama dianggap sebagai cerminan dari keimanan seseorang.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman

Idul Fitri dan Momentum Mempererat Hubungan

Hari raya Idul Fitri sering dimaknai sebagai momen kembali kepada fitrah, yaitu keadaan manusia yang bersih dari dosa setelah menjalani proses spiritual selama Ramadan.

Dalam konteks inilah silaturahmi menjadi sangat relevan. Setelah menjalani ibadah puasa dan memperbanyak amal saleh, umat Islam diingatkan untuk memperbaiki hubungan sosial dengan sesama manusia.

Tradisi saling berkunjung saat Lebaran pada dasarnya menjadi sarana untuk membuka kembali hubungan yang mungkin sempat terputus.

Tidak jarang orang memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada keluarga, sahabat, atau tetangga.

Menurut ulama tafsir Indonesia Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al-Qur’an, salah satu pesan penting dari Idul Fitri adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia setelah memperbaiki hubungan dengan Allah selama Ramadan.

Anjuran Silaturahmi dalam Al-Qur’an

Pentingnya menjaga hubungan silaturahmi juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan tidak memutuskan tali persaudaraan.

Hal ini tercantum dalam Surah An-Nisa ayat 1 yang menyerukan agar manusia bertakwa kepada Allah serta memelihara hubungan kekerabatan.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa hubungan sosial dalam Islam bukan sekadar urusan duniawi, melainkan bagian dari ketaatan kepada Allah.

Oleh karena itu, menjaga silaturahmi dipandang sebagai bentuk ibadah yang memiliki nilai spiritual.

Baca juga: Rahasia Silaturahmi: Kunci Pembuka Rezeki dan Keberkahan Hidup

Tradisi Silaturahmi Lebaran dalam Budaya Muslim

Menariknya, tradisi silaturahmi yang dilakukan secara besar-besaran saat Idul Fitri lebih banyak berkembang di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Dalam buku Islam, Doktrin, dan Isu-Isu Kontemporer, cendekiawan Muslim Faisal Ismail menjelaskan bahwa budaya saling berkunjung dan saling memaafkan saat Lebaran merupakan tradisi sosial yang berkembang dalam masyarakat Melayu.

Sementara itu, di beberapa negara Timur Tengah, perayaan Idul Fitri biasanya berlangsung lebih sederhana dalam lingkup keluarga.

Justru perayaan yang lebih besar sering terjadi pada Idul Adha karena berkaitan dengan ibadah haji.

Meski demikian, nilai silaturahmi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial umat Islam di berbagai negara.

Keutamaan Silaturahmi dalam Hadits

Banyak hadits Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah menyebutkan bahwa hubungan kekeluargaan merupakan bagian dari tanda keimanan.

Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj menyebutkan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya menjaga hubungan silaturahmi serta berkata baik kepada sesama.

Selain itu, silaturahmi juga disebut sebagai amalan yang dapat memperluas rezeki dan memperpanjang umur.

Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik menyebutkan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaknya menyambung tali kekerabatan.

Dalam buku Keajaiban Shalat, Sedekah, dan Silaturahmi, penulis Amirulloh Syarbini menjelaskan bahwa silaturahmi memiliki dampak spiritual sekaligus sosial.

Ia dapat mempererat hubungan masyarakat sekaligus mendatangkan pahala bagi orang yang melakukannya.

Baca juga: Kue Lebaran Khas Betawi, Warisan Rasa yang Menghangatkan Silaturahmi

Silaturahmi sebagai Jalan Menuju Kedamaian Sosial

Selain memiliki nilai ibadah, silaturahmi juga berfungsi menjaga keharmonisan masyarakat. Melalui silaturahmi, konflik yang terjadi di antara individu dapat diselesaikan dengan cara yang damai.

Nabi Muhammad SAW bahkan pernah menyebut bahwa memperbaiki hubungan antara dua orang yang berselisih memiliki pahala yang besar.

Pesan ini menunjukkan bahwa Islam menempatkan persaudaraan dan perdamaian sebagai nilai penting dalam kehidupan sosial.

Lebaran sebagai Pengingat untuk Menjaga Hubungan

Pada akhirnya, silaturahmi saat Lebaran bukan sekadar kegiatan tahunan atau tradisi budaya. Ia merupakan pengingat bahwa hubungan antar manusia perlu dijaga dengan penuh kasih sayang.

Melalui kunjungan, permintaan maaf, dan kebersamaan, umat Islam diingatkan untuk memperkuat ikatan persaudaraan yang menjadi bagian penting dari ajaran agama.

Karena itu, ketika Idul Fitri tiba, momen silaturahmi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan spiritual untuk memperbaiki diri dan hubungan dengan sesama.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar