Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nuzulul Qur’an di Istana, Prabowo Apresiasi Pesan Damai Quraish Shihab

Kompas.com, 11 Maret 2026, 10:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi ceramah yang disampaikan ulama tafsir terkemuka Muhammad Quraish Shihab dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurut Prabowo, tausiyah singkat yang disampaikan Quraish Shihab memberi pencerahan tentang nilai-nilai mendasar dalam kehidupan, terutama mengenai arti perdamaian dan cara menyikapi perbedaan di tengah masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih kepada Prof. Quraish Shihab yang baru saja memberikan ceramah singkat kepada kita sekalian dan memberi pemahaman tentang hal-hal yang mendasar. Tentang arti damai, arti kedamaian, arti perdamaian, serta bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus mengarah pada perpecahan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Baca juga: 2 Santri Ini Tak Menyangka Disapa Langsung Prabowo di Istana Saat Malam Nuzulul Qur’an

Peringatan Nuzulul Qur’an yang mengusung tema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta” itu berlangsung khidmat.

Sejumlah ulama, tokoh agama, dan pejabat negara hadir dalam acara yang digelar di Istana Negara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengaku tersentuh dengan penjelasan Quraish Shihab mengenai konsep keadilan serta makna kepemimpinan.

Menurutnya, ceramah tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang bersumber dari Tuhan.

“Yang sangat besar artinya bagi saya adalah pencerahan dari beliau tentang keadilan, serta tentang takdir seorang pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat,” kata Prabowo.

Baca juga: Doa Nuzulul Quran Lengkap untuk Dibaca di Malam 17 Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya

Ia menegaskan bahwa kekuasaan bukan sekadar jabatan. Bagi seorang pemimpin, kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan diberikan sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran, serta untuk melindungi dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” tuturnya.

Suasana spiritual terasa sejak awal acara. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di ruangan Istana ketika qari muda berbakat M. Zian Fahrezi membacakan ayat-ayat dari Surat Al-Hasyr.

Zian diketahui merupakan juara pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional Al-Ameed ke-3 yang digelar di Irak.

Baca juga: Tradisi Peringatan Nuzulul Quran di Indonesia, dari Seribu Tumpeng hingga Khataman Al-Quran

Bacaan Al-Qur’an yang dilantunkannya membuat para hadirin larut dalam suasana khusyuk, termasuk Presiden Prabowo yang menyimak dengan penuh perhatian.

Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi setelah tausiyah selesai. Saat Quraish Shihab hendak turun dari panggung, Prabowo bergegas berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat.

Presiden kemudian membantu ulama sepuh tersebut menuruni tangga panggung. Dengan penuh perhatian, Prabowo memapah Quraish Shihab yang berjalan menggunakan tongkat.

Keduanya menuruni tangga secara perlahan sebelum disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir di Istana Negara.

Momen tersebut menjadi salah satu gambaran suasana hangat dalam peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar