Editor
KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menargetkan Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI dan Panja Haji pemerintah menyepakati besaran biaya haji 2027 dalam satu pekan ke depan.
Pembahasan biaya haji masih berlangsung dengan perhitungan yang disebut telah mencapai sekitar 85 persen untuk menentukan angka yang dinilai paling layak bagi jamaah.
Baca juga: BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
Gus Irfan mengatakan pembahasan besaran biaya haji masih dilakukan oleh Panja Haji DPR RI dan Panja Haji pemerintah. Kedua pihak masih menghitung komponen biaya untuk memperoleh angka yang dinilai paling layak.
“Panja Haji DPR dan Panja Haji kita sedang bicara terus kita menghitung terus untuk memastikan menetapkan berapa angka yang paling layak dan sampai hari ini mungkin belum 100 persen selesai masih sekitar 85 persen,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Senin (14/9/2026), seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik 22,8 Persen, Ini Sejumlah Pemicunya
Gus Irfan berharap pembahasan tersebut segera rampung sehingga besaran biaya yang harus dibayarkan jamaah dapat ditetapkan dalam waktu dekat.
“Insya Allah dalam satu minggu ke depan kita akan bisa ada kesepakatan tentang angka yang harus dibayar oleh jamaah yang akan kita ajukan ke Presiden,” kata dia.
Kepastian biaya haji akan membantu jamaah yang masuk dalam daftar tunggu tahun berjalan mempersiapkan dana pelunasan. Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah dapat melanjutkan persiapan teknis untuk penyelenggaraan ibadah haji, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Sebelumnya, pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp 107.340.172,02 per orang.
Dari usulan tersebut, komponen Bipih yang dibayarkan langsung oleh jamaah sebesar Rp 42.936.068,81 atau 40 persen. Sementara itu, nilai manfaat yang diusulkan mencapai Rp 64.404.103,21 atau 60 persen.
Besaran tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan Panja Haji sebelum nantinya disepakati dan diajukan kepada Presiden.
Selain membahas biaya haji 2027, Gus Irfan mengingatkan calon jamaah untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga kondisi fisik dan mental.
“Kepada jamaah saya minta pertama tentu menyiapkan fisik maupun mental dan juga menyiapkan keuangan,” katanya.
Gus Irfan menekankan kesiapan fisik sebagai salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon jamaah.
Menurutnya, rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima sehingga persiapan fisik perlu dilakukan sejak sebelum keberangkatan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.