Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maladewa Peringati 900 Tahun Masuknya Islam, Presiden Muizzu: Tauhid Inti Kedaulatan Bangsa

Kompas.com, 14 September 2026, 11:17 WIB
Reni Susanti

Editor

 


KOMPAS.com - Maladewa merayakan tonggak sejarah besar: 900 tahun masuknya Islam ke negara kepulauan tersebut.

Upacara akbar digelar di Taman Pusat Hulhumalé pada Sabtu malam, 12 September 2026, dihadiri oleh Ibu Negara Sajidha Mohamed, Wakil Presiden Hussain Mohamed Latheef, Ketua Parlemen Abdul Raheem Abdulla, para menteri, tokoh agama, anggota parlemen, hingga duta besar negara-negara sahabat.

Dalam pidatonya, Presiden Maladewa Dr Mohamed Muizzu menegaskan bahwa Islam adalah inti dari kedaulatan budaya dan kemerdekaan bangsa Maladewa.

Baca juga: Hukum Menimbun Masker Saat Bencana Menurut Islam

Ia menyebut kedatangan Islam mengubah tatanan sosial masyarakat Maladewa yang sebelumnya menyembah berhala dari batu karang dan diwarnai ketimpangan sosial yang tajam.

"Melalui Islam, masyarakat Maladewa belajar tentang nilai setiap nyawa manusia dan mengenal kesucian darah manusia," kata Muizzu, seperti dikutip media lokal Atoll Times dari pidato resminya di acara tersebut dikutip dari Barnama, Senin (14/9/2026). 

Presiden juga menekankan bahwa Islam menanamkan prinsip kesetaraan kedudukan seluruh manusia di hadapan Allah, serta menjaga kesucian hidup, kehormatan, dan harta benda rakyat.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyuarakan penolakan terhadap konsumsi zat memabukkan yang menurutnya menjadi persoalan serius yang merusak keluarga dan masyarakat.

Baca juga: MUI Tegaskan Buku Islam Ala Prabowo Bukan Produk Resmi MUI

Pendirian Lembaga Wakaf Baru

Momen peringatan ini juga ditandai dengan langkah kebijakan konkret. Presiden Muizzu resmi mendirikan Maldives Awqaf Investments Limited, badan usaha milik negara yang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 14/2026 pada 12 September 2026.

Lembaga ini akan mengelola, mengembangkan, dan memelihara properti wakaf di berbagai wilayah Maladewa, dengan hasilnya dipergunakan untuk kepentingan keagamaan—termasuk pembangunan dan renovasi masjid.

Perusahaan ini dimiliki penuh oleh pemerintah Maladewa, terdaftar dengan nomor registrasi 20379, dan memiliki modal dasar sebesar MVR 100 juta (sekitar 1 juta lembar saham).

Selain mengelola aset wakaf, lembaga ini juga diberi kewenangan menjalankan kegiatan usaha komersial yang diperbolehkan menurut syariat Islam.

Peringatan 900 tahun ini juga berkaitan dengan proyek pembangunan Masjid Agung Hulhumalé, masjid terbesar di Maladewa yang akan menampung sekitar 10.000 jemaah, dinamai "Jami' as-Sultan Muhammad bin Abdullah"—mengambil nama penguasa yang memeluk Islam pertama kali dan memerintahkan rakyatnya mengikuti jejaknya.

Peletakan batu pertama masjid ini turut dilaksanakan bertepatan dengan momentum peringatan tersebut, dengan pendanaan konstruksi berasal dari kerja sama dengan perusahaan Al Rajhi, Arab Saudi.

Sekilas tentang Maladewa

Republik Maladewa adalah negara kepulauan di Samudra Hindia yang terdiri dari sekitar 1.192 pulau karang yang tergabung dalam 26 atol, dengan ibu kota di Malé. Beberapa data penting mengenai negara ini:

• Dasar konstitusi: Konstitusi Maladewa tahun 2008 menetapkan Islam (mazhab Sunni) sebagai agama resmi negara dan salah satu landasan seluruh hukum yang berlaku. Konstitusi menyatakan tidak boleh ada undang-undang yang bertentangan dengan ajaran Islam.

• Syarat kewarganegaraan: Berdasarkan konstitusi, hanya Muslim yang dapat menjadi warga negara Maladewa, menjadikan negara ini secara hukum "100 persen" Muslim di kalangan warga negaranya.

• Populasi: Total penduduk Maladewa diperkirakan sekitar 520 ribuan jiwa (data pemerintah, termasuk sekitar 190 ribuan pekerja asing dari Bangladesh, Sri Lanka, India, dan Pakistan yang mayoritas beragama non-Islam).

• Sejarah masuknya Islam: Islam diperkirakan mulai masuk ke Maladewa sekitar abad ke-12 Masehi. Menurut catatan sejarah, raja Maladewa saat itu, Dharumavantha Rasgefaanu, memeluk Islam pada tahun 548 H, lalu memerintahkan seluruh rakyatnya untuk mengikuti.

• Peringatan tahunan: Setiap tanggal 1 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah, Maladewa memperingati hari masuknya Islam ke negeri tersebut. Peringatan ini pertama kali dirayakan secara resmi pada tahun 1954, di masa pemerintahan Sultan Mohamed Fareed-ul Awwal.

• Jabatan publik: Presiden, menteri, anggota parlemen, dan hakim di Maladewa disyaratkan beragama Islam Sunni sesuai konstitusi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar