Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar

Kompas.com, 13 September 2026, 14:07 WIB
Reni Susanti

Editor

FAKFAK, KOMPAS.com — Digitalisasi usaha tidak selalu harus dimulai dengan penggunaan teknologi yang rumit.

Pelaku usaha dapat mengawalinya dengan mencantumkan lokasi dan informasi usahanya di Google Maps agar lebih mudah ditemukan calon konsumen.

Langkah sederhana tersebut diperkenalkan kepada masyarakat di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melalui lokakarya Digitalisasi Potensi Masyarakat dan Penguatan Ekonomi Lokal, belum lama ini.

Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi itu membahas pemanfaatan teknologi untuk memperkenalkan potensi wilayah, mengembangkan usaha, serta memperluas akses masyarakat terhadap pasar dan informasi.

Baca juga: 5 Ruang Keteladanan Orangtua dalam Mendidik Anak di Era Digital

Pelaku usaha Faizal Nur Sodik mengatakan, keberadaan digital menjadi salah satu kebutuhan bagi usaha yang ingin menjangkau konsumen lebih luas.

Pelaku usaha dapat memulainya dengan mencantumkan lokasi, kategori usaha, nomor kontak, dan informasi operasional di Google Maps.

Menurut Faizal, keberadaan usaha di Google Maps dapat menjadi fondasi sebelum pelaku usaha mengembangkan kanal digital lain, seperti Instagram, TikTok, Facebook, situs web, dan iklan digital.

Ia juga mengajak masyarakat mengenali peluang usaha berdasarkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Usaha dapat tumbuh dari pengalaman, hobi, kebutuhan masyarakat, ataupun peluang pasar yang belum dimanfaatkan.

Kawasan Bomberay-Tomage memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain hasil alam, pertanian, peternakan, kuliner, dan kerajinan.

Berbagai potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dalam nilai-nilai Islam, upaya mengembangkan potensi yang tersedia merupakan bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Baca juga: Dari Congklak hingga Gim Digital, Muhammadiyah Kenalkan Budaya dan Sains di London

Website sebagai etalase digital desa

Selain digitalisasi usaha, kegiatan tersebut membahas pemanfaatan situs web sebagai pusat informasi desa.

Aditya Nanda Riandhi, salah satu pemateri, mengatakan, situs web tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi pemerintahan desa. Platform tersebut juga dapat digunakan untuk memperkenalkan identitas, kegiatan, dan potensi ekonomi masyarakat.

Informasi yang ditampilkan dapat berupa profil desa, struktur organisasi, program pembangunan, kegiatan masyarakat, berita, hingga produk lokal.

“Desa tidak hanya perlu memiliki potensi, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk memperkenalkan potensi tersebut. Website dapat menjadi salah satu etalase digital yang membuat informasi, aktivitas, dan produk masyarakat desa lebih mudah ditemukan,” ujar Aditya.

Namun, menurut Aditya, situs web perlu dikelola secara aktif agar tidak berhenti sebagai halaman informasi yang statis.

Informasi mengenai kegiatan masyarakat, perkembangan desa, dan produk lokal perlu diperbarui secara berkala. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai desa tersebut.

Situs web juga dapat mengintegrasikan artikel, kegiatan warga, profil desa, dan produk lokal dalam satu ruang informasi.

Keberadaan informasi secara digital dinilai dapat membantu masyarakat di luar kawasan mengenal aktivitas, produk, dan potensi yang dimiliki Bomberay-Tomage.

Perlu dilanjutkan masyarakat

Ketua Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 16 Ahmad Buchari mengatakan, pengembangan Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi.

Menurut Ahmad, penerapan teknologi digital tidak seharusnya berhenti setelah program Ekspedisi Patriot selesai.

Pengetahuan, gagasan, dan jejaring yang dibangun selama kegiatan perlu dilanjutkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Fakfak Berbelina Maryam Lesomar menyatakan dukungannya terhadap penguatan kemampuan digital masyarakat di kawasan transmigrasi.

Digitalisasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas pemasaran, menyampaikan informasi mengenai desa, mendokumentasikan kegiatan, dan membuka peluang ekonomi baru.

Pemanfaatan teknologi pada akhirnya bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman.

Bagi masyarakat Bomberay-Tomage, digitalisasi dapat menjadi sarana ikhtiar untuk mengelola potensi secara bertanggung jawab, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar
Google Maps dan Ikhtiar Warga Fakfak Memperluas Pasar
Aktual
Ketika Dakwah di Singkut Dimulai dengan Menemani Anak Belajar Membaca
Ketika Dakwah di Singkut Dimulai dengan Menemani Anak Belajar Membaca
Aktual
Polemik Buku “Islam ala Prabowo”, Bagaimana Hukum Mencantumkan Nama Tokoh Tanpa Izin?
Polemik Buku “Islam ala Prabowo”, Bagaimana Hukum Mencantumkan Nama Tokoh Tanpa Izin?
Aktual
Bolehkah Petugas Damkar Menjamak dan Mengqashar Sholat Saat Bertugas?
Bolehkah Petugas Damkar Menjamak dan Mengqashar Sholat Saat Bertugas?
Aktual
Muhammadiyah: Tafsir Al-Ma'un Menolak Korupsi yang Dirancang Sistem
Muhammadiyah: Tafsir Al-Ma'un Menolak Korupsi yang Dirancang Sistem
Aktual
Mulai 2027, MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan
Mulai 2027, MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, STQ Ditiadakan
Aktual
3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah
3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah
Aktual
Potensi Karya Santri Besar, Bagaimana Menjangkau Pembaca Lebih Luas?
Potensi Karya Santri Besar, Bagaimana Menjangkau Pembaca Lebih Luas?
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, Bermula dari Majelis Qari di Masjid Sunan Ampel
Sejarah MTQ di Indonesia, Bermula dari Majelis Qari di Masjid Sunan Ampel
Aktual
Saudi dan 7 Negara Muslim Sambut Larangan Inggris Impor Produk dari Permukiman Israel
Saudi dan 7 Negara Muslim Sambut Larangan Inggris Impor Produk dari Permukiman Israel
Aktual
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar