Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah

Kompas.com, 12 September 2026, 19:53 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Berdoa dengan bahasa Arab tidak selalu menjadi satu-satunya cara untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dalam Islam, hukum penggunaan bahasa Arab dalam doa bergantung pada konteksnya, terutama apakah doa tersebut dibaca di dalam atau di luar shalat.

Baca juga: Jangan Hanya Berdoa, Ini 3 Cara Menjemput Rezeki

Hukum Berdoa dengan Bahasa Arab di Dalam Shalat

Apabila doa dibaca di dalam shalat, bacaan tersebut wajib menggunakan bahasa Arab sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Ketentuan ini berlaku untuk bacaan al-Qur’an, dzikir, maupun doa ma’tsur yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Baca juga: 4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?

Shalat merupakan ibadah yang tata caranya bersifat tawqīfī, yakni tidak boleh diubah kecuali berdasarkan dalil. Rasulullah SAW bersabda:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. al-Bukhari, no. 443).

Hadis tersebut menegaskan bahwa gerakan dan bacaan dalam shalat mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Karena itu, penggunaan bahasa Arab dalam doa di dalam Shalat bukan sekadar persoalan kebiasaan, melainkan bagian dari ketaatan terhadap sunnah Nabi SAW.

Berdoa dengan Bahasa Arab Lebih Afdhal

Ketentuan berbeda berlaku untuk doa yang dipanjatkan di luar Shalat. Dalam konteks ini, seorang Muslim memiliki ruang yang lebih luas untuk menggunakan bahasa yang dipahaminya ketika menyampaikan permohonan kepada Allah SWT.

Doa ma’tsur yang menggunakan bahasa Arab tetap lebih utama (afdhal) karena bersumber dari al-Qur’an dan hadis.

Selain memiliki susunan dan makna yang bersumber dari wahyu, membaca lafaz tersebut juga memiliki nilai ibadah.

Nabi SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ  بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ: آلم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lām Mīm’ itu satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Lām’ satu huruf, dan ‘Mīm’ satu huruf.” (HR. at-Tirmidzi, no. 2910).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa lafaz yang bersumber dari wahyu memiliki nilai spiritual. Karena itu, membaca doa dengan bahasa Arab tetap memiliki keutamaan meskipun seseorang belum sepenuhnya memahami maknanya.

Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah?

Berdoa di luar shalat dengan bahasa selain Arab tetap diperbolehkan, terutama bagi seseorang yang belum mampu melafalkan doa dalam bahasa Arab.

Allah SWT mengetahui isi hati hamba-Nya sehingga doa tidak harus disampaikan dalam bahasa tertentu agar dapat diketahui-Nya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.” (Q.S. Luqman [31]: 23).

Dengan demikian, seseorang dapat berdoa menggunakan bahasa yang dipahaminya, termasuk bahasa Sunda, Jawa, atau bahasa lainnya. Ketulusan dan kekhusyukan dalam memanjatkan doa menjadi hal penting dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Memahami Makna Doa Lebih Penting daripada Sekadar Lafal

Dalam berdoa, seorang Muslim tidak hanya dianjurkan melafalkan rangkaian kata, tetapi juga menghadirkan hati dan memahami makna yang disampaikan.

Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya keyakinan serta kesadaran ketika memanjatkan doa. Beliau bersabda:

اُدْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. at-Tirmidzi, no. 3479).

Hadis tersebut menekankan pentingnya menghadirkan kesadaran spiritual ketika berdoa. Karena itu, memahami arti doa dapat membantu seorang Muslim menghayati setiap permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT.

Doa juga tidak berdiri sendiri tanpa usaha. Selain memanjatkan permohonan kepada Allah, seorang Muslim perlu melakukan ikhtiar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S. ar-Ra‘d [13]: 11)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa doa dan usaha merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Kesungguhan dalam berdoa perlu disertai ikhtiar, sehingga seorang Muslim tetap berusaha sekaligus berserah diri kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Aktual
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Aktual
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Aktual
 Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Aktual
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Aktual
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Aktual
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Aktual
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Aktual
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar