Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI

Kompas.com, 12 September 2026, 17:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga meninggalkan kesan bagi warga yang menyaksikannya.

Seorang warga Semarang mengaku terharu, bangga, dan senang melihat kafilah dari 38 provinsi menampilkan busana serta budaya khas daerah masing-masing.

Baca juga: Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang

Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Bikin Warga Terharu

Semarak Pawai Taaruf turut menyentuh hati Noor Laila (52), warga Ngaliyan, Kota Semarang.

Ia mengaku terharu ketika menyaksikan langsung rangkaian pawai yang menjadi bagian dari pembukaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.

Laila mengatakan dirinya sebenarnya sudah terbiasa menyaksikan berbagai pawai yang digelar di Kota Semarang, termasuk Pawai Dugderan. Namun, Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI memberikan pengalaman berbeda baginya.

Baca juga: Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya

"Kalau pawai yang biasanya kayak pawai dugderan dan sebagainya itu sudah biasa. Kalau Pawai Taaruf MTQ, baru ini," ungkapnya ditemui Tribun Jateng di sela menyaksikan Pawai Taaruf di depan Balaikota.

Sebagai warga Semarang, Laila mengaku senang sekaligus bangga karena kotanya dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

"Tahun ini tuan rumahnya Semarang. Seneng, bahagia, bangga," katanya.

Saat menyaksikan Pawai Taaruf secara langsung, Laila merasakan kebahagiaan sekaligus haru. Suasana tersebut bahkan membuatnya terbawa emosi hingga ingin menangis.

"Perasaan saya senang, haru, pengen nangis," ungkapnya.

Laila menilai rasa haru yang muncul tidak semata-mata karena Kota Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional.

Menurutnya, kemeriahan pawai yang berpadu dengan nuansa keagamaan mampu menumbuhkan rasa emosional sebagai warga negara.

“Senangnya banyak, universal. Ya, ada senangnya sebagai warga negara, ada senangnya dari kegiatan seperti ini. Ya, emosionalnya itu jadi tumbuh. Jadi, rasanya pengin nangis," imbuhnya.

Warga Datang Bersama Anak Saksikan Pawai Taaruf

Kesan serupa disampaikan warga lainnya, Irin (34), warga Semarang Barat. Ia sengaja datang bersama anaknya untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI.

Irin mengatakan kehadirannya merupakan inisiatif pribadi untuk ikut meramaikan penyelenggaraan MTQ Nasional di Kota Semarang.

Terlebih, anaknya yang masih duduk di kelas 8 SMP juga mengikuti lomba MTQ tingkat Kecamatan dan akan maju ke tingkat selanjutnya pada tahun depan.

“Sangat senang sekali saya sebagai warga Kota Semarang menghadiri Taaruf Pawai MTQ Nasional ini," katanya.

"Insyaallah anak saya maju tingkat Kota tahun 2027," ujarnya.

Bagi Irin, menyaksikan Pawai Taaruf secara langsung juga menjadi kesempatan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada anaknya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi sang anak untuk ikut meramaikan MTQ Nasional pada masa mendatang.

“Pengetahuannya bertambah lagi tentang MTQ. Bisa saling mengetahui dari kota-kota, kabupaten, provinsi, semua di nasional-nasional," ujarnya.

Pawai Taaruf Tampilkan Keberagaman Budaya Nusantara

Salah satu hal yang paling menarik perhatian Irin adalah keberagaman budaya yang ditampilkan setiap daerah dalam Pawai Taaruf. Busana, adat istiadat, hingga berbagai ornamen khas provinsi di Indonesia hadir dalam rangkaian pawai.

"Memperkenalkan dari adat istiadatnya, dari provinsi-provinsi di Indonesia. Kita tahu dari berbagai provinsinya itu sendiri," tuturnya.

Melihat langsung kafilah dari berbagai daerah juga membuat Irin semakin bangga mengikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI.

"Bangga dan senang," ucapnya.

Pawai Taaruf Diikuti Kafilah dari 38 Provinsi

Semarak Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 terasa di berbagai kawasan Kota Semarang.

Pawai yang diikuti kafilah dari 38 provinsi se-Indonesia tersebut menghadirkan beragam atraksi dan busana khas daerah yang mencerminkan keberagaman Nusantara.

Suasana semakin meriah dengan kehadiran mobil hias, penampilan marching band, hingga musik hadroh. Berdasarkan pantauan Tribun Jateng, pawai dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan pelepasan kafilah di depan Balaikota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Setelah dilepas, rombongan bergerak menuju kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan melintasi kawasan Lawang Sewu-Tugu Muda yang menjadi salah satu ikon Kota Semarang.

Pelepasan kafilah turut dimeriahkan Tari Warak Dugder dan pertunjukan musik Gambus. Marching band juga ambil bagian dalam pawai, disusul penampilan dari Kementerian Agama dan Masjid Agung Semarang.

Kafilah dari berbagai provinsi tampil mengenakan pakaian dan busana khas daerah masing-masing. Sejumlah mobil hias tematik juga membawa ornamen rumah adat, ikon daerah, hingga satwa khas dari berbagai wilayah Indonesia.

Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI menjadi ruang bagi warga Semarang untuk menyaksikan langsung pertemuan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain menghadirkan kemeriahan, rangkaian pawai memperlihatkan keberagaman budaya melalui busana, kesenian, dan mobil hias daerah.

Bagi warga yang hadir, momentum tersebut juga menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat tradisi dan budaya dari berbagai provinsi di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Noor Laila Terharu dan Pengen Nangis Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional"

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Aktual
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Aktual
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Aktual
 Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Aktual
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Aktual
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Aktual
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Aktual
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Aktual
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Aktual
Buku Nikah Hilang, Apakah Harus Isbat Nikah Lagi? Ini Penjelasan Kemenag
Buku Nikah Hilang, Apakah Harus Isbat Nikah Lagi? Ini Penjelasan Kemenag
Aktual
Sekda Banten Ajak Kafilah MTQ Doakan Jurnalis yang Hilang Kontak agar Segera Ditemukan
Sekda Banten Ajak Kafilah MTQ Doakan Jurnalis yang Hilang Kontak agar Segera Ditemukan
Aktual
Lirik Mars MTQ dan Hymne MTQ
Lirik Mars MTQ dan Hymne MTQ
Aktual
Lirik Mars MTQ, Gema Musabaqah Tilawatil Qur’an
Lirik Mars MTQ, Gema Musabaqah Tilawatil Qur’an
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar