Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup

Kompas.com, 12 September 2026, 16:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Al-Qur’an merupakan kalam suci Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dan menjadi pedoman bagi umat manusia.

Sejarah Al-Qur’an tidak hanya mencatat proses turunnya wahyu, tetapi juga perjalanan pemeliharaan, pembelajaran, penerjemahan, hingga pengamalannya dalam kehidupan.

Dilansir dari laman Kemenag, berikut rangkuman sejarah Al-Qur'an dari masa ke masa sejak wahyu pertama diturunkan.

Baca juga: Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional

Sejarah Turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad

Al-Qur’an sebagai kalam suci dari Allah Swt diturunkan pada abad ke-7 Masehi.

Sejarah mencatat, Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada 17 Ramadhan tahun 610 M dalam peristiwa Nuzulul Qur’an yang sekaligus menandai pengangkatan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul utusan Ilahi kepada seluruh umat manusia.

Ulama besar dari Semarang, K.H. Moenawar Chalil, dalam bukunya Al-Qur’an dari Masa ke Masa (1985), menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur di Mekkah dan Madinah, sebelum dan sesudah Nabi hijrah ke Madinah, dalam waktu 22 tahun, dua bulan, 22 hari.

Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW menyatakan:

“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari alaq (sel yang membelah). Bacalah! Dan Tuhanmu Maha Pemurah, yang mengajarkan kepada manusia (menggunakan) pena. Mengajar manusia apa yang tak ia ketahui. (Terjemahan QS Al-‘Alaq [96]: 1–5)

Empat Hal Mendasar tentang Al-Qur’an

H.S.M. Nasaruddin Latif dalam Fakta dan Data Al-Qur’an (1391 H) mengemukakan sedikitnya empat hal mendasar mengenai Al-Qur’an.

Pertama, Al-Qur’an merupakan wahyu Ilahi yang diturunkan Allah kepada Nabi dan Utusan-Nya, Muhammad SAW.

Kedua, Al-Qur’an berisi kebenaran yang bersumber dari Allah Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui.

Ketiga, turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ketetapan Allah yang benar dan tepat. Nabi Muhammad merupakan penerima pertama sekaligus pemegang amanat Ilahi untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada seluruh umat manusia.

Keempat, keaslian dan keutuhan Al-Qur’an senantiasa dipelihara Allah dari berbagai upaya yang hendak merusak atau mengubahnya. Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr [15]: 9)

Al-Qur’an Dijaga Melalui Hafalan dan Tulisan

Sejak masa hidup Nabi Muhammad SAW, seluruh isi Al-Qur’an telah direkam melalui hafalan Nabi dan para sahabat.

Nabi membacakan ayat-ayat yang diterimanya kepada para sahabat dan memerintahkan para penulis wahyu yang terpercaya untuk mencatatnya.

Sistematika penulisan ayat-ayat Al-Qur’an disusun mengikuti arahan Nabi Muhammad berdasarkan wahyu yang diterimanya.

Malaikat Jibril juga melakukan muraja’ah, yakni pengulangan dan pemeriksaan bacaan Al-Qur’an bersama Nabi setiap bulan Ramadhan.

Setelah periode kekhalifahan Abu Bakar Ash Siddiq r.a., catatan ayat-ayat Al-Qur’an dihimpun dalam satu mushaf.

Selanjutnya, pada masa Utsman bin Affan r.a., dilakukan standardisasi mushaf untuk menjaga keseragaman bacaan dan penulisan Al-Qur’an ketika wilayah Daulah Islamiyah semakin luas.

Mushaf standar tersebut dikenal sebagai Mushaf Utsmani atau Mushaf Al-Imam. Beberapa salinannya kemudian dikirim ke berbagai pusat wilayah Islam sehingga menjadi rujukan dalam membaca, menulis, menyalin, dan menggandakan Al-Qur’an.

Al-Qur’an Terpelihara Sejak Masa Nabi

Ketika Nabi Muhammad wafat pada tahun 11 Hijriyah/632 M, seluruh isi Al-Qur’an telah selesai diturunkan.

Ayat-ayatnya telah ditulis oleh para penulis wahyu meskipun masih terpisah-pisah, sementara banyak sahabat telah menghafalkannya.

Tidak ada ayat yang tertinggal dari wahyu yang telah diturunkan.

Salah satu keistimewaan Al-Qur’an sebagai kitabullah adalah terpeliharanya wahyu melalui perpaduan tradisi lisan dan tulisan sejak awal turunnya kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.

Sejarah Al-Qur’an menunjukkan keseriusan generasi pertama umat Islam dalam menjaga keutuhan wahyu di bawah perlindungan taufiq dan hidayah Allah.

Hafalan, tulisan, transmisi bacaan, serta pengajaran Al-Qur’an dari generasi ke generasi menjadi bagian penting dalam mekanisme pemeliharaannya.

Tradisi Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an Berkembang

Al-Qur’an yang dibaca umat Islam di Indonesia sama dengan yang dibaca umat Islam pada zaman Rasulullah dan umat Islam di berbagai penjuru dunia dari dahulu hingga sekarang.

Seni baca Al-Qur’an, ilmu tajwid, qira’at, ilmu rasm, hafalan, penerjemahan, dan tafsir kemudian berkembang menjadi disiplin ilmu dalam khazanah intelektual Islam.

Kegiatan membaca, menghafal, menulis, mengkaji, dan mengajarkan Al-Qur’an juga melahirkan tradisi intelektual yang kuat di dunia Islam.

Dr. Sir Mohammad Iqbal, pujangga dan pemikir besar dunia Islam dari Lahore, ketika masih kecil pernah mendapat pesan dari ayahnya agar saat membaca Al-Qur’an ia memusatkan perhatian seakan-akan ayat-ayat tersebut sedang diturunkan kepadanya.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi juga dihayati sebagai petunjuk yang berdialog dengan kehidupan manusia.

Pemikir Barat, James Michener, juga memberikan kesannya terhadap Al-Qur’an. Ia menilai Al-Qur’an sebagai kitab yang paling banyak dibaca dan dihafalkan di muka bumi serta memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari umat.

Al-Qur’an Mendorong Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Al-Qur’an mendorong manusia menggunakan akal pikiran, memperhatikan alam semesta, mencari ilmu, dan mewujudkan kemaslahatan di dunia.

Prof. T.M. Soelaiman, pakar sains dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan salah seorang penggagas pendirian Masjid Salman ITB, melihat Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk yang dapat memberikan inspirasi bagi manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sesungguhnya Al-Qur’anul Karim itu, dipandang dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan suatu kumpulan rumus-rumus dan petunjuk-petunjuk dari Allah Swt melalui Nabi Muhammad SAW bagi umat manusia untuk kesejahteraan hidupnya di dunia dan di akhirat. Dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, pemecahan suatu masalah dimulai dari pengambilan pemisalan-pemisalan (assumptions) dan pengumpulan data-data, yang kemudian dianalisa dan dibuktikan kebenaran pemisalan-pemisalan yang diambil itu dan akhirnya menghasilkan penyelidikan dan penelitian masalah tersebut. Al-Quranul Karim yang berisi petunjuk dan perumusan-perumusan dari Allah Swt telah terbukti kebenarannya, akan membantu para sarjana dan ilmuwan untuk lebih cepat mencapai hasil penelitian dan penyelidikannya.” Demikian Prof. T.M. Soelaiman dalam Kata Sambutan pada penerbitan Tafsir Rahmat karya H. Oemar Bakry (1984).

Al-Qur’an Diterjemahkan ke Berbagai Bahasa

Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang kekal dan abadi. Berbagai penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan sains disebut telah menyingkap kebenaran informasi yang disampaikan Al-Qur’an sejak lima belas abad silam.

Sebagai petunjuk bagi semua bangsa, Al-Qur’an telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, antara lain Latin, Inggris, Belanda, Melayu/Indonesia, Jerman, Prancis, Turki, Urdu, Persia, dan Cina, serta ratusan bahasa lainnya.

Salah satu terjemahan tertua Al-Qur’an ke dalam bahasa Latin dilakukan Robert of Ketton (Robertus Ketenensis) pada abad ke-12. Terjemahan tersebut diterbitkan di Basel pada 1543 oleh Theodor Bibliander.

Penerjemahan Al-Qur’an ke berbagai bahasa menjadi kebutuhan untuk membantu umat Islam memahami pesan wahyu. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah dalam bahasa Arab, sedangkan terjemahan merupakan hasil usaha manusia untuk mengungkapkan makna teks dalam bahasa lain.

Demikian pula tafsir Al-Qur’an merupakan hasil pemahaman dan penjelasan ulama dalam menggali makna ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan perangkat ilmu yang dimilikinya.

Terjemahan dan Tafsir Membantu Memahami Al-Qur’an

Keberadaan Al-Qur’an dan Terjemahnya maupun Al-Qur’an dan Tafsirnya sangat bermanfaat bagi umat Islam.

Kendati demikian, tidak ada terjemahan dan tafsir yang dapat menggambarkan kedalaman dan keluasan makna Al-Qur’an secara utuh.

Tafsir Al-Qur’an berkembang dari masa ke masa seiring perkembangan pemikiran manusia, ilmu pengetahuan, serta kemampuan masyarakat dalam menyerap pesan-pesan Al-Qur’an tentang hukum, sejarah, ilmu pengetahuan, moral kehidupan, dan berbagai persoalan lainnya.

Seorang ulama Mesir yang mengkaji mukjizat bahasa Al-Qur’an, Syekh Muhammad Abdullah Darrāz, dalam buku An-Naba’ Al-Azhim sebagaimana dikutip M. Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an (1995), mengatakan:

“Apabila anda membaca Al-Qur’an, maknanya akan jelas di hadapan anda. Tetapi, bila anda membacanya sekali lagi, anda akan menemukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna sebelumnya. Ayat-ayat Al-Qur’an itu bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut yang lainnya, dan tidak mustahil bila anda mempersilakan orang lain memandangnya, ia akan melihat lebih banyak dari apa yang anda lihat,” tulis Abdullah Darraz.

MTQ Nasional Menjadi Bagian dari Syiar Al-Qur’an

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) telah menjadi bagian dari syiar Islam kontemporer dan pendidikan Al-Qur’an di Tanah Air. MTQ diselenggarakan dalam berbagai tingkatan, mulai dari desa hingga tingkat nasional dan internasional.

MTQ Tingkat Nasional pertama diadakan di Ujung Pandang (Makassar), Sulawesi Selatan, pada 1968, di masa Menteri Agama K.H.M. Dachlan. Sejak itu, MTQ berperan dalam memupuk dan memelihara kecintaan umat terhadap Kitabullah.

Namun, pelaksanaan MTQ tetap perlu mengindahkan adab, norma, dan kemuliaan Al-Qur’an. MTQ juga menjadi wahana edukatif untuk menjaga regenerasi qari/qariah dan hafizh/hafizhah sekaligus meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.

Al-Qur’an Tidak Cukup Hanya Dibaca dan Dihafalkan

Tilawah, tartil, dan men-tadabburi Al-Qur’an menjadi pintu untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an. Karena itu, interaksi seorang Muslim dengan Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada membaca dan menghafalnya.

Al-Qur’an perlu difungsikan sebagai “manual kehidupan” yang memberikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Umat Islam wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menata hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan alam semesta.

Untuk membumikan “pesan langit” dan menghayati ajaran Ilahi, umat Islam perlu senantiasa mendekatkan jiwa dengan Al-Qur’an. Caranya melalui membaca, memahami, dan mengamalkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, sejarah Al-Qur’an memperlihatkan perjalanan wahyu yang dijaga melalui hafalan, tulisan, pembacaan, pengajaran, dan kajian dari generasi ke generasi.

Perkembangan terjemahan, tafsir, ilmu Al-Qur’an, hingga MTQ menunjukkan luasnya tradisi umat Islam dalam berinteraksi dengan Kitabullah.

Karena itu, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman untuk memahami kehidupan dan mewujudkan kemaslahatan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Aktual
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Aktual
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Aktual
 Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Aktual
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Aktual
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Aktual
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Aktual
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Aktual
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Aktual
Buku Nikah Hilang, Apakah Harus Isbat Nikah Lagi? Ini Penjelasan Kemenag
Buku Nikah Hilang, Apakah Harus Isbat Nikah Lagi? Ini Penjelasan Kemenag
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar