Editor
KOMPAS.com - Bulan Rabiul Akhir 1448 Hijriah dimulai pada Minggu, 13 September 2026 Masehi.
Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah yang memiliki sejarah penamaan serta sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Baca juga: Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Dilansir dari laman Kemenag, Rabiul Akhir atau Rabi‘uts Tsani merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah, yaitu sistem penanggalan yang menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Bulan ini berada setelah Rabiul Awwal dan sebelum Jumadal Ula.
Pada masa Jahiliyah, Rabiul Akhir dikenal dengan nama Wubshan atau Wabshan. Sementara itu, Rabiul Awwal disebut Khawwan atau Khuwwan, sedangkan Jumadil Ula dikenal dengan nama al-Hanin. (Abu Bakar Muhammad, Jamhartul Lughah, [Beirut: Darul ‘Ilmi] 1987, jilid 3, hal. 1311).
Baca juga: Peristiwa Rabiul Awal: Mengenang Momen Rasulullah Lahir hingga Wafat
Menurut salah satu pendapat, nama Rabiul Akhir pertama kali diberikan oleh Kilab bin Murrah, buyut kelima Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Penamaan tersebut berkaitan dengan kondisi alam di Jazirah Arab ketika musim rabi‘ atau musim semi berlangsung.
Pada musim tersebut, rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan menghasilkan banyak buah.
Musim rabi‘ umumnya berlangsung selama dua bulan sehingga nama tersebut kemudian digunakan untuk Rabiul Awwal dan Rabiul Akhir.
Kata rabi‘ tidak hanya digunakan sebagai nama bulan, tetapi juga merujuk pada musim.
Dalam pembagian enam musim, dikenal ar-rabi al-awwal atau musim semi pertama, shaif atau musim panas, qaizh atau puncak musim panas, al-rabi‘ al-tsani atau musim semi kedua, kharif atau musim gugur, dan syitha atau musim dingin.
Pembagian tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Abu al-Ghauts dalam Lisanul ‘Arab. (Lisanul ‘Arab, jilid 8, hal. 103).
Dalam penyebutannya, masyarakat Arab umumnya menambahkan kata syahr yang berarti "bulan". Rabiul Akhir dapat diucapkan dalam dua bentuk, yakni syahru rabi‘in al-akhir atau syahru rabi‘il akhir dengan bentuk idhafat. (Ahmad ibn Muhammad, al-Mishbahul-Munir [Beirut: al-Maktabah al-‘Ilmiyyah), jilid 1, hal. 216).
Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam disebut berlangsung pada bulan Rabiul Akhir.
Salah satunya adalah turunnya Surat al-Hasyr yang berarti pengusiran.
Turunnya surat tersebut berkaitan dengan upaya pembunuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam oleh kaum Yahudi Bani Nadhir. Mereka disebut sebagai kaum yang pertama kali dikumpulkan dan diusir dari Madinah.
Hal tersebut antara lain tercantum dalam ayat berikut:
“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama," (QS al-Hasyr [59]: 2);
"Dan jika tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka", (QS al-Hasyr [59]: 3).
(Abu Muhammad ‘Ali, Jawami‘ al-Sirah [Kairo-Mesir: Darul Ma ‘arif], 1900, jilid 1, hal. 145).
Peristiwa lainnya adalah pengutusan Khalid ibn al-Walid oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Bani al-Harits ibn Ka‘b. Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabiul Akhir 10 Hijriah.
Dalam misi tersebut, Khalid berhasil membawa Bani al-Harits ibn Ka‘b masuk Islam di hadapannya.
Menurut Ibnu Ishaq, perang Dzat ar-Riqa juga berlangsung pada Rabiul Akhir 4 Hijriah, tepat setelah peperangan melawan Bani Nadhir.
Selain itu, terdapat perang al-Ghabah yang dipimpin langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tahun keenam Hijriah. Ada pula perang al-Ghamr yang dipimpin oleh ‘Ukasyah ibn Mihshan.
Peristiwa lainnya adalah pengiriman pasukan ekspedisi yang dipimpin Muhammad ibn Maslamah ke wilayah Dzul Qashshah. (al-Waqidi, Maghazi al-Waqidi, [Beirut: Darul A’lami], 1989, jilid 1, hal. 4).
Rabiul Akhir 1448 Hijriah dengan demikian menjadi bagian dari perjalanan kalender Islam yang tidak hanya berkaitan dengan pergantian bulan.
Sejarah penamaannya berhubungan dengan kondisi alam dan kehidupan masyarakat Arab pada masa lalu.
Sejumlah peristiwa yang tercatat dalam sejarah Islam juga menjadikan Rabiul Akhir memiliki catatan tersendiri dalam perjalanan umat Islam.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.