KOMPAS.com - Rabiul Awal, bulan ketiga dalam kalender Hijriah yang memiliki sejumlah peristiwa penting dalam hidup Rasulullah SAW. Bulan ini berkaitan dengan kelahiran dan wafat Rasulullah SAW, serta perjalanan hijrah beliau dari Makkah ke Madinah. Ketiga peristiwa tersebut menjadi momen penting dalam perkembangan peradaban Islam.
Peristiwa pertama adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kota Mekkah pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, yang bertetapan dengan sekitar tahun 571 Masehi.
Kehadiran Rasulullah menjadi berkah besar bagi masyarakat Arab yang saat itu masih berada dalam masa jahiliyah, ditandai dengan berbagai bentuk ketidakadilan dan penyembahan berhala.
Baca juga: Mengenal Bulan Rabiul Awal: Arti Nama, Keutamaan, dan Peristiwa Penting di Dalamnya
Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa cahaya dan petunjuk bagi umat manusia. Melalui risalah yang dibawanya, Islam hadir sebagai agama yang mengajarkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kasih sayang bagi seluruh alam.
Diriwayatkan Imam Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas:
وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، لِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَبِيع الْأَوَّلِ، عَام الْفِيلِ
Artinya: “Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awwal, Tahun Gajah,”
Baca juga: Bukan Rabiul Awal, Ini Alasan Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram
Peristiwa penting selanjutnya di bulan Rabiul Awal adalah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Hijrah ini menandai awal berkembangnya Islam secara lebih luas. Nabi Muhammad SAW mulai meninggalkan Gua Tsur pada malam Senin, 1 Rabiul Awal Tahun 1 Hijriah (16 September 622 M), dan tiba di Quba pada 8 Rabiul Awal, tempat Nabi Muhammad SAW tinggal selama empat hari.
Kemudian, Nabi Muhammaad SAW melanjutkan perjalanan menuju Madinah dan tiba pada hari Jum'at, 12 Rabiul awal. Hijrah ini bukan hanya sebuah perpindahan fisik, tetapi juga momentum penting bagi terbentuknya negara Islam di Madinah, yang kemudian titik awal penyebaran ajaran Islam secara luas.
Hijriah juga menandai permulaan kalender Hijriah dan menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perkembangan Islam. Dengan hijrah, umat Islam di Madinah dapat merasakan kebebasan dalam beribadah dan menjalankan ajaran Islam tanpa gangguan dari kaum Quraisy.
Baca juga: Khutbah Jumat Bulan Rabiul Awal: Memperbanyak Membaca Sholawat
Peristiwa ketiga yang juga terjadi pada bulan Rabiul Awal adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW di Madinah pada tahun 11 Hijriah. Kepergian Rasulullah menjadi duka mendalam bagi umat Islam, terutama para sahabat yang selama ini mendampingi perjuangan beliau.
Sebelum wafat, Rasulullah telah meninggalkan warisan besar berupa ajaran Islam yang sempurna dan pedoman hidup bagi umat manusia. Kesedihan atas wafatnya Nabi bahkan membuat sejumlah sahabat terpukul. Dikisahkan bahwa Umar bin Khattab disebut tidak percaya Rasulullah telah wafat, sementara para sahabat lainnya larut dalam kesedihan yang mendalam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar as-Siddiq diangkat menjadi khalifah untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam dan mengelola negara.
Ketiga peristiwa tersebut menunjukkan betapa istimewanya bulan Rabiul Awal dalam sejarah Islam. Selain menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Muhammad SAW, bulan ini juga menjadi pengingat atas perjuangan hijrah dan wafatnya Rasulullah yang meninggalkan teladan bagi umat hingga akhir zaman. Allah SWT berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.“ [QS. al Maidah: 3].
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang