Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program AI Teaching Power Latih Hampir 59 Ribu Guru dan Ustaz, Dorong Transformasi Digital di Pesantren

Kompas.com, 30 Juni 2026, 14:23 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama bersama Microsoft Elevate dan NU Care Global by LAZISNU menuntaskan pelaksanaan Program AI Teaching Power yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara praktis, etis, dan relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21.

Pesantren dan madrasah menjadi sasaran utama program sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam.

Baca juga: Wamenag Optimistis Koperasi Pesantren Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan

Selama pelaksanaannya, AI Teaching Power berhasil melatih 58.968 tenaga pendidik yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia.

Kemenag: AI Perkuat Pembelajaran di Pesantren

Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren tanpa menghilangkan karakter dan nilai-nilai yang menjadi ciri khasnya.

Baca juga: 40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan

"Kita ingin pesantren siap menghadapi perkembangan teknologi melalui transformasi digital yang adaptif, namun tetap berpijak pada nilai, adab, dan karakter pendidikan Islam. AI harus menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru maupun tradisi keilmuan pesantren," ujar Basnang saat AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut Basnang, forum tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Islam tidak boleh berhenti pada pelatihan jangka pendek.

Program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang memperkuat kapasitas guru, ustaz, dan tenaga pendidik pesantren secara berkelanjutan.

Hampir 59 Ribu Pendidik Ikut Pelatihan AI

Sepanjang pelaksanaan program, AI Teaching Power diikuti 58.968 tenaga pendidik dan menghasilkan 92.052 sertifikasi kompetensi.

Sebanyak 29,33 persen peserta berasal dari pondok pesantren, disusul MTs atau sederajat sebesar 23,94 persen, MA atau sederajat 20,28 persen, MI atau sederajat 15,92 persen, institusi pendidikan lainnya 7,55 persen, serta TK dan PAUD sebesar 2,98 persen.

Data tersebut menunjukkan pesantren menjadi salah satu basis utama transformasi digital melalui program yang melibatkan 12.418 institusi pendidikan.

Program ini diproyeksikan memberikan dampak pembelajaran kepada 2.358.720 murid dan santri di seluruh Indonesia.

Partisipasi Guru Perempuan dan Usia Produktif Mendominasi

Partisipasi tenaga pendidik dalam program berlangsung relatif seimbang berdasarkan gender.

Sebanyak 52 persen peserta merupakan perempuan, sedangkan 48 persen lainnya laki-laki.

Komposisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pendidik perempuan dalam meningkatkan literasi AI sekaligus beradaptasi dengan transformasi pendidikan digital.

Dari sisi usia, mayoritas peserta berasal dari kelompok usia produktif.

Sebanyak 64 persen peserta berada pada rentang usia 24 hingga 40 tahun, yang terdiri atas usia 24–30 tahun sebesar 31 persen dan usia 31–40 tahun sebesar 33 persen.

Sementara itu, peserta berusia 18–23 tahun mencapai 11 persen, usia 41–50 tahun sebanyak 18 persen, usia 51–60 tahun sebesar 6 persen, dan peserta berusia di atas 60 tahun sebanyak 1 persen.

Kompetensi AI Peserta Meningkat Signifikan

Program AI Teaching Power juga mencatat peningkatan kompetensi peserta yang cukup signifikan.

Pada tahap pre-test, sebanyak 81 persen peserta berada pada kategori kompetensi rendah, 10 persen berada pada kategori menengah, dan hanya 9 persen yang masuk kategori kompetensi tinggi.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, hasil post-test menunjukkan perubahan yang signifikan.

Sebanyak 89 persen peserta berhasil mencapai kategori kompetensi tinggi.

Sementara itu, peserta pada kategori kompetensi menengah menjadi 7 persen dan kategori kompetensi rendah turun menjadi 4 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang mengombinasikan penguatan literasi digital, praktik pemanfaatan AI, dan pendampingan implementasi mampu meningkatkan kesiapan tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar