Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Siapkan 4 Strategi Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Kompas.com, 30 Juni 2026, 14:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan empat strategi prioritas untuk memperkuat kerukunan umat beragama di tengah pesatnya arus informasi digital.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan menjaga harmoni sosial, termasuk munculnya fenomena post-truth yang memicu penyebaran narasi provokatif dan ujaran yang berpotensi memecah belah masyarakat melalui media sosial.

Melalui pendekatan yang lebih proaktif, Kemenag ingin memastikan potensi gesekan di masyarakat dapat dideteksi dan dimitigasi sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi

Strategi tersebut dibahas dalam Breakfast Meeting di Ruang Rapat Utama Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (30/6/2026), dengan fokus pada penguatan literasi lintas agama, digitalisasi sistem peringatan dini, dan kolaborasi lintas sektor.

Kemenag Kembangkan EWS SI-Rukun untuk Deteksi Dini Konflik

Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) merumuskan strategi agar model toleransi dan kerukunan Indonesia dapat menjadi rujukan sekaligus inspirasi bagi masyarakat dunia.

Baca juga: Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Taaruf Sesuai Syariat

Salah satu program prioritas yang dikembangkan ialah Early Warning System (EWS) SI-Rukun.

Melalui aplikasi terintegrasi tersebut, Kemenag memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi konflik berdimensi keagamaan.

Platform yang ditargetkan mencapai versi 4.0 pada 2029 itu akan dikembangkan sebagai dashboard nasional terintegrasi sehingga memungkinkan Kemenag memantau situasi secara real-time, melakukan mitigasi risiko lebih cepat, serta mengambil kebijakan secara akurat.

INSPIRE 2026 Perkuat Diplomasi Kerukunan Indonesia

Sebagai bagian dari diplomasi kerukunan di tingkat internasional, Kemenag juga akan menyelenggarakan International Symposium for Peace, Integrity, and Responsiveness Eco-Theology (INSPIRE) 2026.

Simposium internasional tersebut akan memadukan dialog lintas iman dengan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui riset yang berdampak dan dapat diterapkan.

Program ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan praktik kerukunan umat beragama di tingkat global.

Youth Harmony Sasar Generasi Z

Kemenag juga menyiapkan program Youth Harmony (Harmony Talks) untuk memperkuat regenerasi agen perdamaian.

Program ini menyasar Generasi Z dengan pendekatan komunikasi yang lebih sesuai dengan karakter anak muda.

Melalui Youth Harmony, Kemenag ingin memperluas literasi kerukunan agar semakin mudah dipahami dan diterapkan oleh generasi muda di era digital.

Desa Sadar Kerukunan Perkuat Harmoni dari Akar Rumput

Selain memperluas kerja sama internasional dan mengembangkan sistem digital, Kemenag juga tetap memperkuat kerukunan di tingkat masyarakat melalui program Desa Sadar Kerukunan.

Program tersebut dijalankan dengan turun langsung ke desa-desa untuk memastikan nilai toleransi dan harmoni tumbuh secara kuat dari unit sosial terkecil.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kerukunan masyarakat sekaligus mencegah munculnya konflik sejak dini.

Kemenag Perluas Kolaborasi Lintas Sektor

Keempat program prioritas tersebut diperkuat melalui perluasan jejaring kerja sama lintas sektor.

Kemenag mengintensifkan kemitraan melalui Indonesia Interfaith Scholarship Program (IIS), dialog bersama Muslim World League (MWL), serta penguatan ekosistem Dialog Lintas Agama RI-Austria dan Konferensi EU-ASEAN.

Ketua PKUB M. Adib Abdushomad menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan harus dilakukan sebelum muncul konflik di masyarakat.

"Kita ini lebih baik merawat daripada mengobati, lebih baik memelihara kerukunan sebelum terjadinya konflik. Maka (saya kira) penguatan kerukunan menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Ketua PKUB, M. Adib Abdushomad.

Melalui rangkaian strategi tersebut, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus merawat kebinekaan melalui inovasi, penguatan kolaborasi, dan langkah-langkah preventif agar kerukunan umat beragama di Indonesia tetap terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar