Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah

Kompas.com, 24 April 2026, 17:43 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Kedatangan jamaah haji Indonesia di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, menghadirkan suasana berbeda pada musim haji 2026.

Ribuan jamaah yang tiba terlihat bergerak lebih tertib dengan alur pelayanan yang rapi sejak keluar pesawat.

Di tengah padatnya arus kedatangan, wajah-wajah jamaah tampak lebih tenang.

Baca juga: Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah

Mereka tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi langsung diarahkan bergerak bersama rombongan masing-masing sejak pertama menginjak area bandara.

Langkah jamaah juga tampak lebih terarah karena langsung dibagi dalam kelompok kecil atau rombongan.

Sistem baru ini menjadi salah satu strategi penting dalam pelayanan haji tahun ini.

Baca juga: MUI Minta Jemaah Haji Doakan RI di Tanah Suci, Ini Pesannya

Sistem Rombongan Jadi Kunci Layanan Haji 2026

Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyebut pengelompokan sejak awal kedatangan menjadi fondasi utama pelayanan haji yang terintegrasi.

“Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gate, hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Musim haji identik dengan lonjakan jumlah manusia dalam waktu bersamaan. Tahun ini, kepadatan arus kedatangan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama risiko jamaah terpisah dari kelompoknya.

Karena itu, sistem rombongan dinilai penting untuk menjaga keteraturan pergerakan jamaah sejak di bandara.

Satu Kelompok Berisi Sekitar 40 Jamaah

Setiap rombongan terdiri dari sekitar 40 orang. Jumlah tersebut dinilai cukup ideal agar tetap terkendali sekaligus efisien dalam mobilisasi.

Sejak keluar dari pesawat, jamaah diarahkan untuk tetap berada dalam lingkaran rombongan masing-masing. Pendamping dari Tanah Air juga diminta aktif menjaga formasi kelompok.

“Diharapkan, saat hendak keluar dari gate bandara mereka sudah mengatur rombongannya. Sehingga saat keluar sudah urut,” jelas Abdul Basir.

Pola ini membuat pergerakan jamaah terasa seperti arus yang mengalir, bukan kerumunan besar yang saling berhimpitan.

Satu Bus Diisi Satu Rombongan

Skema rombongan tidak berhenti di area terminal. Sistem tersebut berlanjut hingga proses keberangkatan menuju hotel menggunakan bus.

Petugas lapangan diarahkan memastikan satu bus diisi satu rombongan. Meski kapasitas bus mencapai sekitar 45 orang, pengisian tetap menyesuaikan struktur kelompok jamaah.

Hasilnya bukan hanya efisiensi, tetapi juga kenyamanan selama perjalanan dari bandara menuju penginapan.

Jamaah Haji Rasakan Layanan yang Lebih Nyaman

Ahmad Fitria (52), jamaah asal Langkat, mengaku merasakan langsung manfaat sistem baru tersebut.

Menurut dia, perjalanan dari ruang tunggu menuju bus terasa singkat dan tidak membingungkan.

“Sejak turun pesawat langsung disambut petugas. Banyak senyum dan sapaan. Kami juga diatur supaya tetap tertib,” katanya.

Ia menilai pembatasan berdasarkan rombongan justru membuat suasana di dalam bus lebih nyaman.

“Lebih enak, tidak terlalu penuh. Kendaraannya juga bagus,” tambahnya.

Awal Pengalaman Ibadah Haji yang Lebih Tertata

Pengaturan di bandara menjadi gambaran dari sistem pelayanan haji yang lebih besar.

Pengelompokan rombongan bukan sekadar soal teknis, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih tertata sejak awal kedatangan.

Di Tanah Suci, ketika jutaan orang bergerak dalam waktu bersamaan, keteraturan menjadi kebutuhan utama.

Di Madinah tahun ini, semua rangkaian kegiatan jamaah haji 2026 dimulai dari satu langkah sederhana, berjalan bersama dalam satu rombongan.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Dari Gate ke Bus: Cara Baru Tata Jamaah Haji Sejak Langkah Pertama di Madinah".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
Aktual
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Aktual
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Doa dan Niat
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Aktual
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Aktual
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Aktual
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Aktual
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Aktual
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna 'Khairun Minhum'
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna "Khairun Minhum"
Aktual
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Aktual
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Aktual
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Aktual
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Aktual
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com