KOMPAS.com – Cuaca di sejumlah wilayah Arab Saudi diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Otoritas meteorologi setempat memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai badai petir di sejumlah kawasan, termasuk wilayah yang menjadi perhatian jutaan umat Islam, yakni Makkah dan sekitarnya.
Kondisi ini muncul di tengah tingginya aktivitas masyarakat dan jemaah yang berada di Tanah Suci.
Karena itu, perkembangan cuaca menjadi salah satu informasi penting yang terus dipantau oleh pemerintah Arab Saudi maupun para jemaah yang sedang menjalankan ibadah.
Dilansir dari Saudi Gazette, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) merilis prakiraan cuaca terbaru yang menunjukkan adanya peluang hujan dan badai petir di sejumlah wilayah bagian barat dan selatan kerajaan hingga akhir pekan.
Berdasarkan hasil analisis Saudi Numerical Model, sistem cuaca aktif diperkirakan akan memengaruhi wilayah Jazan, Asir, Al Baha, serta sebagian kawasan Makkah dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga: 3 Pesan bagi Jemaah Indonesia yang Bergeser dari Makkah ke Madinah, Termasuk soal City Tour
Menurut NCM, gangguan cuaca diperkirakan mulai berkembang pada Senin sore di Wilayah Asir.
Daerah yang berpotensi mengalami dampak paling nyata adalah kawasan sekitar Kota Abha yang merupakan ibu kota administratif Provinsi Asir.
Hujan diprediksi turun dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang, sebelum secara bertahap melemah pada malam hari.
Namun kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama.
Model cuaca menunjukkan bahwa pada Selasa sore sistem hujan kembali terbentuk di kawasan yang sama.
Intensitas hujan bahkan diprediksi meningkat dibandingkan hari sebelumnya dengan peluang hujan sedang hingga lebat di sekitar Abha dan wilayah pegunungan sekitarnya.
Fenomena ini bukan hal yang asing bagi Asir. Wilayah yang berada di dataran tinggi Arab Saudi tersebut memang dikenal memiliki curah hujan lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kawasan lain di negara tersebut.
Baca juga: Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat
Selain Asir, perhatian juga tertuju pada Wilayah Makkah.
NCM memperkirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah area bagian selatan wilayah tersebut, termasuk kawasan yang menghubungkan Makkah dan Taif.
Meskipun intensitasnya tidak diperkirakan setinggi wilayah selatan Arab Saudi, keberadaan hujan tetap menjadi perhatian karena Makkah merupakan salah satu kota dengan mobilitas penduduk dan jemaah yang sangat tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus meningkatkan sistem pemantauan cuaca untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca terhadap aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan ibadah.
Kawasan Taif sendiri dikenal sebagai daerah pegunungan yang memiliki suhu lebih sejuk dibandingkan Makkah. Faktor topografi tersebut sering kali memengaruhi pembentukan awan hujan, terutama pada musim-musim tertentu.
Berdasarkan prakiraan terbaru, aktivitas cuaca diperkirakan mencapai fase paling aktif pada Rabu sore.
Pada periode ini, hujan lebat diperkirakan mengguyur sebagian besar wilayah selatan Jazan sebelum bergerak ke arah utara menuju wilayah barat Asir dan bagian selatan Al Baha.
Pergerakan massa udara lembap dari Laut Merah yang bertemu dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil diyakini menjadi salah satu faktor yang mendukung pembentukan awan konvektif penyebab hujan deras dan badai petir.
Dalam meteorologi modern, badai petir terbentuk ketika udara hangat dan lembap naik ke atmosfer lalu bertemu lapisan udara yang lebih dingin.
Proses ini memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan deras, kilat, petir, dan hembusan angin kencang.
Dikutip dari buku Meteorology Today karya C. Donald Ahrens, awan cumulonimbus merupakan jenis awan yang paling sering berkaitan dengan cuaca ekstrem seperti badai petir dan hujan intensitas tinggi.
Baca juga: Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji
Memasuki Kamis, aktivitas hujan diperkirakan mulai berkurang.
Meski demikian, NCM masih memprediksi adanya hujan ringan di beberapa area terbatas di sekitar Makkah dan wilayah barat laut Asir.
Pada sore hari, intensitas hujan dapat meningkat sesaat sebelum akhirnya melemah kembali menjelang malam.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem cuaca yang berkembang tidak bersifat permanen, melainkan bergerak secara bertahap mengikuti dinamika atmosfer di kawasan tersebut.
Meski tren cuaca mulai membaik, peluang hujan belum sepenuhnya hilang.
Pada Jumat sore, hujan ringan diperkirakan kembali muncul di sebagian wilayah Jazan dan Asir bagian selatan.
Curah hujan secara perlahan dapat meluas hingga wilayah perbatasan Jazan-Asir dan bergerak ke arah barat.
Selain itu, koridor yang menghubungkan Makkah dan Taif juga diperkirakan masih memiliki peluang hujan ringan.
Namun menjelang malam hari, aktivitas hujan diprediksi kembali melemah hingga akhirnya mereda.
Baca juga: Belanja Oleh-oleh Haji di Al Balad, Jemaah Bisa Tawar-menawar Pakai Bahasa Indonesia
Banyak orang menganggap seluruh wilayah Arab Saudi identik dengan gurun yang kering dan panas. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Dalam buku Climate of Saudi Arabia karya Abdullah Almazroui dijelaskan bahwa wilayah selatan dan barat daya Arab Saudi memiliki karakter geografis yang berbeda dibandingkan kawasan gurun di bagian tengah.
Keberadaan Pegunungan Sarawat yang membentang di wilayah Asir, Jazan, dan Al Baha membuat kawasan ini lebih mudah menerima kelembapan dari Laut Merah.
Saat udara lembap naik ke daerah pegunungan, proses kondensasi terjadi lebih cepat sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.
Karena itu, wilayah Asir dan Al Baha sering disebut sebagai daerah dengan iklim paling hijau di Arab Saudi.
Bagi umat Islam, informasi cuaca di Makkah dan wilayah sekitarnya memiliki arti penting, terutama bagi mereka yang sedang atau akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Meskipun hujan di Makkah tidak terjadi sesering di negara-negara tropis, peristiwa tersebut sering menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas di area terbuka seperti Masjidil Haram dan kawasan sekitarnya.
Dalam sejarah Islam, hujan di Tanah Haram sering dipandang sebagai salah satu bentuk rahmat Allah SWT.
Namun demikian, para ulama mengingatkan bahwa umat Islam tetap perlu memperhatikan aspek keselamatan dan mengikuti arahan otoritas setempat ketika terjadi cuaca ekstrem.
Dengan adanya potensi hujan dan badai petir hingga akhir pekan, masyarakat serta para jemaah di Arab Saudi diimbau untuk terus mengikuti pembaruan cuaca dari sumber resmi.
Prakiraan cuaca modern menggunakan kombinasi satelit, radar, dan model numerik berteknologi tinggi yang memungkinkan pergerakan awan hujan dipantau secara lebih akurat dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan proyeksi terbaru Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, wilayah Jazan, Asir, Al Baha, serta sebagian kawasan Makkah masih berpotensi mengalami hujan dan badai petir dalam beberapa hari ke depan.
Meski sebagian besar hujan diperkirakan terjadi di wilayah selatan kerajaan, kawasan Makkah dan Taif tetap memiliki peluang terdampak hujan ringan hingga sedang.
Karena itu, kewaspadaan dan pemantauan informasi cuaca resmi menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat maupun ibadah di Tanah Suci dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang