Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta

Kompas.com, 25 Juli 2026, 14:26 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Kelompok petani mustahik binaan Baznas di Desa Kwala Gunung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kini berhasil bertransformasi menjadi muzaki setelah mampu menunaikan zakat pertanian sebesar Rp 16 juta dari hasil panen raya 150 ton padi.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa zakat produktif mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga mengubah penerima zakat menjadi pembayar zakat.

"Di Kabupaten Batu Bara ini luar biasa, mereka kini mampu menjadi muzaki dengan menunaikan zakat pertanian sebesar Rp16 juta. Ini membahagiakan bagi kami, karena selain kebutuhan pangan mereka terpenuhi, bahkan kini mereka bisa melangkah memberikan zakat pertanian," ujar Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS

Bukti Zakat Produktif Tingkatkan Kemandirian Petani

Sodik menjelaskan, keberhasilan Program Lumbung Pangan Baznas tidak hanya diukur dari besarnya hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian ekonomi para petani binaan.

Menurutnya, tujuan utama pemberdayaan zakat adalah mengangkat taraf hidup mustahik sehingga secara bertahap mampu menjadi muzaki.

"Program ini sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia dalam hal pangan dan juga sejalan dengan program pemerintah terkait ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi. Kami memohon dukungan kolaborasi dan doa agar Baznas semakin dipercaya, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa kami bantu," katanya.

Apresiasi Bupati Batu Bara

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian turut mengapresiasi keberhasilan program tersebut. Ia menilai pembayaran zakat pertanian oleh kelompok tani menjadi indikator nyata bahwa program pemberdayaan yang dijalankan Baznas memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kami berharap nanti para petani kami yang ada di sini bisa juga yang tadinya sebagai penerima bisa menjadi muzaki-muzaki zakat di Kabupaten Batu Bara," ujarnya.

Salah seorang petani penerima manfaat, Rusdianto, mengaku bantuan Baznas sangat membantu kelompok tani mengatasi keterbatasan modal, terutama untuk membeli pupuk dan pestisida.

Menurutnya, sebelum memperoleh bantuan, para petani sering mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya produksi.

Kini, hasil panen tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memungkinkan mereka menunaikan zakat pertanian.

"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Baznas yang telah memberikan bantuan dan support kepada kelompok tani kami. Sebelum mendapatkan bantuan dari Baznas kami terkendala dana untuk pembelian pupuk dan pestisida. Kami sangat bersyukur," kata Rusdianto.

Panen 150 Ton dari Lahan 32 Hektare

Sebelumnya, Baznas bersama kelompok tani binaan menggelar Panen Raya 150 ton padi melalui Program Lumbung Pangan di lahan seluas 32 hektare di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara.

Program Lumbung Pangan Baznas di Sumatera Utara telah berjalan sejak 2018 melalui kolaborasi Baznas RI, Baznas Provinsi Sumatera Utara, dan Baznas Kabupaten Batu Bara.

Baca juga: Kisah Abdul Hanan, Petani Lombok yang Berangkat Haji Berkat Bantuan Anak

Sejak 2024, kelompok tani binaan Baznas di daerah tersebut telah menunaikan zakat pertanian dengan total mencapai Rp 423,182 juta, atau rata-rata sekitar Rp 141,060 juta per tahun.

Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana zakat produktif tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar