Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna "Khairun Minhum"

Kompas.com, 24 April 2026, 16:47 WIB
Add on Google
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menjaga lisan menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.

Pengasuh PP Darul Maghfur Al Khotiby Banyuwangi KH Hasan Toha Al Hafidz mengingatkan umat agar tidak meremehkan, mengolok, apalagi menghina orang lain karena hal itu dilarang tegas dalam Al-Qur’an.

Dalam kajiannya, KH Hasan menekankan larangan menghina bukan sekadar persoalan adab sosial, melainkan perintah agama yang memiliki pesan mendalam tentang kerendahan hati dan penghormatan terhadap sesama.

“Jangan sok menghina orang lain. Hinaan itu akan kembali kepadamu,” ujar KH Hasan.

Baca juga: Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?

Ia merujuk Surah Al-Hujurat ayat 11-12 yang berisi larangan saling mengolok, mencela, memanggil dengan julukan buruk, berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, hingga ghibah.

Menurutnya, ayat ini menjadi panduan akhlak seorang Muslim dalam menjaga hubungan sosial.

KH Hasan menjelaskan frasa asaa dalam ayat tersebut bukan bermakna “barangkali”, melainkan tahqiq atau penegasan yang bermakna sungguh.

Artinya, orang yang dihina benar-benar bisa lebih baik daripada orang yang menghina.

“Allah berfirman khairun minhum, yang dihina itu bisa lebih baik dari yang menghina. Ini penegasan, bukan kemungkinan,” jelasnya.

Menurutnya, manusia kerap menilai orang dari tampilan lahir, status sosial, atau kekurangan yang tampak di mata.

Padahal kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari hal-hal itu, melainkan ketakwaannya.

Ia menegaskan, sikap merendahkan orang lain kerap lahir dari kesombongan yang halus, sementara Islam justru mengajarkan tawadhu (rendah hati) dan menghormati sesama.

Karena itu, menjaga lisan dari hinaan merupakan bagian dari menjaga hati.

Dalam Surah Al-Hujurat, Allah berfirman,

...يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka.”

Ayat ini, kata KH Hasan, cukup menjadi peringatan agar umat berhati-hati dalam berbicara.

Ia juga mengingatkan bahwa hinaan yang dilontarkan kepada orang lain pada hakikatnya dapat kembali menjadi keburukan bagi pelakunya, baik berupa rusaknya hubungan sosial maupun dampak spiritual.

Baca juga: Abdullah bin Umar, Periwayat 2.630 Hadits yang Sangat Hati-Hati

“Kalau tidak mampu memuliakan orang lain, jangan menghina. Bisa jadi yang kita remehkan justru lebih mulia di hadapan Allah,” ujarnya.

KH Hasan mengajak umat menjadikan ayat-ayat dalam Surah Al-Hujurat sebagai pedoman memperbaiki akhlak, terlebih di tengah kehidupan modern yang kerap diwarnai cemoohan dan saling merendahkan, termasuk di media sosial.

Menurutnya, menjaga lisan, menjauhi hinaan, dan memuliakan sesama merupakan bagian dari akhlak orang beriman yang harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
Aktual
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Aktual
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Doa dan Niat
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Aktual
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Aktual
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Aktual
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Aktual
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Keutamaan Silaturahmi dalam Islam: Jalan Melapangkan Rezeki
Aktual
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna 'Khairun Minhum'
Surah Al-Hujurat: Larangan Menghina dan Makna "Khairun Minhum"
Aktual
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Haji 2026 Dimulai: Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi, RI Matangkan Layanan Jemaah
Aktual
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Hukum Sholat Sambil Baca Al-Qur’an di HP, Sah atau Tidak?
Aktual
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Hari Keempat Haji 2026, 15.349 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat, Ini Imbauannya
Aktual
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Ketika Dunia Jadi Tujuan, Agama Hanya Tinggal Formalitas
Aktual
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan
Aktual
Menkes Saudi Cek RS di Makkah, Siap Layani Jemaah Haji 2026
Menkes Saudi Cek RS di Makkah, Siap Layani Jemaah Haji 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com