Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Menit di Paviliun Haji Madinah: Ada AC, Mushala hingga Klinik Medis untuk Jemaah

Kompas.com, 25 April 2026, 07:58 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MADINAH, KOMPAS.com- Jemaah haji non-fast track yang tiba di Bandara Pangeran Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah bakal transit di ruang tunggu jemaah (Hajj Pavilion) di Bandara Madinah.

Jemaah akan menunggu sekitar 20 menit di Paviliun Haji sebelum naik ke atas bus dan diantar menuju hotel masing-masing.

Oleh petugas haji, tempat ini sering dikenal dengan sebutan 'keong'. Total ada enam ruang tunggu jemaah haji di area Bandara Madinah.

Lantas apa saja fasilitas ruang tunggu jemaah haji ini?

Baca juga: PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan

Pendingin ruangan

Hajj Pavilion dilengkapi dengan sejumlah pendingin di beberapa sudut ruangan.

Hal ini menjadikan suasana di dalam ruang tunggu haji lebih dingin.

Meski suhu di luar ruangan cukup panas, namun ruang tunggu haji menawarkan kenyamanan dan kesejukan bagi jemaah haji.

Fasilitas air minum

Jemaah haji yang merasa haus dapat mengambil air minum yang telah disediakan di ruang tunggu haji. Bentuknya mirip seperti keran dengan tombol di bagian samping.

Disediakan gelas di bagian samping tempat penampung air minum sehingga memungkinkan jemaah minum langsung di tempat.

Toilet

Ruang tunggu jemaah haji dilengkapi dengan toilet pria dan wanita yang terpisah.

Di dalam toilet terdapat kurang lebih 10 ruangan sehingga jemaah haji yang tiba tidak perlu khawatir mengantre.

Tersedia pula wastafel dengan sabun untuk membersihkan tangan.

Mushala

Bagi Anda yang ingin menunaikan shalat dapat menggunakan fasilitas mushala di dalam ruang tunggu haji. Mushala dilengkapi dengan karpet dan fasilitas alat shalat.

Klinik Medis

Terdapat fasilitas klinik medis di pavilion 2.

Ruangan ini berisi sejumlah alat-alat kesehatan yang dapat digunakan bagi jemaah dengan kondisi darurat ketika menunggu.

Mesin kopi dan makanan

Ada mesin pembuat kopi di Paviliun Haji Bandara AMAA Madinah.KOMPAS.com/ PYTHAG KURNIATI Ada mesin pembuat kopi di Paviliun Haji Bandara AMAA Madinah.

Bagi jemaah haji yang mengantuk setelah penerbangan panjang bisa mencoba menggunakan fasilitas mesin kopi.

Letaknya berada di samping toilet.

Baca juga: Tertipu Modus Percepatan Haji, Pasutri Lansia di Lumajang Kehilangan Rp 81 Juta

Ada pula mesin penjual makanan dan minuman ringan.

Tempat duduk

Lantaran merupakan ruang tunggu, Paviliun Haji dilengkapi dengan deretan kursi-kursi yang nyaman digunakan bagi jemaah untuk menanti waktu masuk ke dalam bus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ansor: Antara Batang Tubuh NU dan 'Mobil Penggerak' NKRI
Ansor: Antara Batang Tubuh NU dan "Mobil Penggerak" NKRI
Aktual
Apa yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Amalan Utamanya
Apa yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Amalan Utamanya
Aktual
20 Menit di Paviliun Haji Madinah: Ada AC, Mushala hingga Klinik Medis untuk Jemaah
20 Menit di Paviliun Haji Madinah: Ada AC, Mushala hingga Klinik Medis untuk Jemaah
Aktual
PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan
PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan
Aktual
5 Rukun Islam dan Maknanya, Fondasi Utama Kehidupan Setiap Muslim
5 Rukun Islam dan Maknanya, Fondasi Utama Kehidupan Setiap Muslim
Doa dan Niat
Bacaan Syahadat Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Maknanya
Bacaan Syahadat Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Maknanya
Doa dan Niat
Tertipu Modus Percepatan Haji, Pasutri Lansia di Lumajang Kehilangan Rp 81 Juta
Tertipu Modus Percepatan Haji, Pasutri Lansia di Lumajang Kehilangan Rp 81 Juta
Aktual
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Bandara Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam untuk Layani Penerbangan Haji 2026
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
PPIH Arab Saudi Siagakan Tim Kesehatan di Bandara Madinah, Jamaah Haji Sakit Langsung Diperiksa
Aktual
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji
Aktual
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya
Doa dan Niat
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Petugas Keamanan Mulai Lakukan Random Checking Jamaah Haji di Makkah, Kartu Nusuk Jadi Sasaran
Aktual
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Suhu Uni Emirat Arab Tembus 44 Derajat di Bulan April, Ini Penyebabnya
Aktual
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Sistem Rombongan Jadi Kunci Penataan Jamaah Haji Indonesia Sejak Tiba di Madinah
Aktual
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Bolehkah Satu Kambing untuk Kurban dan Akikah Sekaligus? Ini Hukum dan Pendapat Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com