Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama

Kompas.com, 16 Juni 2026, 07:00 WIB
Fitri Anggiawati,
Khairina

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai sebagai waktu memperkuat solidaritas sosial melalui sedekah kolektif di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggerakkan ASN untuk bergotong royong menyalurkan donasi dalam program “ASN Berbagi” yang difokuskan pada bantuan alat bantu mobilitas bagi warga yang membutuhkan serta santunan kepada anak yatim.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut Muharram sebagai bulan yang penuh kemuliaan dan menjadi momentum untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya melalui kepedulian sosial yang terorganisir.

“Bulan Muharram bukan hanya awal kalender Hijriah, tetapi juga bulan yang dimuliakan sehingga umat dianjurkan memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya dalam peringatan 1 Muharram 1448 H di Masjid Babussalam, Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (15/6/2026).

Baca juga: 30 Prompt AI Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H untuk Dibagikan di Media Sosial

Dalam pandangan Islam, praktik berbagi dalam bentuk kolektif ini dapat dimaknai sebagai wujud ta’awun, yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Nilai tersebut tecermin dalam gerakan ASN yang secara rutin menghimpun donasi untuk berbagai kebutuhan sosial masyarakat, mulai dari bantuan pendidikan, penanganan stunting, hingga bantuan sosial pada hari-hari besar keagamaan.

Khusus pada 1 Muharram, donasi ASN difokuskan untuk santunan anak yatim serta penyediaan alat bantu gerak seperti kursi roda dan alat bantu jalan bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas.

Bupati Ipuk menegaskan bahwa sedekah tidak hanya dimaknai sebagai pemberian individu, tetapi juga dapat diwujudkan dalam gerakan kolektif yang lebih terstruktur dan berdampak luas.

Menurutnya, semangat gotong royong tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Selain penyaluran bantuan sosial, momentum Muharram juga digunakan untuk menguatkan kembali etos kerja ASN sebagai pelayan masyarakat.

Ipuk menekankan bahwa “hijrah” bagi ASN berarti transformasi menuju aparatur yang lebih profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

“Bagi ASN, hijrah berarti bertransformasi menjadi pelayan masyarakat yang lebih profesional, berintegritas, dan responsif di segala kondisi,” tegasnya.

Rangkaian peringatan 1 Muharram tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan kursi roda kepada tiga penerima manfaat serta santunan kepada puluhan anak yatim piatu, disertai tausiah agama dan doa akhir serta awal tahun Hijriah.

Melalui gerakan sedekah kolektif ini, Pemkab Banyuwangi berharap nilai ta’awun dan kepedulian sosial dapat terus hidup di tengah aparatur pemerintah, sekaligus menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan berempati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com