Editor
KOMPAS.com - Ibadah di Tanah Suci tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan spiritual, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Jemaah haji Indonesia diimbau menjaga adab, ketertiban, serta menghormati kenyamanan sesama jemaah selama beribadah.
Berbagai aturan diterapkan untuk menciptakan suasana ibadah yang aman, tenang, dan khusyuk di dua masjid suci tersebut.
Baca juga: PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
Karena itu, jemaah diminta memahami larangan dan etika selama berada di kawasan masjid maupun area sekitarnya.
Berdasarkan imbauan yang diunggah akun Instagram @kantorurusanhaji, terdapat sejumlah aturan yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar tanpa mengganggu jamaah lain.
“Dengan mematuhi aturan, kita menjaga kenyamanan bersama dan keselamatan diri sendiri. Semoga Allah mudahkan langkah kita menuju Haji Mabrur,” tulis akun Instagram @kantorurusanhaji.
Jemaah haji diimbau tidak melakukan siaran langsung atau live streaming ketika sedang menjalankan ibadah di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.
Fokus utama selama berada di Tanah Suci adalah memperbanyak ibadah dan menjaga kekhusyukan, bukan membuat konten untuk media sosial.
Jemaah juga diminta tidak mendokumentasikan proses evakuasi medis ataupun penanganan jenazah di area masjid.
Larangan tersebut berkaitan dengan etika, penghormatan, serta perlindungan privasi sesama jamaah yang sedang mengalami kondisi darurat.
Mengambil foto atau video warga lokal tanpa izin, terutama perempuan dan anak-anak, tidak diperbolehkan.
Aturan ini bertujuan menjaga kenyamanan dan privasi masyarakat sekitar, sekaligus menghindari pelanggaran etika di ruang publik yang sensitif.
Petugas keamanan yang berjaga di kawasan Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan sekitarnya juga tidak boleh direkam atau difoto.
Mereka bertugas menjaga ketertiban dan keamanan jemaah sehingga perlu dihormati privasinya selama menjalankan tugas.
Jemaah dilarang melantunkan shalawat secara berjamaah dengan suara keras di pelataran Masjid Nabawi, Madinah.
Aktivitas yang menimbulkan keramaian berlebihan dinilai dapat mengganggu jemaah lain yang sedang beribadah atau berzikir.
Kepatuhan terhadap aturan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan bersama selama musim haji.
Dengan saling menghormati dan menjaga adab, jemaah dapat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci dengan lebih tenang, aman, dan khusyuk.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “5 Aturan Penting di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, Wajib Dipatuhi Jemaah Haji Indonesia”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang