Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah

Kompas.com, 9 Mei 2026, 18:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam hidup, ada masa ketika manusia merasa lelah menghadapi tekanan, bingung menentukan jalan keluar, atau merasa sendirian memikul masalah yang datang bertubi-tubi.

Sebagian orang mencari pertolongan lewat manusia, harta, jabatan, atau relasi. Namun dalam ajaran Islam, tempat kembali terbaik bagi seorang hamba tetaplah Allah SWT.

Alquran berulang kali menegaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan biasa, melainkan bentuk penghambaan, harapan, sekaligus bukti keyakinan seorang Muslim kepada Tuhannya.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa untuk dibaca saat menghadapi kesulitan, rasa takut, maupun kondisi yang membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Salah satu doa tersebut diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim dan dikenal sebagai doa penuh pengagungan kepada Allah sekaligus penguat keyakinan hati seorang Mukmin.

Baca juga: Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya

Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW saat Memohon Pertolongan

Dalam Shahih Muslim nomor hadis 2724, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ أَعَزَّ جُنْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَغَلَبَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ فَلَا شَيْءَ بَعْدَهُ

Laa ilaaha illallaahu wahdahu a‘azza jundahu wa nashara ‘abdahu wa ghalabal ahzaaba wahdahu falaa syai’a ba’dahu.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dia telah memenangkan pasukan-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tidak ada sesuatu pun setelah-Nya.”

Doa ini mengandung pengakuan tentang kebesaran Allah SWT sekaligus keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberi pertolongan sejati.

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim karya Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa lafaz doa tersebut menunjukkan tauhid, ketawakalan, dan keyakinan penuh terhadap kekuasaan Allah dalam mengalahkan segala bentuk kesulitan.

Baca juga: 3 Doa yang Dianjurkan di Hari Jumat, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Mengapa Doa Menjadi Kekuatan Orang Beriman?

Dalam Islam, doa memiliki kedudukan sangat istimewa.

Allah SWT bahkan memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa secara langsung kepada-Nya.
Dalam Surah Ghafir ayat 60, Allah berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”

Sementara dalam Surah Al-Baqarah ayat 186, Allah SWT menegaskan:

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak pernah benar-benar sendiri selama ia masih mau mengetuk pintu langit lewat doa.

Dikutip dari buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr. Aidh al-Qarni, doa adalah bentuk optimisme terbesar seorang Mukmin karena ia percaya bahwa selalu ada jalan keluar dari Allah SWT meski manusia melihat semuanya terasa mustahil.

Rasulullah SAW Mengajarkan Umatnya untuk Optimistis

Banyak orang beranggapan doa hanya dilakukan ketika semua usaha telah gagal. Padahal dalam Islam, doa justru menjadi bagian dari usaha itu sendiri.

Seorang Muslim diperintahkan untuk bekerja, bersabar, dan berikhtiar, tetapi pada saat yang sama tetap menggantungkan hati kepada Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Ath-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:

“Perbanyaklah berdoa. Sesungguhnya engkau tidak mengetahui kapan doamu akan dikabulkan.”

Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga harapan dan tidak mudah berputus asa.
Dalam buku La Tahzan karya Dr. Aidh al-Qarni dijelaskan bahwa salah satu penyebab manusia mudah gelisah adalah karena terlalu bergantung kepada makhluk dan lupa menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Padahal, menurut Al-Qarni, doa mampu menghadirkan ketenangan batin karena seseorang merasa seluruh urusannya berada dalam penjagaan Allah.

Baca juga: Lagi Bertengkar? Ini Doa Nabi agar Hati Tenang & Dapat Solusi Terbaik

Adab Berdoa agar Lebih Mustajab

Para ulama menjelaskan bahwa doa bukan sekadar membaca lafaz, tetapi juga membutuhkan kesungguhan hati dan adab tertentu.

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi disebutkan beberapa adab penting saat berdoa, di antaranya:

1. Memulai dengan Pujian kepada Allah

Doa sebaiknya diawali dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT.

2. Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Membaca shalawat menjadi salah satu sebab doa lebih mudah diangkat dan diterima.

3. Berdoa dengan Yakin

Rasulullah SAW melarang berdoa dengan hati yang lalai atau tidak yakin.

4. Tidak Tergesa-gesa

Seorang Muslim tidak boleh cepat merasa doanya tidak dikabulkan hanya karena belum melihat hasilnya.

5. Memperbanyak Istigfar

Istigfar diyakini menjadi salah satu pembuka datangnya rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Waktu-Waktu Terbaik untuk Berdoa

Dalam banyak hadis dijelaskan bahwa ada beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Di antaranya:

  • sepertiga malam terakhir,
  • setelah salat wajib,
  • saat sujud,
  • antara azan dan iqamah,
  • hari Jumat,
  • ketika hujan turun,
  • dan saat berpuasa.

Dikutip dari buku Fiqih Doa dan Zikir karya Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr, waktu-waktu tersebut disebut sebagai momen ketika rahmat Allah SWT terbuka luas bagi hamba-Nya.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dalam kondisi apa pun, baik saat sempit maupun lapang.

Baca juga: Benarkah Summum Bukmun Umyun Doa Penunduk Hati? Ini Faktanya

Doa dan Ketenangan Jiwa

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang mengalami kecemasan, rasa takut, hingga kehilangan arah hidup.

Dalam Islam, doa bukan hanya sarana meminta sesuatu, tetapi juga menjadi terapi spiritual bagi hati yang gelisah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Karena itu, para ulama sering mengingatkan bahwa seseorang yang dekat dengan doa biasanya memiliki ketenangan batin lebih besar dibanding mereka yang hanya bergantung pada kekuatan dirinya sendiri.

Ketika Pertolongan Allah Datang dengan Cara Tak Terduga

Tidak semua doa langsung dikabulkan sesuai keinginan manusia. Namun Islam mengajarkan bahwa tidak ada doa yang sia-sia.

Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa doa seorang Mukmin bisa dikabulkan dalam berbagai bentuk: disegerakan di dunia, disimpan sebagai pahala di akhirat, atau dijauhkan dari keburukan yang setara.

Oleh karena itu, seorang Muslim diajarkan untuk tidak berhenti berharap kepada Allah SWT.
Sebab sering kali, pertolongan Allah datang pada waktu yang tidak disangka-sangka, melalui jalan yang tidak pernah diperkirakan manusia.

Di saat dunia terasa sempit dan masalah terasa berat, doa menjadi pengingat bahwa seorang hamba selalu memiliki tempat kembali yang tidak pernah menolak permintaannya: Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
Aktual
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com