Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu

Kompas.com, 10 Mei 2026, 07:00 WIB
Add on Google
M. Elgana Mubarokah,
Khairina

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bandung mewacanakan pembangunan asrama haji sendiri guna mempermudah proses pemberangkatan jemaah asal wilayahnya.

Wacana ini muncul menyusul keinginan agar jemaah haji asal Kabupaten Bandung tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh menuju asrama haji transit di Indramayu sebelum terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, dirinya telah menjalin komunikasi intensif dengan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, terkait peluang hibah atau bantuan pembangunan fasilitas tersebut.

"Tadi saya sudah komunikasi melalui grup WhatsApp dengan Kang Haji Cucun, beliau menyampaikan bahwa kalau seandainya ada lahan, maka akan ada asrama haji (dari pemerintah pusat)," katanya usai melepas keberangkatan 445 jemaah haji Kloter 24 KJT di Lanud Sulaiman, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dadang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan berupaya keras menyediakan lahan yang representatif agar rencana ini bisa segera terealisasi.

Keberadaan asrama haji di tingkat lokal dinilai akan meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan para jemaah.

"Insya Allah kita akan berupaya supaya ke depannya Kabupaten Bandung mempunyai asrama haji sendiri. Jadi, nanti dalam pelepasan tidak harus ke Indramayu dulu, tapi cukup di Kabupaten Bandung dan bisa langsung menuju bandara," ucapnya.

Baca juga: PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna

Selain membahas infrastruktur, Dadang turut menyoroti fluktuasi kuota haji tahun ini.

Ia mencatat adanya penurunan jumlah jemaah yang berangkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari sekitar 2.500 orang menjadi 547 orang pada musim haji kali ini.

Ia berharap kehadiran Kementerian Haji dan Umrah dapat memberikan angin segar bagi percepatan antrean jemaah yang sudah lama berada dalam daftar tunggu (waiting list).

"Harapan kami ke depan kuota ini bukan menurun, bahkan harus meningkat. Semoga bisa mempercepat para calon jemaah haji yang waiting list. Kami juga tetap mengusulkan kepada kementerian terkait untuk adanya penambahan kuota ke depannya," tutur Dadang.

Terkait kondisi jemaah yang berangkat, Dadang menyebutkan bahwa komposisi tahun ini didominasi oleh perempuan dan kelompok lanjut usia (lansia).

Berdasarkan data, jemaah tertua asal Kabupaten Bandung berusia 94 tahun, sementara yang termuda berusia 14 tahun.

"Ada sekitar 80 orang jemaah lansia di atas 60 tahun. Sesuai tema haji tahun ini yang ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, memang jumlah jemaah perempuan terpantau lebih banyak dibandingkan laki-laki," jelasnya.

Baca juga: Mengintip Persiapan Fase Puncak Ibadah Haji di Armuzna, Fasilitas Jemaah Makin Lengkap

Dadang pun memastikan bahwa petugas daerah, termasuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan tim medis, telah dibekali prosedur standar operasi (SOP) yang ketat untuk mengawal jemaah, terutama saat puncak ibadah di Arafah.

"Kami dari pemerintah daerah akan terus berkomunikasi setiap saat, memantau kondisi di Mekkah dan Arafah hingga kepulangan nanti. Jika terjadi sesuatu, jemaah silakan berkoordinasi dengan petugas dan dokter yang sudah kami tugaskan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
Aktual
“Ayo Ada Bubur Kacang Ijo!” Suasana Pasar Indonesia di Tengah Kota Mekkah
“Ayo Ada Bubur Kacang Ijo!” Suasana Pasar Indonesia di Tengah Kota Mekkah
Aktual
Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Aktual
Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Aktual
Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci
Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci
Aktual
Lirboyo, 'Pabrik' Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Aktual
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Aktual
 Kemenhaj Temukan Jemaah Haji  di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Kemenhaj Temukan Jemaah Haji di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Aktual
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Aktual
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aktual
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Aktual
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Aktual
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Aktual
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com