Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa Qadha Ramadhan yang Benar, Lengkap Bacaan dan Waktu Pelaksanaannya

Kompas.com, 25 Maret 2026, 06:00 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com - Puasa qadha menjadi kewajiban bagi umat Islam yang tidak dapat menunaikan puasa Ramadhan karena alasan tertentu seperti sakit atau bepergian.

Kewajiban ini perlu segera ditunaikan setelah kondisi memungkinkan agar ibadah tetap sempurna.

Salah satu hal penting dalam pelaksanaan puasa qadha adalah niat yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah.

Lalu, bagaimana bacaan niat puasa qadha Ramadhan yang benar serta ketentuan pelaksanaannya?

Baca juga: Puasa Syawal atau Qadha Dulu? Ini Penjelasan Hukum dan Prioritas dalam Islam

Pengertian Puasa Qadha dan Pentingnya Niat

Dilansir dari laman Baznas, puasa qadha merupakan puasa pengganti bagi ibadah wajib yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan.

Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang memiliki uzur syar’i, seperti sakit atau dalam perjalanan.

Dalam pelaksanaannya, niat memegang peran penting karena menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa.

Tanpa niat yang benar, puasa yang dijalankan tidak dianggap sah dalam syariat Islam.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat puasa qadha dianjurkan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Adapun bacaan niat yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

"Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi Ramadan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat untuk berpuasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala."

Niat tersebut cukup dihadirkan dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk membantu menghadirkan kesadaran dan keikhlasan.

Baca juga: Panduan Qadha Puasa Ramadhan: Dalil, Niat, Doa Buka Puasa dan Batas Waktunya Menurut Ulama

Waktu Pelaksanaan Puasa Qadha

Puasa qadha dapat dilakukan di luar bulan Ramadhan setelah halangan yang dialami telah selesai.

Pelaksanaannya bersifat fleksibel, namun dianjurkan untuk tidak ditunda tanpa alasan yang jelas.

Puasa qadha tidak boleh dilakukan pada hari-hari yang diharamkan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari tasyrik.

Menunaikan puasa qadha lebih awal menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan kewajiban ibadah.

Keutamaan Puasa Qadha

Puasa qadha memiliki nilai penting karena termasuk ibadah wajib yang harus ditunaikan.

Pelaksanaan puasa qadha menunjukkan tanggung jawab seorang Muslim dalam menyempurnakan ibadahnya.

Ibadah ini juga menjadi sarana untuk meraih pahala serta memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaan puasa Ramadhan.

Selain itu, puasa qadha dapat menjadi bentuk latihan spiritual untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca juga: Hukum Membayar Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Syaban, Apakah Boleh?

Perbedaan Puasa Qadha dan Puasa Sunnah

Puasa qadha bersifat wajib, sedangkan puasa sunnah hanya bersifat anjuran.

Niat puasa qadha harus dilakukan sejak malam hari sebelum fajar, berbeda dengan puasa sunnah yang lebih fleksibel.

Dalam pelaksanaannya, puasa qadha lebih diutamakan dibandingkan puasa sunnah.

Seorang Muslim dianjurkan menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum menjalankan amalan tambahan.

Cara Menjaga Konsistensi Puasa Qadha

Menjalankan puasa qadha membutuhkan komitmen dan perencanaan yang baik.

Membuat jadwal khusus dapat membantu menjaga konsistensi dalam menunaikan kewajiban ini.

Melaksanakan puasa bersama keluarga atau teman juga dapat menjadi motivasi tambahan.

Selain itu, penting untuk terus mengingat keutamaan puasa qadha agar tidak menunda pelaksanaannya.

Menunaikan puasa qadha dengan niat yang benar menjadi langkah penting dalam menyempurnakan ibadah Ramadhan.

Kesungguhan dalam menjalankan kewajiban ini mencerminkan ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com