Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Parenting "Orang Kaya" Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak

Kompas.com, 25 Maret 2026, 19:03 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Polemik gaya pengasuhan anak kembali menjadi perbincangan publik setelah pernyataan selebgram Denise Chariesta tentang “parenting orang kaya” menuai beragam respons.

Dalam beberapa unggahan di media sosial, Denise terlihat memberikan kebebasan cukup luas kepada anaknya, Jaden, dalam bereksplorasi.

Sikap ini kemudian memicu perdebatan, terutama terkait batas antara kebebasan dan pembentukan karakter anak sejak dini.

Di tengah perbincangan tersebut, Islam sejatinya telah memberikan panduan yang komprehensif mengenai bagaimana orangtua mendidik anak, tidak hanya dari sisi kasih sayang, tetapi juga pembentukan akhlak dan adab.

Anak dalam Perspektif Islam: Amanah, Bukan Sekadar Tanggung Jawab

Dalam Islam, anak bukan hanya titipan, tetapi amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam Al-Qur’an Surah At-Tahrim ayat 6, Allah SWT berfirman agar setiap Muslim menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

Ayat ini sering dipahami oleh para ulama sebagai perintah untuk mendidik keluarga, termasuk anak, dengan nilai-nilai kebaikan.

Dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, dijelaskan bahwa pendidikan anak dalam Islam mencakup beberapa aspek utama, yaitu:

  • Pendidikan akidah
  • Pendidikan akhlak
  • Pendidikan sosial
  • Pendidikan emosional

Artinya, pengasuhan anak tidak hanya soal kebebasan berekspresi, tetapi juga pembentukan karakter yang seimbang.

Baca juga: Kumpulan Doa Mustajab Orang Tua agar Anak Sholeh dan Cerdas

Kasih Sayang dan Batasan: Dua Hal yang Tidak Terpisahkan

Islam tidak melarang orang tua memberikan kebebasan kepada anak. Namun, kebebasan tersebut harus tetap berada dalam koridor adab dan nilai kebaikan.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang terhadap anak-anak. Dalam berbagai riwayat, beliau sering mencium cucunya, bermain bersama mereka, bahkan membiarkan mereka naik ke punggungnya saat shalat.

Namun, di sisi lain, Rasulullah juga menanamkan disiplin dan adab sejak dini.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda agar orang tua memerintahkan anak shalat sejak usia tujuh tahun.

Ini menunjukkan bahwa kasih sayang tidak berarti tanpa batas, melainkan tetap disertai arahan yang jelas.

Pentingnya Adab: Sopan Santun sebagai Fondasi Karakter

Salah satu aspek penting dalam pendidikan anak dalam Islam adalah adab atau sopan santun.

Dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa pembentukan akhlak harus dimulai sejak kecil, karena hati anak masih bersih dan mudah dibentuk.

Adab yang diajarkan dalam Islam meliputi:

  • Mengucapkan salam
  • Menghormati orang tua
  • Berbicara dengan baik
  • Tidak merusak atau mengganggu orang lain

Dalam konteks modern, perilaku anak yang dibiarkan tanpa batas bisa berpotensi mengaburkan nilai-nilai ini jika tidak diarahkan dengan tepat.

Baca juga: Kumpulan Doa Perlindungan untuk Anak Agar Dijauhkan dari Berbagai Gangguan

Mengajarkan Kata Maaf dan Empati Sejak Dini

Salah satu nilai penting dalam Islam adalah kemampuan untuk meminta maaf dan memaafkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, mengajarkan anak untuk mengatakan “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari pendidikan akhlak.

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang terbaik adalah yang paling baik akhlaknya. Nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun karakter anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berempati.

Dalam buku Pendidikan Anak dalam Islam karya Zakiah Daradjat, dijelaskan bahwa pembiasaan perilaku baik sejak kecil akan membentuk kepribadian anak hingga dewasa.

Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab

Perdebatan soal gaya parenting modern, termasuk yang disampaikan Denise, sejatinya membuka ruang refleksi yang lebih luas.

Apakah kebebasan tanpa batas dapat membentuk karakter yang kuat? Ataukah justru anak membutuhkan arahan yang jelas sejak dini? Dalam Islam, jawabannya adalah keseimbangan.

Anak diberikan ruang untuk berkembang, tetapi tetap diarahkan agar mengenal batasan. Kebebasan tanpa nilai dapat berujung pada kebingungan, sementara aturan tanpa kasih sayang dapat menimbulkan tekanan.

Peran Orangtua sebagai Teladan

Dalam banyak literatur Islam, orangtua disebut sebagai “madrasah pertama” bagi anak.

Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan anak dalam keluarga akan membentuk kepribadiannya.

Karena itu, pendidikan anak tidak cukup hanya dengan nasihat, tetapi juga keteladanan.

Jika orang tua menginginkan anak yang sopan, maka orangtua harus terlebih dahulu menunjukkan sikap sopan. Jika ingin anak menghargai orang lain, maka sikap itu harus terlihat dalam keseharian.

Baca juga: Parenting Islami: Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Lemah Menurut Al Quran

Belajar dari Fenomena, Kembali pada Nilai

Fenomena parenting yang viral di media sosial, pada akhirnya bukan sekadar soal benar atau salah.

Ia menjadi pintu masuk untuk kembali memahami nilai-nilai dasar dalam mendidik anak.

Islam tidak menolak kebaruan, tetapi memberikan fondasi agar setiap metode pengasuhan tetap berakar pada akhlak, adab, dan tanggung jawab.

Mendidik Anak, Investasi Jangka Panjang

Pada akhirnya, mendidik anak bukan tentang hasil instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan doa.

Anak yang tumbuh dengan keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin akan memiliki karakter yang lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.

Di tengah berbagai pola asuh modern yang terus berkembang, nilai-nilai Islam tetap relevan sebagai pedoman.

Bahwa anak bukan hanya perlu bahagia, tetapi juga perlu dibimbing agar menjadi pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan mampu menghargai sesama. Dan di situlah peran orang tua menjadi kunci utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji Nonprosedural dan Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 1447 H
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji Nonprosedural dan Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 1447 H
Aktual
Kutim Luncurkan Beasiswa 1.000 Penghafal Al-Quran: Cetak Generasi Qurani
Kutim Luncurkan Beasiswa 1.000 Penghafal Al-Quran: Cetak Generasi Qurani
Aktual
Cukup Lihat Giginya! Begini Cara Memastikan Usia Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat
Cukup Lihat Giginya! Begini Cara Memastikan Usia Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat
Aktual
Fasilitas Baru di Armuzna untuk Kenyamanan Jemaah, Lantai Tebal dan Urinoir
Fasilitas Baru di Armuzna untuk Kenyamanan Jemaah, Lantai Tebal dan Urinoir
Aktual
Arab Saudi Gelar 23.000 Inspeksi Jelang Haji 2026, Awasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Arab Saudi Gelar 23.000 Inspeksi Jelang Haji 2026, Awasi Harga dan Ketersediaan Pangan
Aktual
Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang
Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang
Aktual
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
Aktual
“Ayo Ada Bubur Kacang Ijo!” Suasana Pasar Indonesia di Tengah Kota Mekkah
“Ayo Ada Bubur Kacang Ijo!” Suasana Pasar Indonesia di Tengah Kota Mekkah
Aktual
Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Aktual
Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Aktual
Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci
Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci
Aktual
Lirboyo, 'Pabrik' Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Aktual
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Aktual
 Kemenhaj Temukan Jemaah Haji  di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Kemenhaj Temukan Jemaah Haji di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com