Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kerugian Orang yang Tidak Mau Menikah dan Punya Anak Menurut Islam

Kompas.com, 26 November 2025, 22:47 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS. com - Di zaman modern ini, ada sebagian orang yang tidak mau menikah atau ada yang menikah tapi tidak ingin punya anak. Kedua keputusan itu tentu saja tidak relevan dengan nilai-nilai Islam.

Orang yang tidak mau menikah atau tidak punya anak biasanya beralasan tidak ingin ribet dengan pasangan atau anak. Padahal dalam pernikahan dan punya anak, ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan. 

Baca juga: 3 Kedudukan Anak Menurut Al Quran

Bertentangan dengan Fitrah Manusia

Fitrah manusia adalah berpasang-pasangan dan memiliki keturunan untuk melestarikan keberadaan manusia. Orang yang tidak mau menikah atau punya keturunan berarti bertentangan dengan fitrah manusia. Hal ini disampaikan Allah SWT dalam Al Quran surat An Nisa' ayat 1.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ

Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak..." (Q.S. An Nisa': 1).

Sementara Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Nabi sangat bangga dengan orang yang memiliki banyak keturunan.

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ الأُمَمَ

Artinya: “Nikahilah wanita yang pengasih dan punya banyak keturunan karena aku sangat berbangga karena sebab kalian dengan banyaknya pengikutku.” (H.R. Abu Daud dan An Nasai).

Baca juga: Kumpulan Doa Meminta Keturunan Lengkap dengan Artinya

Kerugian Tidak Menikah dan Tidak Punya Anak

Berikut ini beberapa kerugian orang yang tidak mau menikah dan tidak mau punya anak menurut pandangan Islam.

1. Kehilangan Salah Satu Amal yang Tidak Terputus Pahalanya

Dalam Islam, salah satu amalan yang tidak terputus pahalanya adalah doa dari anak yang sholeh. Bagi orang yang tidak punya anak, maka ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala ini.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (H.R. Muslim).

2. Kehilangan Kesempatan Diangkat Derajatnya karena Anak

Anak-anak yang senantiasa memintakan ampunan untuk orang tua, terutama yang sudah meninggal, akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى لِيْ هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Artinya: "Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat kedudukannya di Surga kelak. Ia pun bertanya, “Bagaimana hal ini?” Maka dijawab: “Lantaran istighfar anakmu untukmu." (H.R. Ibnu Majah).

Baca juga: 10 Doa untuk Kebaikan Anak dan Keturunan Lengkap dengan Artinya

3. Memutus Garis Keturunan

Sebagaimana disampaikan dalam surat An Nisa' ayat 1, salah satu tujuan pernikahan adalah agar memiliki anak keturunan. Dengan adanya konsep childfree, maka ia sudah memutus garis keturunannya.

Demikianlah kerugian orang yang menganut paham childfree. Semoga bermanfaat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com