Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Haji di Madinah Siaga Hadapi Jemaah Gelombang Kedua

Kompas.com, 6 Juni 2026, 11:51 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta layanan kesehatan haji di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan.

Kesiapsiagaan itu diperlukan untuk menghadapi kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah.

Pesan tersebut disampaikan Dahnil saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: 3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Menurut dia, jemaah gelombang kedua perlu mendapat perhatian khusus karena tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna.

Jemaah gelombang kedua berpotensi kelelahan

Dahnil mengatakan, kondisi fisik jemaah gelombang kedua perlu dipantau secara serius.

Sebab, mereka datang ke Madinah setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup panjang dan menguras tenaga.

“Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ujar Wamenhaj di KKHI Madinah.

Menurut Dahnil, potensi kelelahan dapat bertambah apabila jemaah masih menjalankan berbagai aktivitas ibadah di Madinah.

Oleh karena itu, layanan kesehatan haji perlu memastikan kondisi jemaah terpantau sejak awal kedatangan.

Baca juga: Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah

Petugas diminta aktif memantau jemaah

Dahnil meminta petugas kesehatan haji tidak hanya menunggu jemaah datang ke fasilitas layanan kesehatan.

Ia menekankan pentingnya pemantauan aktif oleh petugas KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor.

Koordinasi antartim juga perlu diperkuat agar potensi gangguan kesehatan jemaah dapat diketahui lebih cepat.

“Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” katanya.

Ketersediaan obat dan distribusi dicek

Dalam kunjungan tersebut, Dahnil juga meninjau kesiapan layanan kesehatan di KKHI Madinah.

Ia memeriksa ketersediaan obat serta dukungan distribusi kebutuhan kesehatan untuk sektor-sektor di Madinah.

Dahnil menegaskan, layanan kesehatan harus cepat, responsif, dan mampu menjangkau jemaah yang membutuhkan.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan.

“Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jemaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” tutur Wamenhaj.

Baca juga: Tidak Hanya Air Zamzam, Boneka Unta Juga Jadi Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji

Wamenhaj apresiasi petugas kesehatan haji

Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan haji yang terus bersiaga selama masa operasional haji.

Ia meminta seluruh petugas menjaga stamina agar tetap mampu memberikan pelayanan optimal kepada jemaah.

Menurut dia, semangat pelayanan perlu terus dijaga, terutama pada fase pasca-Armuzna yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jemaah kita,” ujarnya.

Penguatan layanan dilakukan hingga jemaah pulang

Kemenhaj memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam fase pasca-Armuzna.

Layanan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan bagi pergerakan jemaah haji Indonesia gelombang kedua.

Selain pelayanan di KKHI, pemantauan kesehatan dilakukan melalui sektor dan tim visitasi.

Langkah ini dilakukan agar jemaah tetap aman dan terlindungi selama menjalani ibadah di Madinah hingga kembali ke Tanah Air.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar